Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Panduan Memahami Tweet-tweet Budiman Sudjatmiko yang Terlalu Ndakik Buatmu!

Riyanto oleh Riyanto
31 Maret 2021
A A
Panduan Memahami Tweet-tweet Budiman Sudjatmiko yang Terlalu Ndakik Buatmu! terminal mojok.co

Panduan Memahami Tweet-tweet Budiman Sudjatmiko yang Terlalu Ndakik Buatmu! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada politisi dengan level kejeniusan paling paripurna, blio adalah Budiman Sudjatmiko. Saat politisi lain flexing pemikiran perihal gonjang-ganjing dunia perpolitikan, hanya Budiman Sudjatmiko yang stand out dan membahas urusan sains dan teknologi. Welah, gimana saya nggak auto ngefans?

Saya, sebagai orang yang begitu melek teknologi dan sungguh terpelajar, tentu saja selalu menunggu tweet-tweet kece dari politisi yang masa mudanya konon mirip Ardhito Pramono ini. Ketika blio membahas buku-buku karya Yuval Noah Harari, saya langsung takjub. Kalau kemudian banyak yang mengklaim pembahasan blio terlalu tinggi dan ndakik-ndakik, welah… ya mereka saja yang kurang ngerti, kurang open minded, dan memiliki pemahaman literasi yang begitu buruk. Memahami bedanya sarkas dan satire saja kepala mau pecah, gimana mau ngikutin pembahasan buku Homo Deus? Gitu aja sok-sokan komplain tweet-tweetan Budiman Sudjatmiko terlalu ndakik-ndakik.

Gini lho, orang sewarbiyasah Budiman Sudjatmiko itu selalu memiliki maksud di balik ucapannya. Kalau blio membahas seputar mekanika kuantum, itu artinya dia sedang mencari orang-orang cerdas di antara jajaran pengikutnya untuk berkomentar. Di sisi lain, blio juga mengajak mereka-mereka yang memiliki IQ tiarap buat melihat diskusi yang terjadi antara orang-orang pinter. Sekalipun nggak mudeng pembahasannya apa, seenggaknya bakal punya insight sedikit tentang mekanika kuantum. Jangan sekali-kali bilang nggak ada faedahnya nontonin diskusi kayak gini, wong nyatanya nontonin debat retorika politik di TV aja enjoy-enjoy aja.

Lagian Budiman Sudjatmiko ini saya yakin tengah mengupayakan peningkatan level kecerdasan semua manusia di Indonesia. Dia berharap bakal lebih banyak, kalau boleh minjem ucapan Deddy Corbuzier, smart people di negeri ini. Melempar tweet-tweet ‘smart’ akan memancing lahirnya orang-orang smart pula.

Kurang bukti kalo blio berupaya meningkatkan level kecerdasan manusia di Indonesia? Welah, mbok liatin tweet blio yang pake tagar siliconvalleyindonesia. Bakal terlihat upaya ambisius blio buat menciptakan Centre for Aerial and Space Exploration Studies, tempat seluas 888 hektar untuk pengembangan drone, nano satelite, dan lain sebagainya. Orang-orang yang nggak berpengetahuan tinggi mana bisa memahami seberapa penting proyek ini? Demi masa depan cemerlang dan berteknologi tinggi, sah-sah saja membabat lahan hijau, kan? Tapi orang-orang yang lebih memuja kepentingan alam daripada sains mana mudeng hal kayak gini, wong ada rencana pembangunan landasan SpaceX di Papua saja pada protes.

Ah, Budiman Sudjatmiko memang terlalu modern untuk masyarakat Indonesia yang begitu primitif. Banyak yang nggak mudeng betapa mulia tujuan bapak-bapak yang pernah menjadi sosok pemberontak di zaman Pak Harto ini. Blio, demi menenangkan para aktivis lingkungan perihal pembangunan silicon valley Indonesia, langsung menegaskan bahwa area 888 hektar itu selain akan menjadi superkluster dengan tolok ukur Technological Readiness Level (TRL), tetapi juga ekosistem dengan tolok ukur Demand Readiness Level (DRL). Apalagi ditambah mengubah sampah-sampah biomedis untuk menjadi sumber energi dan material bagi pembangunan infrastruktur fisik seperti gedung, jalan, dan lain lain. Hah, orang tidak berpendidikan pasti langsung berhenti baca penjelasan di atas dan langsung mbacot, “Karepmu ki piye, Su?”

Budiman Sudjatmiko juga kerap membagikan pemikirannya seputar Kecerdasan Buatan yang sudah pasti asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Alasannya juga setelah saya telaah begitu dalam, ternyata sungguh heroik. Blio memuja perkembangan kecerdasan buatan, dan berharap kecerdasan buatan akan menjadi sumber segala sesuatu di masa depan. Itu artinya blio sungguh peduli dengan orang di Indonesia, yang sangat minim terkait kecerdasan. Blio paham bahwa masyarakat Indonesia butuh kecerdasan buatan untuk membantu level kecerdasan alami mereka yang begitu rendah. Mereka, lho, bukan saya, Anda, dan Pak Budiman Sudjatmiko. Kan kita-kita ini sudah begitu luar biasa dan bisa memahami pemikiran level tinggi.

Salah satu bukti bahwa pengetahuan saya begitu tinggi, atau seenggaknya bisa memahami pembahasan Pak Budiman Sudjatmiko, adalah karena saya berhasil lulus membaca tulisan penuh kecoh yang dipost oleh pak Budiman itu sendiri. Berikut adalah tulisannya: 1N73LL1G3NC3 15 7H3 4B1L17Y 70 4D4PT 70 CHANG3 (573PH3N HAWK1NG). Hah, orang dengan pemahaman rendah mana bisa membaca tulisan itu? Yang kebaca paling kombinasi angka yang begitu acak.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Orang yang nggak bisa baca tulisan itu, ya wajar saja kalo nggak suka model tweet-tweetnya Pak Budiman Sudjatmiko. Membaca sandi sesepele itu saja tidak bisa, apalagi ikut lanjut membedah diskusi perihal teknologi kuantum. Kok membahas teknologi kuantum yang penuh itung-itungan level tinggi, wong ngitung gimana caranya duit sepuluh ribu di akhir bulan bisa jadi bensin sekaligus makan saja nggak bisa.

Sayangnya, saya rasa ada begitu banyak orang yang nggak menyukai gaya tweet Pak Budiman Sudjatmiko ini. Terbukti dari jumlah like tweet-tweet blio hanya sedikit banget. Bayangkan saja, tweet keren tentang silicon valley Indonesia hanya mendapat 700-an like, padahal itu adalah tweet yang bisa saja adalah tweet paling penting di abad ini. Itu sudah menunjukkan bahwa sosok Budiman Sudjatmiko, sekalipun layak dipuja dan didewakan, tetap saja banyak yang nggak peduli.

Orang-orang saat ini nggak suka lihat tweet-tweet dengan level intelegensi setinggi itu, dan memilih yang mengumbar janji-janji manis, sepertinya.

Itu lho. Kebodohan adalah jiwa masyarakat di negara ini, dan sosok seperti Budiman Sudjatmiko tampak begitu salah. Mau flexing perihal teknologi, sains, dan ilmu-ilmu tinggi, malah dianggap sok keminter. Maksudnya gini, lho. Mbok percayalah Budiman Sudjatmiko itu bukan pengin sok keminter, tetapi memang tulus ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Kenapa? Lantaran blio tahu, salah satu penyebab ketinggalannya Indonesia dari negara lain adalah faktor kebodohan yang mendarah daging. Wis, mbok kayak saya ini, cerdas luar biasa dan layak menggurui kalian.

Sumber Gambar: YouTube Bukalapak

BACA JUGA Mari Periksa Maksud Tweet Budiman Sudjatmiko yang Bandingkan Awkarin dan Tri Mumpuni dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2021 oleh

Tags: Aktivisbudiman sudjatmikotokoh politikTwitter
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Fitur Close Friend Nggak Jamin Trusted Friend dan Cepu Konten yang Menyebalkan terminal mojok.co

Fitur Close Friend Nggak Jamin Trusted Friend dan Cepu Konten yang Menyebalkan

31 Juli 2021
julid

Julid Online: Maraknya Auto Base Twitter yang Mewadahi Julid Together

7 Oktober 2019
facebook

Menjadi Orang yang Berbeda di Facebook, Twitter, dan Instagram

21 Agustus 2019
Cuitan Andalan Warga Twitter Saat Akan Menikah dengan Abdi Negara terminal mojok.co

Cuitan Andalan Warga Twitter Saat Akan Menikah dengan Abdi Negara

7 November 2020
Alasan Saya Menghindari Jurus: Rame Amat, Nggak Ada yang Mau Mutualan Apa?

Alasan Saya Menghindari Jurus: Rame Amat, Nggak Ada yang Mau Mutualan Apa?

31 Oktober 2019
imam darto mojok

Menalar Logika Ngawur Imam Darto Soal Korupsi Dana Bansos Covid-19

7 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.