Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tetaplah Bahagia, meski Hampir Gila

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
17 Juli 2021
A A
tetaplah bahagia meski hampir gila mojok

tetaplah bahagia meski hampir gila mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Bahagia, agaknya, jadi hal yang paling penting sekarang. Bahkan lebih penting ketimbang mimpi-mimpi besar yang kita pupuk di masa lalu.

Jumat dini hari kemarin, tetangga saya meninggal karena Covid-19. Awalnya, di kelurahan saya, hanya daerah kampung saya yang aman dari Covid-19. Namun, selayaknya cerita hantu, kematian hanya tinggal menunggu waktu saja menyebar dari satu tempat ke tempat lain.

Berita kematian kini lebih sering terdengar, dan kabar buruk datang seperti angin kencang di sore hari. Saya terlalu sering mendengar ibu dan ayah saya mengangkat telepon, lalu mengucap kesedihan karena satu per satu temannya terkena Covid-19. Dan saya mulai khawatir dengan kesehatan mental mereka berdua, yang pada akhirnya bikin saya hidup dipenuhi ketakutan.

Ayah dan Ibu saya sudah tua. Istri saya hamil. Cucu ibu masih kecil, dan adik saya masih kelas dua SMP. Kakak saya bekerja sebagai nakes garda depan. Dikelilingi oleh mereka adalah salah satu harta yang kini masih bisa saya miliki. Namun, di masa ini, harta tersebut bisa terenggut dari tangan saya kapan saja. Bahagia rasanya jadi barang yang amat mahal dan benar-benar langka.

Anggota keluarga saya, di mata negara, hanyalah angka yang terpaksa dicatat jika hal terburuk terjadi. Dan itu yang benar-benar saya pandang dengan amarah, bahwa siapapun yang tumbang karena Covid-19 akan dipandang sebagai angka yang (mungkin) dicatat. Dan sejauh ini, negara bahkan begitu payah hanya untuk sekadar mencatat.

Kita disuguhi sirkus-sirkus berupa statement tak penting dan menghina semenjak pandemi awal menghantam dunia. Hingga kini, ujaran-ujaran dari orang yang harusnya bertanggung jawab masih sama, yaitu tak memberi signifikansi apa pun. Padahal negara ini sudah dihantam sejak lama, tapi tak satu pun langkah yang menunjukkan bahwa pemangku kebijakan belajar sesuatu tentang pandemi ini.

Masih ada ujaran dengan formulasi “dalam X hari, semua akan terkendali”, “kita tidak mengalami X, tapi XX”, “yang meninggal tidak berjumlah XXX, tapi XX”. Ujaran tersebut, hanyalah usaha untuk membohongi rakyat agar rakyat tetap tenang dan percaya pada kinerja mereka.

Tapi, apakah ada kepercayaan yang terbangun dari tumpukan kebohongan?

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Rakyat tidak pernah diberi kepastian, sesuatu yang bisa dipegang untuk dijadikan landasan kepercayaan. Bahkan, untuk meraih kebahagiaan saja, rakyat semacam harus “membelinya” dengan usaha-usaha yang harusnya tak perlu dilakukan.

Kebahagiaan, pada titik ini, adalah harta yang begitu berharga. Bahkan saya agak ragu bahwa uang bisa membelinya di waktu-waktu ini. Bagaimana bisa bahagia jika orang terdekat Anda bisa terkena virus kapan saja? Atau, bagaimana bisa bahagia jika orang terdekat kita terkena virus, fasilitas yang ada sudah mulai tersengal nafasnya?

Bisakah kita bahagia jika kita tahu bahwa apa-apa yang kita punya akan terenggut tanpa bisa kita melawan?

***

Selama di rumah, saya mulai mencoba menghargai hal-hal kecil yang ada di sekitar saya. Celotehan anak kakak saya, betapa lucunya tingkah tetangga yang unik, juga waktu bersama keluarga. Di masa mengerikan ini, bersama keluarga adalah hal yang paling berharga. Sebaris lirik “harta yang paling berharga adalah keluarga” bukanlah untaian bait pemanis lagu, tapi ia menjelma menjadi pegangan hidup yang berarti.

Saya jadi lebih lunak ketimbang dulu. Dulu saya menahbiskan diri jadi lelaki yang akan menantang dunia, kini saya hanya ingin bahagia dengan apa-apa yang ada. Dan karena itulah saya meyakini bahwa mengkhawatirkan masa depan yang bakal terlihat buruk karena ulah pemangku kebijakan ujungnya menggerogoti saya. Lalu saya memutuskan, apa pun yang terjadi, saya harus tetap hidup, dan tetap bahagia.

Sebelum berangkat kerja—yang sebenarnya hanyalah keluar kamar menuju ruang tamu—saya mencium perut istri saya yang mulai terlihat membesar. Saya mengingatkan ibu jika dia mulai terlihat lelah. Saya menemani bapak berbincang di sore hari. Hal ini selalu dan akan terus saya lakukan, karena hal itulah yang bikin saya bahagia.

Pada akhirnya, bahagia adalah satu-satunya hal yang membuat kita waras di tengah karut marut negara ini. Atraksi orang-orang penting di negara ini tak akan berhenti, meski kita mengutuknya hingga berbusa. Meski kita hanya dianggap sebagai angka, bukan berarti kita akan diam saja dan tak melawan.

Saya hanya berharap orang-orang tetap bahagia, entah bagaimana caranya, di tengah ketidakpastian dan atraksi bodoh yang kita lihat tiap hari. Sebab, hanya hal itu yang kita punya untuk melawan rasa-rasa yang tidak menyenangkan yang akan menyerang tiap hari. Dan percayalah, kalian berharga, dan berhak bahagia.

Tetaplah berusaha bahagia, meski hampir gila.

BACA JUGA Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2021 oleh

Tags: BahagiaKeluargaKesehatan MentalnegarapandemiPojok Tubir Terminal
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Betapa Anehnya Jika Calon Pejabat Masih Mencatut Silsilah Keluarga di Baliho terminal mojok

Betapa Anehnya Jika Calon Pejabat Masih Mencatut Silsilah Keluarga di Baliho

14 Agustus 2021
Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Sebagai Warga Desa, Saya Justru Repot Ngadepin Mahasiswa yang KKN Online

30 Juli 2021
marjinal negri ngeri mojok

‘Negri Ngeri’ Adalah Gambaran Indonesia Saat Dihajar Pandemi

7 Juli 2021
paket wisata vaksinasi bali mojok (1)

Paket Wisata Vaksinasi Adalah Gambaran Kesenjangan Sosial Kala Pandemi

4 Juli 2021
Bikin Bahagia Semua Orang Adalah Kemustahilan dan Kita Harus Menyadarinya

Bikin Bahagia Semua Orang Adalah Kemustahilan dan Kita Harus Menyadarinya

4 Desember 2019
Mereka yang Bikin Teori Konspirasi tentang Kartun Adalah Orang Paling Goblok! 4 Bakat SpongeBob Lain yang Masih Terpendam Selain Jadi Koki terminal mojok.co

Mereka yang Bikin Teori Konspirasi tentang Kartun Adalah Orang Paling Goblok!

1 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.