Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman

Iqbal AR oleh Iqbal AR
15 September 2020
A A
Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman terminal mojok

Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman terminal mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah video pendek yang menunjukkan bagaimana kegiatan ospek daring di salah satu universitas negeri di Indonesia mendadak ramai dibicarakan. Dalam video tersebut, terlihat bagaimana beberapa mahasiswa senior yang marah-marah ke mahasiswa baru dengan alasan yang tidak jelas. Salah satunya adalah saat mahasiswa senior menyuruh mahasiswa baru untuk menunjukkan ikat pinggang, tetapi dengan nada tinggi dan mata yang agak melotot. Setelah video ini diunggah pertama kali entah oleh siapa, warganet dengan cekatan langsung mengambil posisi dengan mengeluarkan opininya masing-masing, yang kebanyakan kontra dengan praktik ini.

https://twitter.com/Abid_yaa/status/1305481689070596097?s=19

ADVERTISEMENT

Berbicara masalah kultur ospek di universitas memang tidak ada habisnya. Selalu ada cerita menarik ketika ospek di masing-masing universitas. Sejarah tentunya mencatat bagaimana kultur ospek di universitas kental dengan unsur perploncoan yang cukup kejam selama bertahun-tahun. Mahasiswa digembleng fisik dan mental dengan dalih kedisiplinan dan ketahanan mental, dalih yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan praktik yang terjadi. Hingga akhirnya pada lima tahun terakhir, ketika praktik perploncoan ospek di universitas resmi dilarang.

Tidak boleh ada lagi ospek yang berbau fisik. Tidak ada pula kostum-kostum aneh yang biasanya menjadi momok bagi mahasiswa baru. Bahkan beberapa universitas tidak mengizinkan kegiatan ospek dilakukan di luar ruangan. Tidak ada lagi jemur-menjemur mahasiswa. Sistem ospek selama lima tahun terakhir berubah yang awalnya seperti seleksi ABRI, menjadi lebih manusiawi dan benar-benar fokus pada pengenalan kehidupan kampus. Meskipun pada praktiknya masih ada saja ospek-ospek yang colongan berbau fisik atau marah-marah tidak jelas seperti video yang kemarin sempat viral.

Kembali ke video ospek yang sempat viral kemarin, wajar memang kalau banyak sekali warganet yang kontra, bahkan marah melihat apa yang terjadi. Ospek yang seharusnya menjadi sebuah ajang pengenalan kehidupan kampus yang demokratis dan egaliter, eh, masih saja melestarikan budaya-budaya feodal dengan marah-marah tidak jelas kepada mahasiswa baru. Alasannya pun sederhana sekali, hanya disuruh memerlihakan ikat pinggang. Tapi, kok ya dengan marah-marah. Sudah begitu, marah-marahnya daring lagi. Lihat mahasiswa senior marah-marah di depan mata saja sudah aneh, apalagi daring, ya tambah aneh. Mahasiswa baru harusnya tertawa geli ketika dimarahi daring seperti ini.

Setelah video ini ramai dibicarakan dan nama kampus tersebut agaknya menjadi jelek, muncul pula buzzer-buzzer kampus yang membela kegiatan tersebut. Buzzer-buzzer tersebut muncul dengan opini serupa, bahkan dengan susunan kalimat yang sama. Mereka juga pakai tagar seperti buzzer-buzzer lainnya. Kata mereka, orang-orang yang kontra dengan video ospek tersebut tidak merasakan apa yang terjadi dan tidak tahu-menahu. Bahkan mereka masih berdalih dengan omong kosong “melatih mental” atau “melatih kedisiplinan”, yang mana dalih-dalih tersebut sudah usang dari kapan tahun.

https://twitter.com/mahasiswaYUJIEM/status/1305548782243704833

Perlu dipahami juga bahwa praktik ospek feodal seperti ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Dalih bahwa ospek seperti ini akan melatih kedisiplinan dan mental mahasiswa baru, tentu tidak akan terjadi dan hanya berakhir sebagai pembenaran. Pada kenyataannya, praktik ospek feodal ini hanya akan menimbulkan dendam turun-temurun. Mahasiswa senior mengospek mahasiswa baru dengan cara yang sama seperti dia dulu diospek, yaitu dengan cara-cara aneh seperti main fisik atau marah-marah tidak jelas. Ospek pada akhirnya hanya jadi pemuasan ego mahasiswa senior yang masih menyimpan dendam, alih-alih menjadi ajang pengenalan mahasiswa baru.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus

Melihat dan mencermati kembali video tersebut, tebersit rasa kasihan yang cukup mendalam terhadap kedua pihak, baik itu mahasiswa senior atau mahasiswa baru. Rasa kasihan terhadap mahasiswa senior ini lebih pada kasihan karena mereka kok ya masih percaya diri dengan marah-marah tidak jelas kepada mahasiswa baru. Marahnya daring lagi. Kalau untuk mahasiswa baru, jelas kasihan karena belum juga masuk kuliah sudah berhadapan dengan senior gila hormat seperti itu. Mereka yang masuk kuliah tahun 2020 berharap ospek dan kampusnya lebih demokratis dan egaliter, eh tradisi feodal malah dilestarikan.

Maka dari itu, tradisi feodal yang ada dalam ospek di universitas harusnya ditiadakan saja. Tidak ada gunanya lagi marah-marah tidak jelas kepada mahasiswa baru. Toh, sudah tidak zaman juga. Lain kali kalau mau membuat atau merancang sistem ospek, dipikir dengan pikiran manusia lah. Tradisi usang kok masih dipakai, apa tidak malu?

BACA JUGA Kemunculan Akun @polisimaba Menunjukkan Ospek Lebih Baik Ditiadakan dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: daringospekpandemi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Terima Kasih Pemerintah Telah Melahirkan Konspirator seperti JRX terminal mojok.co

Terima Kasih Pemerintah Telah Melahirkan Konspirator seperti JRX

14 Juli 2021
bioskop karia mojok.co

5 Alasan Menahan Diri ke Bioskop Saat Resmi Buka

11 Juli 2020
Ospek Memang Ada Manfaatnya, tapi Peraturannya Itu, loh, yang Nggak Banget. Bisa Lebih Masuk Akal Nggak?

Ospek Memang Ada Manfaatnya, tapi Peraturannya Itu, loh, yang Nggak Banget. Bisa Lebih Masuk Akal Nggak?

21 Juli 2024
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

4 Mitos Dunia Kerja yang Sering Terdengar Semasa Kuliah

30 Agustus 2021
Pengalaman Saya Menjadi Maba Universitas Negeri Surabaya UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

Pengalaman Saya Menjadi Maba UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

6 Agustus 2023
cabin fever isolasi perasaan stres depresi mojok

Mengenal Cabin Fever, Penyebab Depresi di Kala Pandemi

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.