Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan

Maria Lalita oleh Maria Lalita
3 Januari 2023
A A
Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan Terminal Mojok

Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mulai dari “November Rain” sampai “Ojo Dibandingke” pernah saya dengar jadi lagu pernikahan. Kenapa sih masyarakat kita kalau pilih lagu pernikahan cenderung nggak nyambung sama konsepnya?

Jujur saja, memutuskan bekerja di sebuah wedding venue setelah dinyatakan lulus dari fakultas hukum cukup membuat saya mengalami culture shock. Saya sering dibuat takjub oleh beragam kejadian yang saya alami selama bekerja. Kebanyakan jenaka, dan sebagian lainnya juga sering bikin sakit kepala. Namun kali ini kita mulai dari kasus sederhana dulu, yakni soal lagu pernikahan.

Serba-serbi memilih lagu pernikahan

Pemilihan lagu untuk mengiringi berlangsungnya acara pernikahan memang sering dianggap tak penting. Berdasarkan pengalaman saya, lagu pernikahan tak jarang baru dipikirkan hanya tiga hari sebelum acara dimulai. Tak sedikit pula calon pengantin yang menyerahkan langsung tugas ini pada pihak wedding organizer (WO).

“Wis, Mas/Mbak, tulung pilihno sisan,” kurang lebih begitu kalimat andalan para calon pengantin yang sering saya dengar. Meski begitu, dalam beberapa kasus, ada juga calon pengantin yang saking fokusnya memilih lagu pernikahan sampai lupa harus mengurus konsep dekorasi hingga pilihan menu katering.

Banyaknya lagu pernikahan memang tak jarang bikin sepasang calon pengantin kerepotan sampai akhirnya tak sedikit yang pasrah dan let it go saja asal semua tamu senang, kenyang, dan acara berjalan lancar. Masalahnya, orang-orang yang pasrah ini kadang tak menyadari bahwa alih-alih bermakna cinta sejati, kesetiaan, dan kesan romantis, lagu yang diputar di acara pernikahan mereka justru bersifat sebaliknya. Belum lagi fenomena teman atau saudara yang naik ke atas panggung untuk ikutan nyumbang lagu di acara pernikahan. Bisa jadi sak-sake, sing penting nyanyi. 

Contohnya saja beberapa lagu berikut yang sebenarnya nggak cocok-cocok amat untuk mengiringi pernikahan, tapi malah pernah dan bahkan sering saya dengar mengiringi acara pernikahan.

#1 “November Rain”

“November Rain” sering masuk dalam list request atau sumbangan lagu untuk pernikahan yang berlangsung di bulan November. Ditulis oleh Axl Rose dan dirilis dalam album Use Your Illusion, “November Rain” merupakan sebuah lagu ballad yang sangat terkenal di tahun 1990-an.

Memang sih video klipnya menayangkan beberapa adegan pernikahan, namun dalam sebuah wawancara, Axl Rose jelas menegaskan bahwa lagu ini tentang, “… a failing love affair,” alias tentang kisah cinta yang gagal atau bertepuk sebelah tangan.

Baca Juga:

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

Konon, adegan pernikahan dalam video klip itu sendiri merupakan versi fiksi dari kisah cinta Axl Rose yang sempat gagal menikah dengan seorang model bernama Erin Everly. Serius, lagu ini sebenarnya sangat nggak layak diputar di tengah acara pernikahan, jadi silakan dipertimbangkan kalau kalian mau nyumbang atau request lagu ini. 

#2 “Ojo Dibandingke” dan “Mendung Tanpo Udan”

Sopo wonge sing ra loro ati wes ngancani tekan semene
Nanging kabeh ora ono artine, raono ajine

Jelas saya mengernyitkan dahi ketika pertama kali mendengar lirik tersebut pada hari pertama saya bekerja di wedding venue. Siapa yang menyangka lagu patah hati karya Abah Lala, seniman asal Boyolali, lulus kurasi lagu pernikahan yang biasanya identik dengan lagu romantis.

“Ojo Dibandingke” memang jadi greatest hits untuk mengiringi sesi flash-mob di akhir acara pernikahan. Fenomena ini ternyata nggak hanya terjadi di tempat saya bekerja, tapi juga di gedung pernikahan lain hingga acara nikahan di rumah, bersaing dengan lagu berjudul “Mendung Tanpo Udan” yang dinyanyikan oleh Ndarboy Genk.

Secara personal sih kedua lagu tersebut memang cukup nyambung dengan kisah cinta saya yang boleh dibilang agak miris. Tapi, kalau untuk jadi lagu yang mengiringi acara pernikahan kayaknya harus dipertimbangkan lebih jauh, deh.

#3 “Ibu Pertiwi”

Serius, deh. Orang yang nyumbang lagu di pernikahan itu banyak macamnya, mulai dari nyumbang lagu dangdut sampai pop, dari karya top Celine Dion sampai Happy Asmara. Jadi jangan heran kalau ada yang nyumbang lagu bertema patriotik, salah satunya “Ibu Pertiwi” yang ditulis Ismail Marzuki.

Alih-alih heran atau kaget, saya sendiri justru mengapresiasi sikap nasionalis yang bahkan dibawa sampai ke pelaminan ini. Sungguh, apa pun menu kateringnya, kita tak boleh lupa terhadap rasa cinta tanah air. Walau tetap ra mashok juga, sih…

#4 “Hotaru No Hikari”

Lho, kok kaget begitu? Beneran, kalian nggak salah membaca judul tersebut. “Hotaru No Hikari” atau dalam bahasa Inggris “Light of The Fireflies” termasuk dalam daftar ini. Dinyanyikan oleh grup band asal Jepang, Ikimonogakari, lagu ini menjadi opening soundtrack serial Naruto: Shippuden.

Setelah bertanya pada teman saya yang memang suka nonton Naruto dan dengan senang hati menjelaskan maksud liriknya pada saya, sebenarnya lagu ini nggak aneh-aneh amat untuk mengiringi sebuah pernikahan. Saya saja yang kurang referensi. Rasa takjub dalam diri saya sebenarnya muncul ketika pada suatu waktu, lagu ini pernah dipakai untuk mengiringi sesi wedding entrance dengan konsep Jawa klasik di tempat saya bekerja.

Fenomena lagu pernikahan yang nggak nyambung dari sudut pandang WO

Didorong rasa penasaran, saya mencoba bertanya kepada beberapa staff WO terkait fenomena ini. Kok bisa sih lagu-lagu sedih atau bahkan nggak nyambung dengan konsep pernikahan, bisa lolos kurasi wedding songs?

“Kalau saya sih asal manten senang, saya ikut senang,” jawab Hani (bukan nama sesungguhnya), ketika sedang jam santai menunggu pengantin retouch riasan sebelum memasuki sesi resepsi. Jawaban Hani mendominasi berbagai pendapat yang saya dengar ketika pertanyaan ini diajukan kepada beberapa staff WO yang berbeda. Walau ada juga di antara mereka yang mengatakan, “Kadang saya sendiri juga nggak paham, kenapa ya memilih lagu kayak sembarangan gitu? Padahal kan acara sakral.” Atau, ada juga yang menjawab, “Lha wong mbayar, yo kene ming manut, Mbak.”

Buat saya yang pada akhirnya memahami kultur bidang pekerjaan ini, pemilihan lagu pernikahan memang sebaiknya jadi urusan personal klien. Kadang, saya juga masih kerap mengernyitkan dahi kalau dengar lagu-lagu tertentu diputar di pernikahan, sih. Padahal tak jarang, lagu pernikahan jadi bahan rasan-rasan tamu yang sibuk ngambil sop matahari, “Wong lagu sedih kok dinggo ngiringi manten!” Tetapi, kalau mengingat betapa ruwetnya mengurus pernikahan, saya jadi paham posisi para calon pengantin, persoalan daftar lagu pernikahan sebaiknya nggak usah tambah bikin pusing. Pengantin jelas hanya mengharapkan doa dan restu dari tamu undangan, bukan komentar ina-inu.  

Satu lagi, saya punya satu saran bijak untuk kalian yang paling nggak tahan lihat mic dan mas-mas organ tunggal nganggur di acara pernikahan–termasuk saya sendiri, yaitu—tak lain dan tak bukan—jadilah bijak, terutama soal memilih lagu. Taruhan sama saya, para pengantin di pelaminan bakal senyum lebar kalau kalian nyanyi “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki” di hari bahagia mereka.

Penulis: Maria Lalita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2023 oleh

Tags: lagulagu pernikahanPernikahanWedding Organizer
Maria Lalita

Maria Lalita

ArtikelTerkait

3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

21 September 2023
10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan

10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan

16 September 2022
5 Kue Tradisional yang Sering Muncul dalam Pernikahan Adat Bugis-Makassar Terminal Mojok

5 Kue Tradisional yang Sering Muncul dalam Pernikahan Adat Bugis-Makassar

8 September 2022
7 Lagu Emo dan Pop Punk Tahun 2022 dengan Vibes 2000-an Terminal Mojok

7 Lagu Emo dan Pop Punk Tahun 2022 dengan Vibes 2000-an

11 Maret 2022
Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa? Mojok

Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa?

13 November 2023
Tunangan Itu Penting Nggak, Sih? 

Tunangan Itu Penting Nggak, sih? 

27 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

5 Mei 2026
Sarjana Sastra Inggris Percuma Kuliah, Kursus Aja Udah Cukup (Unsplash)

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

4 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

5 Mei 2026
Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.