Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Ormek Kayak HMI dan PMII yang Akurnya Cuma Lewat Ucapan “Selamat Ulang Tahun” Itu Kenapa, sih?

Aly Reza oleh Aly Reza
9 Februari 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

HMI sebagai salah satu ormek (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) yang kiprahnya turut mewarnai dinamika politik kampus baru saja merayakan hari jadi yang ke-73 pada Rabu (05/02) lalu. Ciyeee ultah ciyeee. Ucapan “selamat ulang tahun” dan sejenisnya pun bertaburan di hampir setiap linimasa media sosial. Dari story WA, Instagram, Twitter, Facebook, barangkali juga Telegram. Banjir ucapan tidak hanya datang dari kader-kader militan nan intelektuilnya. Ormek-ormek lain pun berebut memberikan ucapan lewat beragam jenis poster, mulai dari yang desainnya pakai Corel Draw sampai yang cuma pakai aplikasi Canva juga nggak mau kalah. Tidak terkecuali rival sebelahnya; siapa lagi kalau bukan PMII.

Ada salah satu kawan angkatan saya (kader PMII) yang dalam story WA-nya menuturkan rasa turut bahagia seraya menyertakan doa-doa seperti, “panjang umur”, “makin maju”, “mabruk”, dan harapan-harapan baik lainnya. Pemandangan yang harmonis, bukan? Keharmonisan yang didramatisir dan manipulatif. Duh. Lantaran saya nggak terbiasa mengumpat dengan kata kasar, hipokrit, kurang lebih itu istilah ilustratifnya. Masih terlalu kasar, ya? Maaf, maaf.

FYI, saya ini eks simpatisan kader PMII, tapi itu udah dua setengah tahun yang lalu, manakala saya masih berwujud mahasiswa baru nan nyu-unyu. Yang mana saya masih doyan banget sama wacana kritis dan narasi-narasi hiperbolis kakak-kakak senior gombal itu. Banyak hal dan nggak sedikit alasan yang membuat saya harus berpikir ulang: antara bertahan atau berhenti di tengah jalan. Meski tagline-nya yang berbunyi “mundur satu langkah adalah sebuah bentuk penghianatan” cukup intimidatif, toh akhirnya saya memilih jalan merdeka juga. Apa saya layak disebut penghianat? Boleh saja, tapi saya nggak pernah merasa mundur. Sebab yang saya lakukan adalah maju beberapa langkah ke depan—menentang arus. Hadaaahhh malah curhat.

Salah satu anasir yang akhirnya memantapkan saya buat keluar dari lingkaran kawan-kawan aktivis berjas biru itu sebenarnya sederhana saja: ya perihal ucapan “selamat ulang tahun” itu tadi. Kok terkesan nggak penting banget gitu, ya?

Begini, di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA)—kampus tempat saya menunda nganggur saat ini—rivalitas antar HMI dan PMII emang sudah menjadi rahasia umum. Persaingan untuk menguasai titik-titik sentral dalam biorkrasi selalu berhasil memicu ketegangan kedua belah pihak hampir dalam segala urusan. Pada mau menang sendiri, begitu bahasa sederhananya. Mungkin saya saja yang terlalu idealis. Saya memimpikan sebuah persaingan yang sehat dan sportif, walau pada akhirnya “tidak ada yang benar-benar bersih dalam politik” seolah menjadi dinding tebal yang mustahil saya robohkan sendirian. Saya tidak tahan.

Kasus di kampus saya, PMII tampil sebagai sebuah badan yang cukup superior, sehingga beragam cara dihalalkan untuk menutup ruang gerak rival sebelahnya. Bertahun-tahun HMI tenggelam dalam kontestasi politik di UINSA Raya.

Kasus yang paling baru misalnya, pada 2018 lalu di depan lobi Fakultas Adab dan Humaniora terjadi bentrok—kontak fisik—antara beberapa kader HMI dan PMII. Dari pihak PMII berdalih bentrokan yang terjadi sebenarnya antara HMI dan Senat Mahasiswa Fakultas, perihal perizinan tempat. Tapi diakui atau tidak, ha wong senat ini isinya ya orang-orang PMII semua. Kronologinya, HMI (katanya) sudah mengajukan izin peminjaman tempat untuk membuka stand. Karena merasa dipersulit, walhasil terjadilah bentrok tersebut. Atau jika saya simpulkan, Senat Mahasiswa Fakultas yang diisi oleh orang-orang PMII cenderung sengaja mempersulit karena di sisi lain PMII juga membuka stand rekrutmen. Kalau HMI diberi izin buka stand dengan cuma-cuma, takutnya kalah peminat, sementara kepentingan tidak boleh tersendat.

Maka lucu saja pas ngelihat anak-anak PMII—di kampus saya—ngasih ucapan “selamat ulang tahun” ke anak-anak HMI. Apalagi disertai doa “moga makin maju”, walah malah tambah lucu. Gimana mau maju kalau langkah kaki dijegal melulu wqwqwq. Bener-bener nggak sinkorn antara ucapan dan perbuatan. Kalau emang dari ucapan udah kelihatan support sama progress HMI, harusnya dipraktikkan juga to biar lebih afdhol. Artinya, persaingan yang sampai pada tahap perseteruan itu harus diakhiri. Lebih kooperatif aja gimana? Kalau Pak Prabowo sama Pak Jokowi aja bisa, masak kalian nggak? Malu ah sama Pak Presiden dan Pak Menhan.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Pura-pura baik dan simpati nggak bakal ngerubah apa pun. Apalagi cuma setahun sekali pas momen ulang tahun. Mbok ya nggak usah nanggung-nanggung, kalau dari awal emang udah sentimentil, yaudah nggak usah sok harmonis gitu kalau ujung-ujungnya nyakitin lagi, njegal lagi huhuhu. Begitu juga kalau niatnya emang mau baikan beneran. Mengaku saja, sebenernya saling bermusuhan itu nggak enak, to?

Berhenti saling menjegal, cukupkan saling menjatuhkan. Sesekali cobalah merenung, misalkan, saya sebagai anak PMII berpikir dengan sejujur-jujurnya perihal Imam Nahrawi (kader PMII dan juga mantan Menpora) yang baru saja tersandung kasus dan terpaksa harus diringkus KPK. Atau misalkan, saya sebagai anak HMI berpikir dengan sejujur-jujurnya perihal HMI connection dalam skema pelengseran Gus Dur yang baru-baru ini diviralkan oleh Virdika. Setelah itu pandanglah ke arah diri masing-masing. Ternyata keduanya tidak jauh berbeda.

BACA JUGA Apa Bedanya ‘Akbar Tandjung Connection’ dengan ‘HMI Connection’? atau tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2020 oleh

Tags: HMIMahasiswaOrmekPMIISelamat Ulang Tahun
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

13 Juni 2023
tipe mahasiswa kelas sore mojok

4 Tipe Mahasiswa Unik yang Bisa Ditemukan di Kelas Sore

8 November 2020
4 Warung Ayam Penyet Favorit Mahasiswa UNS Terminal Mojok

4 Warung Ayam Penyet Favorit Mahasiswa UNS

15 Desember 2022
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto

UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto

4 Oktober 2023
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Asisten Dosen: Tugas (Terlihat) Elit, Sidang Sulit

23 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.