Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nggak Semua Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Itu Kebal Hawa Dingin, ya!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
30 Juli 2022
A A
Nggak Semua Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Itu Kebal Hawa Dingin, ya!

Nggak Semua Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Itu Kebal Hawa Dingin, ya! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau boleh bilang, hidup di daerah dataran tinggi, yang memiliki hawa dingin nan sejuk, adalah sebuah privilege. Bayangkan saja, hidup di dataran tinggi itu berarti kita bisa merasakan bagaimana kesegaran udara yang nggak banyak polusinya. Kita juga bisa merasakan bagaimana sejuk dan dinginnya hawa khas pegunungan, dan tentunya kita akan mendapatkan air berlimpah yang bersih. Nggak heran jika banyak orang yang merasa iri dengan orang-orang yang hidup di dataran tinggi.

Terutama hawa dingin, inilah yang jadi sesuatu yang menguntungkan bagi mereka yang hidup di dataran tinggi. Hawa dingin, seperti kita tahu, membawa kenyamanan tersendiri. Nggak heran jika banyak orang lebih memilih untuk berada di tempat yang berhawa dingin, daripada tempat yang berhawa panas. Bayangkan ketika hawa dingin kita gunakan untuk rebahan, selimutan, bikin kopi panas, sambil merokok barang sebatang atau dua batang. Pasti enak banget.

Namun, hidup di tempat yang berhawa dingin nggak membuat kita serta merta kebal dengan hawa dingin itu sendiri. Sebab, daya tahan manusia terhadap hawa dingin juga punya batas, meski manusia tersebut sudah terbiasa dan bahkan bertahun-tahun hidup di tempat berhawa dingin. Ada kalanya, orang-orang ini ya menyerah juga dengan hawa dingin yang kadang menyerang dengan hebatnya. Entah flu, pilek, bahkan demam menggigil yang jadi wujudnya.

Inilah yang kerap saya alami selama beberapa tahun terakhir. Saya adalah orang yang selama hidup tinggal di dataran tinggi, di kota yang terletak di kaki gunung. Sudah pasti, kota tempat saya tinggal adalah kota berhawa sejuk, dan tentunya dingin. Dan saya beruntung bisa hidup di kota ini, sebab bagi saya hawa dingin lebih nyaman daripada hawa panas. Itulah mengapa saya cinta sekali hidup di kota ini.

Teman-teman saya yang berasal dari luar kota (tentunya bukan kota yang berhawa dingin), kerap merasa iri dengan saya. Teman-teman saya ini juga kadang heran, kok saya bisa kuat dengan hawa dingin ketika suhunya memang sedang rendah. Mereka berharap bisa hidup di kota yang berhawa dingin seperti kota tempat saya tinggal. Mereka bahkan memimpikan untuk tinggal di kota tempat saya tinggal suatu saat kelak.

Masalahnya, sebagai orang yang hidup di kota dataran tinggi nan berhawa dingin, nggak selamanya saya itu tahan dengan dingin. Ada kalanya, suhu di kota saya ini rendah sekali, sehingga saya nggak lepas dari kondisi kedinginan. Nggak jarang pula beberapa penyakit seperti flu dan pilek menyerang saya. Ya bayangkan saja, kalau sedang dingin-dinginnya, suhu di kota saya bisa menyentuh angka 13 derajar celcius. Gimana nggak sakit coba kalau kena hawa sedingin ini?

Di sini letak masalah utamanya. Kalau saya misalnya sambat sakit flu, pilek, atau demam karena hawa dingin yang ekstrem, teman-teman saya yang dari luar kota alih-alih menyemangati atau mendoakan agar cepat sembuh, mereka malah berkelakar, “orang gunung kok bisa-bisanya sakit karena dingin, sih?” atau “katanya tahan dingin, kok sekarang sakit karena dingin?”

Begini, lho, ma fren, setahan-tahannya saya dengan hawa dingin, kalau sudah waktunya sakit ya sakit aja. Plus, kalau memang saya sakitnya karena hawa dingin, itu karena hawa dinginnya sudah ekstrem dan badan saya menyerah dengan hawa dingin ekstrem tersebut. Jangan dipukul rata bahwa semua orang yang tinggal di dataran tinggi seperti saya ini kebal dengan hawa dingin. Dan ingat, perkara hawa dingin ini bukan soal kebal-kebalan lho, ya.

Baca Juga:

5 Destinasi Wisata Ketinggian di Kabupaten Jember yang Mudah Dikunjungi

Daripada kalian mikirnya kami ini semua kebal hawa dingin, mending kalian coba deh hidup di kota saya, sebulan saja. Saya bisa jamin, belum seminggu kalian pasti akan sentrap-sentrup (gejala pilek, kalau kata orang Jawa), dan akan tumbang setelahnya karena kedinginan.

Dan tentu saja saya akan melakukan hal yang sama. “Pie, enak to? Mantep to?”

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kota Batu Adalah Sebaik-baiknya Kota untuk Menetap walau Banyak Masalahnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2022 oleh

Tags: dataran tinggiHawa dingin
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

5 Destinasi Wisata Ketinggian di Kabupaten Jember yang Mudah Dikunjungi terminal mojok.co

5 Destinasi Wisata Ketinggian di Kabupaten Jember yang Mudah Dikunjungi

26 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.