Sebelum merantau ke Malang, saya cuma tahu satu kampus swasta di Malang, yakni Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM. Namun, sejak merantau ke Paris of East Java ini, saya jadi tahu satu perguruan tinggi swasta lain yang tak kalah legendaris dan kompetitif. Betul, ia adalah Universitas Merdeka atau biasa disingkat Unmer.
Kebetulan Universitas Merdeka ini dekat dengan kos saya. Ada beberapa anak kos kuliah di sana maupun atau lulusan sana. Lokasinya yang dekat dengan tempat tinggal bikin saya selalu lewat kampus tersebut. Dan, pengalaman ini meninggalkan kesan yang baik.
Di samping kampus, tepatnya di pinggir jalan raya seberang Indomaret terdapat masjid Al-Huda Unmer. Saat pertama kali mengunjunginya saya betahnya bukan main. Masjid itu sangat bersih, rapi dan strategis karena tepat berada di pinggir jalan raya menuju dan dari arah pusat kota. Banyak juga pengunjung bukan dari kalangan civitas akademik atau mahasiswa Unmer.
Image bersih, rapi, dan strategis juga terlihat dari gedung rektorat dan gedung fakultas yang berada di sekitarnya. Sayatahu karena terlalu sering lewat Jalan Terusan Dieng yang ada gedung rektorat yang identik dengan warna hitam oranye
Universitas Merdeka kompetitif
Di telinga orang luar Malang, Unmer mungkin tak sepopuler UMM. Namun, pengalaman mengunjungi beberapa fasilitasnya seperti masjid dan lapangan, saya merasa kampus swasta ini patut diperhitungkan.
Terlebih, saya baru tahu kalau universitas swasta ini ternyata kompetitif. Menurut laman Edu Rank, Universitas Merdeka Malang menempati posisi 71. Satu tingkat di atas Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah lebih familiar bagi saya.
Tiga komponen penilaian utama dalam penilaian posisi universitas di seluruh Indonesia ini didasarkan kepada: Pertama, publikasi dan penelitian (research outputs). Kedua, kepentingan/ prestasi non akademik (non-academic prominence. Ketiga, pengaruh serta sebaran alumni.
Selain itu, dilihat dari media sosial @unmermlg dan website unmer.ac.id, transparansi informasi perihal penelitian, prestasi non akademik dan sebaran alumni cukup baik disampaikan.
Misalnya perihal komponen pengaruh serta sebaran alumni diinformasikan dengan baik melalui nama program khusus yang bernama “Alumni Back To Campus.”
Kampus swasta yang patut diperhitungkan
Sebagai orang awam soal ke-unmer-an, saya bisa melihat bagaimana Unmer memberikan kesempatan bagi para alumni untuk berbagi pengalamannya juga memberi kesempatan bagi para mahasiswanya untuk memberikan gambaran bagaimana kehidupan setelah lulus kuliah. Dalam marketing, ini juga menjadi social proof bagi calon mahasiswa juga keluarganya untuk menambah keyakinan untuk kuliah di Unmer.
Walaupun saya baru tahu Unmer sejak saya tinggal di Malang, tapi saya cukup kaget karena Unmer sudah terkenal di wilayah Indonesia Timur. Banyak mahasiswa dan alumni Unmer yang berasal dari wilayah Indonesia Timur.
Ini terbukti dari para tetangga kos saya yang kuliah di Unmer yang hampir semua berasal dari wilayah Indonesia Timur. Tetangga seberang kamar kos saya misalnya, dia berasal dari Flores Nusa Tenggara Timur dan baru lulus Unmer jurusan Psikologi.
Ketika saya tanya “Dulu kenapa mau kuliah di Unmer?” Jawabannya “Banyak saudara tetua-tetua yang kuliah di Unmer dulu dan sudah terkenal di sana, biayanya juga masih terjangkau bagi kami.”
Selain terkenal di wilayah Indonesia Timur, bagi daerah luar di sekitar Malang seperti Ponorogo, Kediri, Blitar, dan Pasuruan, Unmer jadi salah satu kampus prestige yang jadi pilihan bagi warga daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sebagai perantau yang tinggal di dekat Kampus I Unmer dan bertetangga kos dengan mahasiswa dan alumni Unmer saya setuju akan posisi Unmer sebagai kampus swasta terbaik di Malang (walaupun agak shock kecil karena saya sebelumnya tidak begitu mengenal Unmer).
Banyak cara untuk kuliah terjangkau
Kampus swasta identik dengan “biaya mahal.” Namun, alih-alih fokus ke stigma biaya mahal, Unmer melakukan pendekatan yang ciamik untuk menghargai perjuangan para calon mahasiswa selama di jenjang sekolah sebelumnya.
Berdasar brosur Unmer 2026, ada beberapa cara untuk mendapat potongan harga dan manfaat bagi calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik (bagi mereka dengan nilai rata-rata rapor di atas 80) maupun prestasi non-akademik di bidang seni dan olahraga baik di level kota/ kabupaten hingga internasional. Ada juga beasiswa bagi ketua OSIS saat SMA/ SMK/ MA hingga anak guru yang masih aktif menjadi guru SMA/ SMK/ MA.
Jadi kalau kalian sedang mencari kampus swasta yang berkualitas, fasilitasnya baik, dan terjangkau. Universitas Merdeka ini bisa jadi pertimbangan.
Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













