Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Percaya Ela Elo akan Jadi Pengganti Medsos X, Pertanda Netizen Kelewat Meremehkan Pemerintah

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
20 Juni 2024
A A
Percaya Ela Elo Adalah Pengganti Medsos X, Pertanda Netizen Kelewat Meremehkan Pemerintah Mojok.co

Percaya Ela Elo Adalah Pengganti Medsos X, Pertanda Netizen Kelewat Meremehkan Pemerintah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Netizen percaya medsos X akan digantikan oleh Ela Elo yang tampilannya buruk itu.

Bagi yang beberapa waktu terakhir tidak sempat menyimak perdebatan di media sosial X, saya beri sedikit konteks. Beberapa waktu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia dikabarkan mengancam akan memblokir medsos X yang sebelumnya bernama Twitter. Alasannya, X menerapkan kebijakan kebebasan konten pornografi di Indonesia.

Kemenkominfo kemudian mengimbau pengguna X untuk bermigrasi ke medsos lain. Imbauan itu memicu keributan pengguna X di Indonesia yang memang banyak jumlahnya. Netizen beranggapan, kebijakan yang diambil Kemenkominfo tidak menjawab akar permasalahan. 

Muncul Ela Elo dan wacana medsos besutan pemerintah

Di tengah keramaian itu muncul Ela Elo, medsos yang katanya dibuat oleh pemerintah untuk menggantikan X.  Belakangan Kemenkominfo secara resmi sudah membantah kalau medsos itu bikinan mereka. 

Sebenarnya, tanpa harus membuat pernyataan resmi, seharusnya kita sadar kalau Ela Elo bukan buatan pemerintah. Jujur saja, kita kelewat merendahkan pemerintah kalau berpikir situs itu buatan mereka. Sejak awal Ela Elo viral, platform itu sudah membuat ragu. 

Pertama, perkara tampilan yang nggak banget. Serendah-rendahnya selera pemerintah, memasang lambang Garuda Pancasila di medsos itu kelewat konyol. Saya yakin, kalau memang membuat medsos sendiri, pemerintah akan membeli logo. Walau seleranya nggak bisa dijamin lebih baik, tapi setidaknya nggak jelek dan norak seperti tampilan Ela Elo.

Kedua, kehadiran Ela Elo terkesan riding the wave. Ketika wacana pemblokiran X mulai viral, tiba-tiba muncul medsos tidak jelas ini. Padahal, tidak mungkin pemerintah meluncurkan sesuatu tanpa seremoni yang berlebihan dan  memalukan. Misal, upacara perilisan yang menekan LCD seolah-olah layar sentuh, tapi pakai Video Player. Kemunculan Ela Elo yang tiba-tiba dan begitu saja sudah pasti karena platform itu bukan besutan pemerintah.

Apakah kita perlu dan butuh medsos buatan pemerintah?

Mari kita move on dari medsos tadi ke kemungkinan yang lebih buruk: pemerintah membuat medsos sendiri untuk masyarakatnya. Salah satu berita sebenarnya sudah memuat pernyataan Kemenkominfo bahwa mereka tidak memiliki wacana membuat medsos. Namun, ada baiknya kita sebagai warga Indonesia tidak mudah percaya dan terlena begitu saja. Nggak ada salahnya kita membekali diri dengan 1001 argumen menolak medsos buatan pemerintah. 

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Sebelum pemerintah berpikir untuk membuat medsos sendiri, lebih baik mereka melihat ke belakang. Ada onggokan aplikasi yang kini jadi sampah digital. Pada 2022 saja sudah ada 24 ribu aplikasi buatan pemerintah yang mangkrak dan jadi pemborosan. Kebanyakan aplikasi tersebut ditujukan untuk akses satu jenis program pemerintah saja.

Wacana super apps sempat bergulir. Harapannya, semua urusan masyarakat dengan pemerintah bisa terhubung dalam satu aplikasi. Tapi sudah 2 tahun berjalan, dan hampir 2 presiden, aplikasi super tadi belum terwujud. Sedangkan aplikasi yang ada masih penuh masalah. Salah satunya adalah aplikasi Identitas Kependudukan Digital.

Membuat aplikasi layanan masyarakat saja belum becus. Kok bisa-bisanya ngide bikin medsos sendiri? Mending fokus dulu membuat super apps yang nyata manfaatnya.

Kami ragu dengan keamanan data

Salah satu isu besar dalam medsos adalah keamanan data. Masih ingat dengan skandal Facebook dan Cambridge Analityca? Mark Zuckerberg sampai harus menghadap senat Amerika Serikat karena potensi kebocoran data pengguna. Belum lagi isu kebocoran lain yang membuat kita makin was-was bermedia sosial.

Bagaimana dengan negara kita? Cukup sebut nama Bjorka untuk melihat kinerja pemerintah menjaga data kita. Privasi kita sudah tidak bocor lagi sih, tapi seperti pintu air Manggarai yang dibuka lebar. Loss nggak rewel untuk dicuri pihak-pihak nakal.

Mengurus data pribadi kita saja belum siap. Apalagi mengurus medsos yang akan berisi pesan pribadi? Mending pemerintah cari kegiatan lain gitu yang bermanfaat. Misal, memberantas judol dengan sepenuh hati.

Internet adalah kemerdekaan terakhir kita

Saya masih ingat betul mimpi banyak orang saat internet lebih mudah diakses pada tahun 2000-an. Banyak yang berharap internet jadi ruang terakhir bagi manusia untuk bebas. Setelah dekade sebelumnya sensor dan kendali informasi makin parah ketika perang dingin.

Internet digadang jadi ruang aman bagi semua orang. Tanpa ada kontrol berlebihan serta sensor ketat pemerintah. Bahkan, sebelum medsos menjadi produk yang umum, banyak orang sudah membayangkan kemerdekaan berekspresi dan berkomunikasi.

Mimpi ini memang sudah tergerus. Pemerintah manapun sudah melakukan kontrol sosial melalui internet. Namun, masih ada secercah harapan kebebasan pada medsos. Setidaknya medsos dikelola pihak swasta yang tidak secara langsung dikendalikan pemerintah.

Akan tetapi, dengan keterlibatan pihak swasta saja, pemerintah masih bisa memaksakan kontrol seenak jidat. TengoklahWeChat di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Meskipun dikelola swasta, pemerintah RRT melakukan kontrol sesuka dengkul mereka.

Semoga penjelasan di atas bisa menjadi bekal di masa mendatang kalau pemerintah mengambil langkah ekstrem seperti RRT. Pemerintah seharusnya memberi ruang bebas bagi masyarakat. Menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat bukan berarti mengontrol seluruh kehidupan termasuk kebebasan di dunia maya.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Siasat dari Mantan Barista untuk Menghadapi Mahasiswa yang Nongkrong di Kafe Berjam-jam, Rombongan, dan Nggak Jajan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2024 oleh

Tags: Ela EloKemenkominfomedsos XTwitter
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter Terminal Mojok

Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter

21 Mei 2022
quarter life crisis

Quarter Life Crisis Ala Sobat Misqueen Twitter

25 September 2019
main twitter

8 Alasan Kenapa Orang Suka Main Twitter

16 September 2019
rich brian

Kerja Sama Antara Gojek dengan Rich Brian dan Reaksi Para Warga Twitter

12 Agustus 2019
Mental BreadTalk

Mengkaji Mental BreadTalk dan Penyebab-Penyebabnya

3 Oktober 2019
atta halilintar

Atta Halilintar dan Fenomena Narsisme Kolektif Anak Twitter

1 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
Mobil Innova Reborn, Mobil yang Bisa Dianggap sebagai Investasi Terbaik sekaligus Mesin Penghasil Uang innova reborn diesel

Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

7 Januari 2026
5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

9 Januari 2026
10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

7 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.