4 Alasan Kenapa Harus Berhenti Main Mobile Legends

Artikel

Avatar

Semua orang tahu game ini, minimal pernah melihat orang memainkan game ini. Memang perlu diakui bahwa Mobile Legends dapat dikategorikan sebagai game yang dapat menjangkau semua strata kelas sosial di masyarakat. Promotor game ini yaitu para profesional player atau dijuluki pro player jumlahnya sangat banyak di YouTube. Tidak perlu repot-repot mencari channel mereka di kolom pencarian, secara otomatis video mereka akan otomatis nangkring di beranda.

Sekian banyak game yang dirilis di Indonesia, Mobile Legends tetap menjadi salah satu game yang menyedot banyak perhatian (anak-anak). Komunitas pemain game yang dirilis pada 2016 tidak bisa diremehkan karena berkembang luas bahkan bertambah setiap bulannya.

Moonton sebagai developer nyatanya berhasil menghipnotis banyak orang dengan selalu mengupdate skin setiap minggu bahkan hero baru sebulan sekali. Belum lagi sistem ranked yang dibuat seolah-olah menjadi tujuan hidup semua orang.

Bagaimana tidak, hampir semua video yang dibuat oleh pro player Mobile Legends menunjukkan bagaimana cara memenangkan pertandingan di mode ranked. Atau bagaimana cara mengguna hero ini, bahkan review skin berharga jutaan rupiah yang bikin ngiler.

Dear pro player, sadarkah berkat konten video anda ada banyak bocil (bocah kecil) yang rela tidak makan atau bahkan meminta uang kepada orang tuanya secara paksa hanya untuk membeli kostum virtual? Sangat miris tapi saya juga melakukanya terkadang.

Sampai-sampai saya curiga, jangan-jangan ada sebuah konspirasi di balik ini semua. Lantas sebuah pertanyaan muncul di benak saya. Bagaimana bisa game yang jenisnya MOBA seperti Mobile Legends bisa bertahan empat tahun dengan kesuksesan yang terus bertahan?

Setelah melakukan riset partisipatif memainkan game ini selama empat tahun lamanya, serta ikut memperkaya developer moonton, dapat ditarik alasan kenapa game Mobile Legends layak utuk kamu hapus dari ingatan seperti mantan yang menikah duluan.

Merakyat

Mobile Legends adalah game yang dapat menjangkau semua strata kelas sosial di masyarakat. Mau kalian nongkrong di warkop pinggir jalan atau cofeshop berkelas pasti kalau bertemu ngajak mabar.

Tidak diperlukan piranti macam-macam untuk memainkan game ini. Cukup sediakan HP, mau bagus atau kentang, lalu paketan internet. Masalah skill mah belakangan bisa diasah sambil jalan. Terakhir waktu luang yang pasti dimiliki oleh semua orang Indonesia.

Selain itu game bisa dimainkan oleh laki-laki dan perempuan, bahkan karena gameplay yang sangat mudah (dibagian tutorial dan rank bawah saja) seorang anak yang baru masuk taman kanak-kanak pun bisa memainkan game ini.

Baca Juga:  Efek Negatif ketika Pembalut Malam Dipakai Siang Hari

Saking banyaknya bocil di game ini para pemain sering gondok dan memilih untuk afk (away from keyboard) atau enggan bermain saat permainan berlangsung. Akhirnya para pemain yang kesal karena kalah menjadikan mereka sabagai bahan bullying olok-olokan. Sebagian besar penonton YouTube channel pro player juga bocah dibawah 18 tahun.

Melihat game semerakyat ini, saya menjadi khawatir kalau generasi muda indonesia bisa jadi tidak akan percaya lagi dengan para caleg bahkan capres yang ngaku-ngaku merakyat. Sehingga tidak akan lagi ada yang ikut nyoblos karena kepercayaan sudah sepenuhnya didedikasikan kepada Mobile Legends semata.

Kalian sebaiknya berhenti main karena alasan di atas. Politisi kalau kalian cuekin, mereka mau bohongin siapa, Gaes?

Terlalu fleksibel dan penuh bocil

Karena termasuk game ponsel, maka tingkat fleksibilitas dari Mobile Legends sudah tidak diragukan lagi. Mau kamu mainnkan sambil duduk, kayang, atau bahkan stalking mantan pun bisa. Perlu bukti? Lihat saja di warung-warung kopi dekat rumah pasti ada saja ponsel yang dimiringkan untuk bermain Mobile Legends.

Faktor ini pula yang membuat game ini tidak pernah sepi peminat, setiap detik selalu saja ada yang login dan bermain game ini, hanya saja terdapat segementasinya nih tipe-tipe para pemain berdasarkan waktu login ke game Mobile Legends.

Pertama bocil yang main di pagi, siang dan sore hari. Hindarilah jam ini karena dijamin hanya akan mengundang darah tinggi dan amarah. Para permain normal biasanya bermain malam hari selepas Isya sampai jam sebelas malam. Kecuali kamu suka uji nyali.

Cukup, apabila masih sayang dengan jantung dan tidak ingin meninggal di usia muda karena serangan darah tinggi sebaiknya kamu segera hapus sekarang juga game ini dari ponselmu. Bocil di game ini adalah sebenar-benarnya penyakit.

Hipnotis ala pro player

Coba kalian masuk ke YouTube gaming. Bisa dipastikan salah satu video teratas pasti video gameplay dari pro player Mobile Legends. Ini menandakan bahwa masih banyak yang menyukai video semacam ini. Padahal isinya dapat dipastikan penuh kata-kata kasar.

Video dari pro player ini akan menghipnotis kalian untuk login dan mengikuti permainannya. Kita seakan tiba-tiba jadi pro Gusion cem JessNoLimits atau jago Lunox macam Lemon. Ujung-ujungnya cuman jadi feeder.

Baca Juga:  Akh Deddy Corbuzier Masuk Islam, Emang Ukh Lucinta Luna Nggak Boleh Bersyukur Juga?

Video para pro player ini agaknya punya daya hipnotis yang cukup kuat untuk membuat kita setidaknya login sekali ke Mobile Legends. Momen terparah ketika skin hero terbaru keluar, otomatis pro player akan membelinya dan langsung mencobanya.

Mereka sih enak setelah membuat gameplay upload ke YouTube dapat AdSense. Lah kita yang hanya pemain biasa bisa apa? Iya bisa makan indomie di akhir bulan cuman gara-gara beli skin yang harganya ratusan sampai jutaan rupiah (Pengakuan dosa).

Mungkin untuk yang berpenghasilan hal semacam ini biasa saja. Tapi untuk anak-anak yang masih sekolah, apa tidak menangis dompet orang tuanya karena dimintai uang untuk membeli barang yang tidak nyata macam ini. Bukankah sebaiknya uangnya untuk join Ruangguru atau bahkan Zenius untuk menambah wawasan anak-anak.

Tapi kalau duit kalian banyak, bebas.

Konspirasi alien

Sumber Deepweeb yang sangat rahasia menyebutkan bahwa Mobile Legends merupakan sebuah prototipe yang dibuat oleh alien untuk mengetes sejauh mana manusia bumi bisa mengendalikan emosi dan rasa stressnya.

Bagaimana tidak stres dan penuh emosi, bayangkan saja untuk dapat memenangkan satu game dibutuhkan waktu minimal lima belas menit. Ini juga kalau teman satu timnya jago semua, lah kalau isi timnya bocil baru netes bisa dipastikan kekalahan ada di depan mata.

Di saat seperti inilah kemampuan kita mengontrol emosi diuji apabila kita bisa bangkit dan tidak gampang menyerah maka akan lolos dari prototipe buatan alien satu ini. Untuk yang  tidak bisa ya minimal banting ponsel atau mengumpat anjing bangsat sepanjang hari.

Saya takut, bisa jadi karena alasan-alasan tersebut apabila game ini terus dibiarkan berkembang bisa mengancam keamanan bangsa dan negara. Hentikan main Mobile Legends sekarang juga!

BACA JUGA Mobile Legends dan Orang-orang Menjengkelkan di Dalamnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
367


Komentar

Comments are closed.