Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh Terbaik untuk Belajar Nyetir

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
18 Juni 2026
A A
Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh yang Menemani Saya Belajar Nyetir Mojok.co

Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh yang Menemani Saya Belajar Nyetir (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nissan Grand Livina 2009 bisa jadi pilihan untuk kalian yang ingin belajar nyetir mobil.

Bagi sebagian besar Gen Z menyetir mobil mungkin bukan kemampuan yang istimewa lagi. Banyak dari teman saya bahkan sudah terbiasa nyetir mobil sejak SMA. Tak heran kalau mereka sudah mahir nyetir hingga parkir paralel sebelum masuk kampus.

Akan tetapi, bagi saya yang baru benar-benar belajar menyetir di usia 25 tahun, kemampuan mengendalikan mobil adalah tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri. Maklum, saya lahir bukan dari keluarga yang memiliki mobil sejak lama.

Awal latihan mobil tentu lebih sering kikuk memandangi spion daripada melihat pemandangan. Kaki kanan terasa kaku setiap kali harus mengatur pedal gas dan rem. Belum lagi ketakutan terbesar para pemula: mobil mati mendadak di tanjakan, salah masuk gigi atau menyenggol kendaraan orang di jalan sempit.

Beruntung, mobil pertama yang menemani proses belajar saya bukan kendaraan mewah yang membuat tangan gemetar setiap kali terkena baret. Mobil itu adalah Nissan Grand Livina 2009, sebuah mobil yang usianya bahkan mungkin lebih tua dari sebagian akun media sosial yang saya miliki.

Baca juga Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja.

Mobil sepuh yang mudah diajak berkompromi

Sebagai pemula, saya tentu tidak terlalu memikirkan soal tenaga atau performa tinggi dari sebuah mobil. Prioritas utama saya hanyalah mobil yang enak dikemudikan dan tidak membuat pengemudinya merasa takut kalau penyok atau baret.

Alhasil saya latihan menggunakan mobil Nissan Grand Livina 2009. Saya memang punyanya hanya mobil ini, hehehe. Namun, di balik itu, Grand Livine sudah dibekali mesin 1.500 cc empat silinder dengan tenaga sekitar 109 PS, performanya cukup untuk kebutuhan latihan berkendara sehari-hari. Akselerasinya terasa halus, sehingga pengemudinya bisa leluasa mengatur tekanan pedal gas serta menyesuaikan setir.

Baca Juga:

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Nissan Grand Livina: MPV yang Lincah di Jalan Datar, tapi Ampas di Tanjakan 

Karakter kemudi yang relatif ringan ini tentu menjadi nilai tambah. Bagi pengemudi berpengalaman hal ini mungkin sepele, tetapi bagi pemula, mobil yang “gampang di setir” atau dikemudikan tentu membantu membangun rasa percaya diri saat mulai beradaptasi dengan kondisi lalu lintas yang bahkan tak terprediksikan.

Bodi Nissan Grand Livina yang bongsor yang awalnya membuat khawatir

Meski demikian, bukan berarti proses belajar nyetir saya berjalan tanpa rasa cemas. Tantangan terbesar saya justru datang dari ukuran bodi Grand Livina yang cukup bongsor untuk ukuran orang yang sebelumnya hanya terbiasa mengendarai sepeda motor.

Dengan panjang kendaraan lebih dari 4,4 meter dan kapasitas tujuh penumpang, saya sempat khawatir ketika harus melewati tikungan sempit, memasuki gang perumahan, atau memarkirkan kendaraan.

Dan ya, kekhawatiran itu sempat menjadi kenyataan. Pada masa-masa awal belajar, saya pernah membaretkan Grand Livina ini saat belok di tikungan.

Untung goresannya tidak parah, tetapi cukup menjadi pengingat bahwa menyetir mobil tidak bisa hanya mengandalkan nekat dan insting saja. Terlalu ceroboh dan kemaki kalau kalian hanya mengandalkan keduanya.

Akan tetapi, dari situlah saya mulai terbiasa. Semakin sering digunakan, saya semakin memahami dimensi mobil ini dan lebih peka membaca ruang di sekitar kendaraan.

Kalau ada pepatah Jawa yang berbunyi “witing tresno jalaran seko kulino”, maka hubungan saya dengan Grand Livina mungkin dimulai dari versi yang sedikit berbeda “witing lancar nyetir jalaran seko tau mbaret-no” hehehe.

Baca juga Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat.

Sesepuh yang menjadi teman belajar menyetir

Ada alasan mengapa saya menyebut Nissan Grand Livina 2009 sebagai sesepuh. Dengan usia yang sudah lebih dari 15 tahun, mobil ini tentu tidak bisa disandingkan dengan mobil-mobil muda yang kini sudah dibekali kamera 360 derajat, sensor parkir di berbagai sisi, hill start assist, hingga beragam fitur keselamatan aktif yang siap membantu bagi pengemudinya.

Grand Livina generasi awal ini lebih menawarkan pengalaman yang jauh lebih bermakna. Misal, ketika hendak parkir, saya tentu tidak bisa mengandalkan kamera belakang beresolusi tinggi. 

Contoh lain, saat melewati jalan sempit, tidak ada sensor yang berbunyi mengingatkan jarak kendaraan dengan tembok atau pagar. Mau tidak mau ya saya harus belajar mempercayai spion, memperkirakan dimensi mobil, dan memahami situasi di sekitar kendaraan dengan kemampuan sendiri.

Di satu sisi, hal itu tentu menjadi kekurangan dibanding mobil-mobil modern yang lebih ramah bagi pengemudi pemula. Namun, di sisi lain, kesederhanaan itulah yang justru membuat Grand Livina menjadi “guru” yang baik. Mobil ini memaksa saya memahami dasar-dasar mengemudi tanpa terlalu bergantung pada kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

Mungkin dan memang Nissan Grand Livina kalah canggih dibanding mobil-mobil keluaran terbaru, tetapi untuk urusan menemani seorang pemula belajar menyetir, sesepuh ini menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jangan Beli Mobil kalau Nggak Siap Menghadapi Hidden Cost yang Bikin Dompet Bergidik.1

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2026 oleh

Tags: Grand Livinalatihan menyetirlivinanissannissan grand livina
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Nissan Grand Livina MOJOK.CO

Mengenang Kerja Keras Membangkitkan Kembali Grand Livina yang Mati karena Kebanjiran

13 Juli 2020
nissan all new x-trail mojok

Tidak Direstui Istri Beli Nissan All New X-trail Gara-gara Sunroof

14 Agustus 2020
Nissan All New X-Trail, SUV Sempurna Tiada Cacat MOJOK.CO

Nissan All New X-Trail, SUV Sempurna Tiada Cacat

20 Juli 2020
Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS: Motor Tarikan Gila Berbusi Tiga

Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS: Motor Tarikan Gila Berbusi Tiga

23 Juli 2022
Nissan Grand Livina: MPV yang Lincah di Jalan Datar, tapi Ampas di Tanjakan  Mojok.co

Nissan Grand Livina: MPV yang Lincah di Jalan Datar, tapi Ampas di Tanjakan 

9 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.