Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Yudhistira Adityawardhana oleh Yudhistira Adityawardhana
25 Maret 2026
A A
Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tantangan bahasa dan budaya

Bukan hanya soal mengatur uang dan akademik, tantangan terbesar sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri soal adaptasi bahasa dan budaya. Di Taiwan, tidak semua orang fasih berbahasa Inggris, sehingga saya perlu mempelajari dasar-dasar bahasa Mandarin untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini cukup sulit karena harus dibarengi dengan tuntutan riset yang padat. 

Perbedaan gaya komunikasi juga terasa di lingkungan laboratorium. Beberapa mahasiswa dari negara lain lebih berani menyampaikan pendapat atau bahkan berdebat dengan pembimbing. Sementara itu, sebagai orang Indonesia, saya terbiasa menunjukkan sikap hormat dan cenderung lebih berhati-hati dalam berbicara. Hal ini kadang menjadi tantangan karena sistem akademik internasional justru menghargai keterbukaan dan argumentasi.

Berjumpa orang dari berbagai negara

Lingkungan kampus di NTUST sangat internasional. Saya bertemu mahasiswa dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Ethiopia, Paraguay, Filipina, dan Thailand. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga, tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal komunikasi, budaya, dan cara berpikir.

Kalau boleh berbagi salah satu pengalaman menarik, saya senang berinteraksi dengan mahasiswa Thailand. Secara budaya, mereka relatif lebih dekat dengan Indonesia dibandingkan negara lain. Namun, tetap ada perbedaan dalam cara belajar dan berkomunikasi. 

Mahasiswa Thailand cenderung lebih santai dalam diskusi akademik, sementara sistem di kampus mendorong mahasiswa untuk aktif dan kritis. Sebagai WNI, saya berada di tengah-tengah, harus menyesuaikan diri dengan budaya akademik internasional tanpa kehilangan karakter sendiri.

Baca juga Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua.

Musim di Taiwan yang bikin syok

Selain budaya, faktor lingkungan juga menjadi tantangan besar. Taiwan memiliki empat musim, berbeda dengan Indonesia. Musim panas terasa sangat panas dan lembap, bahkan lebih ekstrim dibandingkan di Indonesia. Sebaliknya, musim dingin menghadirkan suhu yang cukup rendah dengan angin yang menusuk. Kondisi ini memengaruhi produktivitas dan kesehatan, sehingga perlu adaptasi fisik maupun mental.

Tidak hanya itu, Taiwan juga sering mengalami badai taifun. Bagi saya yang berasal dari Indonesia, kondisi ini cukup mengejutkan dan menuntut kewaspadaan ekstra. Pengalaman menghadapi bencana alam di negara lain memberikan perspektif baru tentang pentingnya kesiapan dan adaptasi.

Baca Juga:

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

Hidup di luar negeri memberikan banyak pengalaman yang bikin syok. Anehnya, walau awalnya sulit, pengalaman ini membuat saya merasa “naik kelas” dalam hidup. Dan, pada akhirnya, saya pun sadar tidak ada tempat tinggal yang benar-benar sempurna. Bahkan, negara maju sekelas Taiwan pun punya kekurangan. 

Penulis: Yudhistira Adityawardhana
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Baca juga 5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh

Tags: Kuliahkuliah taiwanMahasiswamahasiswa luar negeripilihan redaksiS3studitaiwan
Yudhistira Adityawardhana

Yudhistira Adityawardhana

Saya Yudhistira Adityawardhana, lulusan S3 Teknik Mesin dari National Taiwan University of Science and Technology. Saat ini saya memiliki minat menulis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta esai yang membahas pengalaman dan opini saya.

ArtikelTerkait

salah jurusan

Masuk Kuliah: Saatnya Salah Jurusan

2 Agustus 2019
gusti ahmad pelarian HB V mojok kraton jogja

Kisah Gusti Ahmad: Ayahnya Dibunuh Selir, Takhtanya Direbut Sultan HB VI, Hidupnya Diburu Sultan HB VII

29 Januari 2024
Gaduh Ikon Gunungkidul dan Pembangunan Tugu Tobong Gamping yang Ngadi-ngadi

Gunungkidul Adalah Sebaik-baiknya Kabupaten untuk Tempat KKN

9 Juli 2022
5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

23 Desember 2023
tidur siang

Dulu Ibu Menyuruh Kami Tidur Siang Sepulang Sekolah, Tapi Saat Libur Kuliah Kami Disuruh Main-Main

16 Juni 2019
ngapak

Gugatan Orang Ngapak yang Didiskriminasi Saat Bulan Puasa

1 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.