Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pajero Sport dan Fortuner Memang Gagah di Jalan Rusak, tapi di Jalan Tol Mereka Pecundang

Budi oleh Budi
3 September 2025
A A
Semua Orang Benci Toyota Fortuner dan Pajero Sport, Sampai Mereka Mencobanya Sendiri

Semua Orang Benci Toyoya Fortuner dan Pajero Sport, Sampai Mereka Mencobanya Sendiri (Amith Ramakrishna via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau sedang di jalan tol, saya sering dapat tontonan gratis yang sebenarnya lebih layak dimasukkan ke kategori horor daripada aksi. Dua SUV jangkung, Pajero Sport dan Fortuner, saling salip, saling teriak lewat klakson, dan saling pamer torsi dengan lampu hazard berkedip-kedip. Seolah-olah jalan tol Karawang–Cikampek sedang berubah jadi sirkuit Fast & Furious versi KW, dengan soundtrack “Diesel Turbo Remix” yang hanya mereka dengar di kepala. Bedanya, Dom Toretto nggak mungkin mau balapan pakai Fortuner.

Dan memang harus diakui, ini bukan atraksi jagoan. Ini atraksi orang bodoh yang salah kaprah: nyetir mobil jangkung seberat gajah tapi berlagak naik kuda pacu.

Fortuner dan Pajero: raja jalan rusak, bukan raja jalan tol

Mari jujur saja. Fortuner itu turunan Hilux, Pajero Sport lahir dari Triton. Dua-duanya punya darah truk. Cocok buat jalan hancur di pelosok Kalimantan, buat terabas banjir, atau sekadar biar kelihatan gagah waktu parkir di samping warung sate. Tapi begitu dibawa ke jalan tol dan dipaksa lari kencang, mereka ibarat truk logistik yang disuruh ikutan MotoGP. Bisa jalan, iya. Tapi kelihatannya lebih kasihan daripada keren.

Kalau dipaksa balapan, posisi mereka mirip kuda tani yang jago di sawah: kuat, bandel, bisa narik bajak. Tapi disuruh pacuan, ya pasti ngos-ngosan. Bedanya, kalau kuda ngos-ngosan paling jatuh sendiri. Kalau Fortuner atau Pajero ngos-ngosan di tol, bisa ngajak orang lain ke rumah sakit bareng-bareng.

Rawan limbung

Pernah naik odong-odong yang kalau belok rasanya kayak mau tumbang? Nah, sensasi itu kurang lebih sama dengan Fortuner atau Pajero Sport yang dipaksa menikung cepat. Tinggi, berat, pusat gravitasinya kelewat tinggi. Takumi Initial D aja geder kalau ngebut pakai mobil ini, makanya dia tetap setia sama AE86.

Di forum otomotif, kata “limbung” sudah kayak mantra sakral. Pemilik Fortuner sampai rela pasang stabilizer tambahan biar mobilnya nggak gampang goyang. Tapi ya mau diapain, hukum fisika itu keras kepala. Kalau tubuh mobil jangkung, jangan harap bisa lincah nikung. Sama aja kayak saya disuruh ikut lomba balap karung: jalannya bisa, tapi penuh risiko jatuh terguling.

Berat bukan berarti aman

Argumen klasik para pemuja SUV: “Tenang, mobil ini gede, pasti aman.” Ya, benar kalau yang ditabrak Avanza. Tapi begitu SUV ini terguling sendiri, ya wassalam. Berat yang tadinya bikin percaya diri malah jadi beban.

Bayangkan saja: kalau motor jatuh, paling lecet. Kalau SUV segede Pajero terbalik, hasilnya mirip kontainer nyungsep. Orang dalam bisa ketindih, orang luar bisa ketiban. Dan biasanya, headline berita nggak peduli itu Fortuner 700 juta atau Pajero Dakar Ultimate. Yang mereka tulis sederhana: “SUV Mewah Terbalik, Sopir Ngaku Cuma Mau Nyalip.”

Baca Juga:

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

Kenapa masih nekat?

Jawaban paling gampang: gengsi. Pajero dan Fortuner itu status sosial berjalan. Duduk tinggi bikin sopir merasa seperti raja jalan. Apalagi mesinnya diesel turbo yang torsi awalnya mantap, bikin mereka percaya diri seolah mobilnya ringan kayak Yaris. Padahal itu cuma efek placebo. Begitu speedometer nyentuh angka tinggi, karakter aslinya keluar: limbung, lamban respons, gampang panik kalau harus pindah jalur mendadak.

Tapi rasa percaya diri palsu memang candu. Sopirnya merasa gagah, padahal yang dilihat orang lain justru: “Wah, ada lagi bapak-bapak midlife crisis cosplay jadi pembalap tol.”

Pesan untuk para pengemudi Pajero dan Fortuner

Saya paham, bawa Fortuner atau Pajero itu menyenangkan. Tinggi, lega, berasa tank pribadi. Tapi tolong, jangan salah gunakan. Mobil ini diciptakan buat tahan banting di jalan jelek, bukan buat gaya-gayaan di tol.

Kalau mau balapan, ada sirkuit. Mau uji adrenalin, ada trek drag race. Kalau cuma mau unjuk gigi, mending ikut karnaval 17-an di kampung sekalian, biar ditonton banyak orang sambil diiringi dangdut koplo.

Pajero Sport dan Fortuner itu seperti sepatu boots kulit: keren, kokoh, gagah. Tapi coba lari 100 meter pakai boots, yang ada engkel keseleo. Sama halnya dengan SUV jangkung ini—raja di jalan rusak, tapi badut kikuk saat dipaksa di jalan tol.

Jadi, sebelum nekat menginjak gas dan berimajinasi jadi Dom Toretto, ingatlah: mobilmu itu bukan kuda pacu. Dia cuma truk logistik yang dipoles biar kelihatan mewah. Dan kalau dipaksa balapan, hasilnya bisa sama tragisnya kayak truk nyungsep di tanjakan Nagreg.

Pada akhirnya, orang lain tidak akan ingat seberapa mahal SUV yang kamu kendarai. Mereka cuma akan ingat headline berita: “SUV Mewah Terbalik, Pengemudi Mengaku Cuma Coba Nyalip.” Dan percayalah, itu bukan prestasi, itu cuma tiket masuk ke klub pengemudi tolol.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Toyota Fortuner, Mobil yang Memancarkan Aura Kesombongan dan Membuat Pengendara Lupa Diri Sesaat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2025 oleh

Tags: Fortunerjalan tolmobil SUVpajeroSUVSUV besar
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren

Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren

22 Februari 2020
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Ragam Mobil yang Dijual Kemahalan di Indonesia Terminal Mojok

Ragam Mobil yang Dijual Terlalu Mahal di Indonesia

25 Agustus 2022
Pelase, Stop Menggunakan Bahu Jalan Tol sebagai Jalur Menyalip!

Please, Stop Menggunakan Bahu Jalan Tol sebagai Jalur Menyalip!

1 November 2024
Jalan Layang MBZ: Jalan Tol yang Nggak Sekaya Namanya. Boro-boro Nyaman, Keamanannya Saja Diragukan

Jalan Layang MBZ: Jalan Tol yang Nggak Sekaya Namanya. Boro-boro Nyaman, Keamanannya Saja Diragukan

8 Juli 2024
Tanpa Tol Ngawi, Perjalanan Warga Timur Jateng Bisa Jadi Mimpi Buruk

Tanpa Tol Ngawi, Perjalanan Warga Timur Jateng Bisa Jadi Mimpi Buruk

22 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan Mojok

3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan

18 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal Mojok.co

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

18 Juni 2026
Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.