Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

Ratih Yuningsih oleh Ratih Yuningsih
15 Februari 2026
A A
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto memang lebih populer

Kesalahpahaman ini tidak semuanya salah orang Purwokerto yang terlalu menyanjung kecamatannya tersebut. Ada banyak alasan yang menyebabkan penduduk daerah lain menganggap jika Purwokerto itu kota sendiri penuh dengan modernisasi. Sedangkan Banyumas, kota yang entah seperti apa.

Maklum, Purwokerto merupakan kawasan strategis pusat administrasi dan pemerintahan daerah Kabupaten Banyumas. Banyak kantor dinas pemerintahan dan sekretariat di sana. Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyumas yang bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan administratif dengan cukup mendatangi satu tempat pun berada di sana.

Selain menjadi pusat administratif, ada banyak kampus terkenal dan beberapa di antaranya menggunakan nama belakang Purwokerto. Misalnya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Amikom Purwokerto, dan masih banyak lagi. Jadi, wajar saja kalau kecamatan tersebut lebih kondang di telinga orang luar daerah ketimbang nama kabupatennya.

Selain kampus, terkenal juga stasiun besarnya, yaitu Stasiun Purwokerto. Stasiun ini masuk dalam daftar stasiun favorit para pemudik Lebaran. Menawarkan berbagai kelas seperti ekonomi, bisnis, eksekutif, luxury, panoramic dan suite class compartment. Dengan ini berarti banyak kereta yang transit sehingga kecamatan ini jadi semakin terkenal.

Memberi kebanggaan tersendiri ketimbang mengaku Banyumas

Barangkali, alasan satu ini yang paling membuat orang Purwokerto itu bangga dengan kecamatannya, karena ramai dan maju. Jika membandingkannya dengan kecamatan lain, ia memang paling modern di Kabupaten Banyumas. No debat.

Mungkin alasan ini terdengar alay. Purwokerto itu punya mall. Stop, tidak usah mengolok-ngolok tulisan ini sembari mengabsen mall yang ada di tempat kamu tinggal. Nyatanya memang begitu, mereka lebih unggul dari kecamatan lain karena dunia modern berpusat di sana. 

Selain Mall, di sana juga sudah ada bioskop, kafe, hotel, dan resto fast food populer Coba bandingkan dengan Banyumas yang lebih identik dengan kawasan perdesaan, meskipun sebagian wilayahnya berada di pusat kota. Tetap saja Banyumas kalah populer.

Orang luar sudah terdoktrin

Saya pernah merantau di Jepara dan kebetulan satu area dengan anak Purwokerto yang ngomongnya pakai Bahasa Indonesia terus. Banyak perantau lain yang lantas mengira Purwokerto itu kota banget dan jauh berbeda dengan Banyumas. 

Baca Juga:

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Sisi Gelap Purwokerto, Kota Seribu Curug yang Membuat Wisatawan Tidak Mau Kembali

Namun, setelah mendapatkan pemahaman tentang kedudukan secara administratif, mereka jadi ngata-ngatain anak itu sok-sokan ngomong Bahasa Indonesia terus. Padahal, anak yang lain aja nggak masalah ngomong ngapak.

Saya nggak menyalahkan dia. Mungkin malu. Tapi, ini di Jepara, sama-sama Jawa. Kenapa malu ngomong ngapak yang sudah melekat dengan Banyumas? Padahal anak Purwokerto yang lain pun ngomong ngapak dengan fasih. Yah, rasa takut kena olok-olok itu memang kuat, sih.

Jadi, Purwokerto memang lebih maju dan saya sebagai orang Banyumas, sangat bangga. Namun, kenapa orang asli sana, susah sekali menyebut Banyumas sebagai daerah asal? Semalu itu? Terlalu sombong? Entah, lah.

Penulis: Ratih Yuningsih

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sisi Gelap Purwokerto: Sisi yang Tidak Terlihat karena Romantisasi Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2026 oleh

Tags: banyumasjeparakabupaten banyumasKecamatan Purwokertomengaku banyumasngapakorang purwokertopurwokerto
Ratih Yuningsih

Ratih Yuningsih

Seorang perempuan petualang yang menjadikan dunia sebagai buku bacaannya. Memiliki mimpi besar untuk menjejaki setiap sudut bumi, demi mengumpulkan fragmen kehidupan dan membagikan cerita yang mampu menyatukan hati setiap penghuninya

ArtikelTerkait

orang ngapak

Orang Ngapak: Ketika Sebuah Logat Menyimpan Kenangan

27 Agustus 2019
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Purwokerto dalam Ingatan Seorang Perempuan Hopeless Romantic (Unsplash.com)

Purwokerto dalam Ingatan Seorang Perempuan Hopeless Romantic

7 Oktober 2022
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

Selamat Hari Jadi Kabupaten Banyumas: Jalan Rusak, Macet, dan Kemiskinan Masih Menghiasi Kota Satria

21 Februari 2023
Jalur Cilongok-Pakuncen, Jalur Alternatif Purwokerto-Bumiayu yang Tidak Lagi Solutif

Jalur Cilongok-Pakuncen, Jalur Alternatif Purwokerto-Bumiayu yang Tidak Lagi Solutif

4 Desember 2023
4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain purwasera uin saizu

4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain

11 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

4 Maret 2026
Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

6 Maret 2026
Personal Branding Itu Tidak Penting

Personal Branding Itu Tidak Penting

6 Maret 2026
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan
  • Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan
  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.