Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
13 Oktober 2021
A A
Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Selama menjadi rekruter yang salah satu tugasnya melakukan screening sekaligus me-review CV para pelamar kerja, saya sudah biasa melihat beragam jenis CV yang dikirimkan. Mulai dari CV para fresh graduate sampai pelamar yang sudah punya pengalaman mentereng. Ada yang simple dan minimalis, ada juga yang njlimet dengan berbagai variasi warna dan font tulisannya.

Apa yang dicantumkan dalam CV pun punya keunikan tersendiri. Ada yang apa adanya—mencantumkan sesuai dengan pengalaman kerja sebelumnya, ada juga yang diada-adain. Dibikin mentereng seolah punya pengalaman yang shining, padahal hanya bluffing—secara harafiah, artinya menggertak. Dalam hal ini, bluffing CV berarti pelamar kerja melebih-lebihkan apa yang dilakukan pada pengalaman sebelumnya. Bisa juga mencantumkan posisi/jabatan yang seharusnya biasa, menjadi seakan-akan luar biasa. Tujuannya jelas agar mencuri perhatian para HRD.

Sampai dengan saat ini, praktik bluffing masih sering dilakukan oleh para pelamar kerja. Misalnya seperti ini:

Contoh pertama, Ngadiman punya pengalaman kerja sebagai PIC selama satu minggu dari tim marketing di lapangan. Secara keseluruhan, tentu saja role yang Ngadiman lakukan berbeda dengan leader atau supervisor. Namun, di CV yang paling update, Ngadiman mencantumkan posisi “Supervisor Marketing” dengan durasi selama satu tahun sebagai salah satu pengalamannya.

Contoh kedua sekaligus yang paling sering kali terjadi, Karno mencantumkan jabatan CEO untuk suatu bidang usaha yang pernah digelutinya. Tentu saja ini sangat “wah”. Sayangnya, setelah dilakukan background check, ternyata Karno hanya menjadi distributor usaha online. Jangan salah paham. Dalam hal ini, yang menjadi sorotan utama bukan skala atau jenis usahanya, melainkan upaya untuk mengaburkan realitas dari pengalaman kerja atau apa yang dilakukan sebelumnya. Alih-alih menuliskan apa adanya, malah diada-adain.

Contoh ketiga, sering kali ditemui pada profil LinkedIn. Patul punya pengalaman magang satu tahun menjadi reviewer CV di suatu perusahaan. Namun yang terjadi, Patul mencantumkan juga pengalaman menjadi interviewer, assessment staf, dan trainer di bagian Learning and Development.

Ketiga contoh tersebut mungkin terkesan sepele dan masih banyak hal lain yang bisa dijadikan contoh dari praktik bluffing. Namun, bisa berdampak buruk pada image pelamar kerja yang bersangkutan. Apalagi jika HRD sampai melakukan background check ke perusahaan sebelumnya atau orang tertentu. Terlalu berisiko. Cara seperti ini sangat tidak disarankan saat melamar pekerjaan secara aktif maupun pasif (seperti yang terjadi pada kasus bluffing di profil LinkedIn). Pokoknya, jangan. Jika ngotot pengin melakukan hal ini, celaka 12 tinggal menunggu waktu saja. Saya serius.

Kelemahan metode bluffing CV ini sudah jelas hanya memberi impresi di awal dan ada kecenderungan tidak jujur atau apa adanya. Saat proses interview dilakukan, apalagi berlanjut ke tahapan background check, semuanya jadi ambyar dan tidak ada artinya sama sekali. Belum lagi ketika ditanya mengenai rincian deskripsi pekerjaan yang dilakukan sebelumnya. Kalau tidak bisa jawab atau tidak ada persiapan, usaha untuk shining dengan cara bluffing di hadapan HRD akan gagal total, malah bisa babak belur karena ulah sendiri.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

Bagaimanapun modifikasinya, bluffing pada CV, profil LinkedIn, atau bahkan situs pencarian kerja sangat tidak disarankan. Ketimbang melakukan hal yang riskan seperti ini, akan jauh lebih berkesan jika pelamar kerja bisa melampirkan portofolio. Atau sekalian saja melampirkan paklaring sebagai bukti pernah bekerja untuk posisi tertentu. Bisa juga dengan melampirkan sertifikat untuk hardskill tertentu. Asli, impresinya lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Persoalan lainnya adalah HRD punya beberapa cara untuk memastikan keabsahan yang tercantum pada CV klean-klean sebagai pelamar kerja. Itulah kenapa menjadi diri sendiri apa adanya dan tanpa tipu-tipu selalu bisa diandalkan saat mengikuti proses interview.

Dengan menjadi diri sendiri, bercerita sesuai dengan kapasitas diri dan pengalaman kerja sebelumnya, tidak akan membuat kita berpikir sambil mbatin, “Setelah ini harus jawab apa lagi, ya? Ngelesnya gimana, nih?” saat berbincang dengan HRD. Wong yang ditanya saja tentang diri kalian dan pengalaman kerja sebelumnya, kok.

Kalau kemampuan yang kalian miliki cocok dengan apa yang dibutuhkan perusahaan, sesederhana apa pun yang kalian lakukan di kantor sebelumnya, pasti akan menjadi bahan pertimbangan. Setidaknya bisa di-review lebih lanjut oleh HRD, lah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2021 oleh

Tags: cvHRDpelamar kerja
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Ketika Pelamar Kerja Diminta Hasil Swab tapi Kondisi Keuangan Lagi Seret terminal mojok.co

Wahai Pelamar Kerja, Kesan Pertama Itu Penting!

5 Maret 2021
Kandidat yang Berbisik dan Tanya Jawaban ke Orang Lain Saat Interview Online, Maunya Apa, sih? terminal mojok.co

Kandidat yang Berbisik dan Tanya Jawaban ke Orang Lain Saat Interview Online, Maunya Apa, sih?

2 Juli 2021
Ketika Pelamar Kerja Diminta Hasil Swab tapi Kondisi Keuangan Lagi Seret terminal mojok.co

Ketika Pelamar Kerja Diminta Hasil Swab, tapi Kondisi Keuangan Lagi Seret

17 Februari 2021
5 Rekomendasi Situs Buat CV Gratis yang Bikin HRD Auto Ngelirik. Job Seeker Wajib Tahu!

5 Rekomendasi Situs Buat CV Gratis yang Bikin HRD Auto Ngelirik. Job Seeker Wajib Tahu!

31 Desember 2023

Tips bagi Pelamar Kerja agar Nggak Lupa Nama Perusahaan yang Dikirimi CV Saat Ada Undangan Wawancara

10 Juni 2021
Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang terminal mojok.co

Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang

7 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.