Olahraga itu Kebutuhan, Bukan Cuma Hobi

Banyak orang yang melakukan olahraga hanya sesempatnya atau bahkan tidak sama sekali. Padahal sebenarnya olahraga bukan cuma hobi, melainkan kebutuhan.

Artikel

Avatar

Kemajuan zaman, membuat segala sesuatu menjadi serba mudah. Bila dahulu ingin pergi ke suatu tempat, harus kita lakukan dengan berjalan kaki, akan tetapi kini bisa dengan mudah menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor. Ketika perut merasa lapar dan di rumah tidak ada makanan, tidak perlu bergerak repot-repot keluar rumah, cukup ambil smartphone lalu buka aplikasi layanan pesan antar makanan, tak butuh waktu lama, makanan pun sudah hadir mengetuk di depan pintu rumah kita.

Perubahan pola hidup yang mengurangi gerak langkah tubuh kita, disertai pola konsumsi makanan yang jauh dari empat sehat lima sempurna, tanpa disadari membuat ketahanan tubuh menurun yang pada akhirnya mudah terkena berbagai macam penyakit. Dan hasilnya pemandangan orang-orang yang terkena obesitas alias kegemukan menjadi sesuatu yang lumrah.

Sayangnya keadaan seperti ini tidak disadari oleh kebanyakan orang, sehingga tidak ada upaya pencegahan agar tubuh tetap fit dan sehat. Seperti sebuah kendaraan, tubuh ini butuh untuk dirawat. Mulai dari konsumsi makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan tentunya olahraga teratur.

Banyak orang yang melakukan olahraga hanya sesempatnya atau bahkan tidak sama sekali. Padahal sebenarnya olahraga bukan cuma hobi, melainkan kebutuhan. Dampak dari perbedaan badan yang tidak pernah berolah raga dan rutin berolah raga, tidak akan bisa dirasakan saat sekarang. Hasilnya baru bisa dirasakan 10 atau 20 tahun ke depan. Kebugaran tubuh akan terlihat jelas, apalagi jika sudah memasuki usia 50 tahun.

Berolahraga memang membutuhkan modal dan biaya, untuk yang paling murah seperti jalan kaki, minimal kita harus punya sepatu, kaos dan celana training. Apalagi olahraga seperti bulu tangkis dan futsal. Tentunya ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk sewa lapangan serta membeli shuttlecock. Daripada uangnya digunakan untuk biaya olahraga, bukankah lebih baik ditabung? Begitu mungkin pemikiran orang-orang yang tidak pernah berolahraga.

Baca Juga:  Bagaimana Jika Ternyata Rokok itu Baik?

Namun lihatlah nanti, uang yang ditabung tersebut kelak akan habis digunakan untuk biaya bolak-balik ke rumah sakit mengobati penyakit yang timbul dari pola hidup tidak sehat tersebut. Berolahraga sejatinya adalah sebuah investasi kesehatan di masa depan. Anggaplah uang yang kita keluarkan untuk pengeluaran olahraga serupa asuransi kesehatan yang bisa kita cairkan di masa depan dalam bentuk kondisi tubuh yang selalu sehat dan bugar.

Sulit merubah kebiasaan sebelum merubah pola pikir terlebih dahulu. Dari pola pikir yang baik akan diikuti oleh ucapan yang baik sambil melakukan perbuatan yang baik pula. Apa yang kita lakukan berulang-ulang tersebut akan membentuk pola kebiasaan yang pada ujungnya menjadi menjadi nama kita alias brand.

Berolahraga itu manfaatnya bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Lalu bagaimana kita bisa menyayangi orang lain jika diri sendiri saja tidak disayang? Memang bukan hal yang mudah untuk memulai sesuatu yang tidak pernah rutin kita lakukan. Mulailah dengan bergaul ke dalam komunitas olahraga tertentu, misalnya grup jalan sehat, lari santai, badminton atau pun futsal. Dari situ kita akan lebih termotivasi karena melakukan olahraga dilakukan secara bersama-sama.

Bukan cuma kesehatan yang didapat, bergabung dalam suatu komunitas akan membuka pintu-pintu rezeki yang selama ini tertutup. Tuhan memang memberikan rezeki kepada setiap insan, tapi rezeki tersebut tidak turun langsung dari langit. Ada perantara hingga rezeki tersebut sampai ke tangan kita, dan perantara tersebut adalah manusia lainnya.

Semakin banyak orang yang kita kenal, maka akan semakin banyak kemungkinan bagi kita untuk mendapatkan rezeki. Bagi yang sedang menganggur, dengan banyak kenalan bisa menanyakan tentang informasi lowongan kerja maupun peluang usaha yang bisa dikerjakan. Bagi yang belum punya jodoh siapa tahu dalam komunitas olahraga tersebut ada yang memiliki anak, ponakan, saudara, tetangga atau kenalan yang masih berstatus jomblo.

Baca Juga:  Gotong Royong yang Masih Lestari di Desa

Tak ada kerugian dalam berolahraga dan bergabung dalam komunitas olahraga. Banyak manfaat dan sedikit mudharat apabila dilakukan sesuai dengan porsinya.
Salam berolahraga!

---
318 kali dilihat

4

Komentar

Comments are closed.