Tidak Direstui Istri Beli Nissan All New X-trail Gara-gara Sunroof

Artikel

Avatar

“Sek, emangnya apa sih fungsinya sunroof?” Tanya istri saya tiba-tiba setelah menjajal All New X-trail. Saya pikir ia memang benar-benar tidak tahu, wong wajahnya polos kayak gitu.

Fungsinya…Saya mikir cukup lama saat itu. Dalam pikiran saya langsung mengkonfirmasi, iya, apa fungsinya sunroof, ya? Semakin saya berpikir, semakin saya tidak menemukan jawaban. Ya bisa dibilang karena fungsi sunroof ini tidak begitu penting. Jadi berasa nggak ada gunanya mobil berfitur sunroof. Namanya juga fitur tambahan kali, ya.

Tapi tidak semua fitur tambahan itu senaif sunroof, loh. Setidaknya ada banyak fitur tambahan yang terbilang cukup membantu manusia dalam berkendara, tidak seperti sunroof. Contohnya seperti Around View Monitor yang bisa memantau di sekeliling kendaraan lewat sebuah monitor. Hal ini tentu akan membuat kita lebih mantap dalam melakukan parkir. Nggak sekadar pake feeling, MyLov~.

Selain untuk parkir, fitur ini juga bisa dipake untuk memantau sekeliling kendaraan kapan pun, di mana pun, intinya kita engga bakal kecolongan dengan apa saja yang bisa menyebabkan bodi kendaraan kita lecet. Misalnya di lampu merah, kan suka ada pengamen iseng tuh? Atau di pengkolan yang sempit serta kanan kirinya tembok. Fitur ini sangat berguna tentunya untuk mengawasi sudah mepet apa belum dengan tembok kanan dan kiri. Oh sudah kena? Yasudah iklaskan saja!

Selain itu, fitur Around View Monitor juga memastikan setiap luka gores yang mengenai bodi kendaraan bisa sampai “jleb” ke hati. Bayangkan saja dua indra sekaligus yang menangkap kejadian itu. Selain bunyi gesekannya yang mengerikan, kita melihat langsung setiap ada penyerempetan. Mantap jiwa, kan?

Fitur tambahan selanjutnya yang memiliki guna yaitu Touchless Backdoor. Fitur ini bisa membuka pintu bagasi tanpa harus menyentuh. Ya cukup dengan mendekatkan kaki kita kepada sensor yang terletak di bawah bodi kendaraan, pintu akan terbuka dengan sendirinya. Dengan adanya fitur ini, kita bisa berhemat hand sanitizer sekaligus mengurangi risiko tertular Covid-19. Tapi itu bukan tujuan utamanya!

Baca Juga:  Plankton Bukan Gurauan, Dia Adalah Kita

Mengingat fitur ini terletak di bagasi, tentu hal yang dipikirkan adalah ketika barang bawaan kita banyak, dan kedua tangan kita terpakai semua. Sementara situ jomblo misal, yang segala sesuatunya harus dikerjakan sendiri, tentu fitur tambahan ini sangat-sangat membantu. Lah kalau Panoramic Sunroof, buat apa ya?

Sekadar informasi saja, sunroof adalah atap mobil khusus yang terbuat dari kaca. Kaca tersebut dibingkai rapi dan kokoh agar bisa dibuka dengan aman dan nyaman. Sehingga bentuk plafonnya pun dibikin sesuai dengan cara kerja membuka dan menutupnya sunroof tersebut. Sehingga bisa dibuka plafonnya saja, atau pun dibuka beserta kacanya. Luas komponen ini bisa tiga per empat dari luas atap keseluruhan, tergantung jenis mobilnya.

“Lalu fungsinya?” Desak istri saya, seakan tak memberi ampun. Sudahlah bilang saja nggak ada gunanya selain simbol kemewahan saja!

Sambil tertawa saya menjelaskan. Ketika atap kaca itu dibuka, bukankah bisa dipakai untuk melambaikan tangan kepada jamaah, bila pengendaranya adalah sekelas habaib? Bila pengendaranya sekelas pejabat pun, bisa dipakai untuk menyapa rakyat yang menyambut kedatangannya. Dengan cara berdiri mengeluarkan setengah badan kita sambil melambaikan tangan. Kebayang dong?

“Oh kalau orang penting seperti itu, lah kalau pengendaranya orang macam kita?” Istri saya tak hentinya menyambung pertanyaan. Mungkin dia membayangkan kondisinya sebagai pedagang baju. Apakah pantes ya? Haha Bayangkan saja mengeluarkan setengah badan sambil teriak pakai toa. Obral baju!!

Tidak pantes sih kalau mobil berfitur panoramic sunroof dipakai untuk jualan baju. Sudahlah, jangan dipikir terlalu pusing. Setiap yang tercipta pasti ada gunanya, kan? Seperti sebuah rumah yang memiliki langit-langit kamar, dan jendela. Jika dengan adanya jendela saja kita merasa senang, terlebih atapnya bisa dibuka untuk melihat langit. Wah kebayang dong setiap malam purnama menemani kita menjelang tidur. Begitu juga bintang-bintang nampak gemerlapan. Belum lagi kalau pas muncul aurora. Tentu sangat indah bukan?

Sayangnya, saya tinggal di Kota Tangerang Selatan. Jangankan aurora, terkadang saja bintang-bintang tidak nampak saking banyaknya cahaya lampu perkotaan. Belum lagi polusi udara yang membuat langit tak sejernih di perkampungan.

Baca Juga:  Nissan Grand Livina Modifikasi, Cantik tapi Nggak Lincah Itu Percuma!

Pada kendaraan pun sama, penambahan fitur tersebut bertujuan memperluas sudut yang bisa digunakan pengendara untuk memandang keindahan. Bayangkan saja indahnya Tangerang Selatan di malam hari dengan gemerlap lampunya. Lah memangnya indah? Dibuka siang hari juga malah nambah panas suhu di dalam kabin, kan?

Mungkin bagi sebagian orang memang tidak begitu penting keindahan langit. Tapi bagi kaum melankolis jendela dan atap yang bisa terbuka merupakan sarana untuk mendapatkan kekuatan. Seperti saya, saya tidak bisa membayangkan mampu menulis puisi bila tidak memiliki jendela di kamar. Apa coba yang bisa saya lihat? Tembok dan plafon yang maha membosankan itu?

Selain itu, kendaraan yang memiliki fitur panoramic sunroof sangat cocok untuk mudik di kampung halaman. Saya membayangkan ketika saya dengan All New X-trail ini harus menyusuri jalan beraspal hitam yang panjang, terhampar di tengah pesawahan, saya bisa membuka sunroof dan mematikan AC untuk menikmati suasana pagi. Aroma surga!

Belum lagi kalau orang-orang kampung mengetahui bahwa mobil yang saya bawa memiliki fitur Panoramic Sunroof, pasti bakal mengira hidup saya di kota telah sukses karena memiliki mobil mewah. Sehingga apa, segala urusan saya di kampung akan dipermudah oleh mereka. Jadi silakan saja mengatakan Panoramic Sunroof tidak berguna, toh nyatanya saya merasakan kegunaannya.

“Beli CR-V saja dah yang lebih murah, meski nggak ada sunroof-nya!” Ucap istri mencoba menggoyahkan tekat saya untuk membeli Nissan All New X-trail. Tidak semudah itu, Cinta!

BACA JUGA Mengenang Kerja Keras Membangkitkan Kembali Grand Livina yang Mati karena Kebanjiran dan tulisan Erwin Setiawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
16


Komentar

Comments are closed.