Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Culture Shock Orang Indonesia yang Berkunjung ke Thailand

Ibnu Fikri Ghozali oleh Ibnu Fikri Ghozali
31 Januari 2025
A A
4 Culture Shock Orang Indonesia yang Berkunjung ke Thailand Mojok.co

4 Culture Shock Orang Indonesia yang Berkunjung ke Thailand (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Thailand sebenarnya nggak jauh beda dari Indonesia. Kehidupan di Bangkok yang hiruk-pikuk, kemacetan parah saat jam sibuk, sampai harga barang di mal yang mirip dengan Jakarta. Kalau jalan-jalan di pusat kota, rasanya seperti berada di ibu kota sendiri. Sama-sama penuh kendaraan, suara klakson di mana-mana, dan trotoar yang kadang nyaman, kadang bikin bingung.

Saya pertama kali datang ke Thailand pada 2023 untuk jalan-jalan. Saat itu, saya cuma berpikir untuk menikmati wisata, kuliner, dan suasana baru di Negeri Gajah Putih. Namun, siapa sangka, setahun kemudian, saya malah kembali ke sini sebagai mahasiswa. Sekarang, saya sudah lebih mengenal kehidupan di Thailand dari perspektif yang berbeda. Awalnya, ada beberapa hal yang bikin saya syok, tapi lama-lama justru jadi sesuatu yang saya rindukan.

#1 Ladyboy di mana-mana

Salah satu kejutan terbesar yang saya alami di Thailand adalah banyaknya ladyboy atau transgender perempuan yang dengan bebas bekerja dan beraktivitas di ruang publik. Bukan hanya di tempat hiburan atau pertunjukan, tapi juga di kehidupan sehari-hari. Saya ingat pertama kali saya berkeliling ke beberapa tempat wisata di Bangkok dan disambut oleh seorang wisatawan lokal yang ternyata ladyboy. Awalnya saya pikir ini cuma kebetulan, tapi setelah keliling, saya menyadari bahwa hal ini sangat umum di sana.

Teman saya yang orang Thailand menjelaskan kalau ladyboy bukan sekadar pekerjaan atau gaya hidup, tapi juga bagian dari identitas yang diterima secara sosial. Bahkan, banyak dari mereka sudah memulai transformasinya sejak remaja. Hal ini menunjukkan bahwa Thailand memang sangat terbuka terhadap keberagaman gender. Namun tetap saja, buat orang yang baru pertama kali datang, mungkin keberadaan terasa mengejutkan. 

#2 Ada toilet Thailand tanpa bidet

Nah, ini dia masalah serius yang saya hadapi di Thailand: toilet tanpa bidet! Sebagai orang Indonesia yang terbiasa dengan air saat ke toilet, menemukan toilet yang hanya menyediakan tisu adalah mimpi buruk. Di tempat-tempat umum seperti mal, restoran, dan bandara, hampir semua toilet nggak punya bidet atau semprotan air.

Saya ingat pertama kali mengalami ini di sebuah restoran besar di dekat Wat Arun. Panik? Jelas! Saya sampai keluar toilet dan bertanya ke petugas apakah ada toilet lain yang menyediakan air. Jawabannya? Nggak ada! Solusinya? Ya, bawa botol air sendiri atau siap-siap kompromi dengan tisu.

Akan tetapi, setelah beberapa bulan tinggal di sini, saya akhirnya terbiasa dan selalu siap sedia membawa botol kecil berisi air kalau pergi ke tempat umum. Meskipun awalnya bikin frustasi, pengalaman ini juga mengajarkan saya untuk lebih adaptif dengan kebiasaan di negara lain.

#3 Bau aneh di foodcourt mal

Pernah nggak sih jalan-jalan di mal lalu tiba-tiba mencium bau yang bikin dahi mengernyit? Nah, ini yang saya alami pertama kali di Thailand. Setiap kali melewati foodcourt atau area restoran di mal, saya mencium aroma yang asing dan cukup menyengat. Setelah mencari tahu, ternyata bau itu berasal dari dapur restoran yang sedang memasak daging babi.

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Sebagai orang yang jarang terpapar dengan aroma ini di Indonesia, awalnya saya merasa sedikit terganggu. Tapi setelah beberapa kali ke Thailand dan lebih memahami budaya kulinernya, saya jadi lebih terbiasa. Saya juga menyadari bahwa makanan Thailand memiliki ciri khas yang kuat, mulai dari bumbu yang kaya hingga bahan makanan yang beragam. Sekarang, bau yang dulu terasa aneh itu malah jadi pengingat kalau saya sedang berada di Thailand, sebuah negara dengan kekayaan kuliner yang luar biasa.

#4 Thai tea dan mango sticky rice Thailand bikin ketagihan

Nah, kalau yang satu ini sih bukan kejutan yang bikin kaget, tapi lebih ke kejutan yang bikin nagih! Setiap kali ke Thailand, saya nggak pernah melewatkan kesempatan untuk menikmati dua makanan favorit saya: Thai tea dan mango sticky rice.

Thai tea di Thailand punya rasa yang lebih autentik dibandingkan versi yang dijual di Indonesia. Brand favorit saya adalah Chatramue, yang rasanya kaya, teksturnya creamy, dan punya aroma khas teh yang kuat. Meskipun di Indonesia banyak yang menjual Thai tea, tetap saja rasanya beda dengan yang asli di Thailand.

Sementara mango sticky rice adalah dessert yang wajib dicoba kalau berkunjung ke sini. Perpaduan ketan lembut dengan potongan mangga manis dan saus santan yang creamy benar-benar bikin lidah bahagia. Saya bahkan sering membelinya di bandara sebelum pulang ke Indonesia karena meskipun sudah dalam perjalanan berjam-jam, rasanya tetap enak!

Kejutan-kejutan selama tinggal di Thailand membuat saya belajar banyak tentang keterbukaan, adaptasi, tentunya, dan menikmati hal-hal baru. Apa yang dulu bikin saya kaget, sekarang malah bisa hidup berdampingan dengan kondisi tersebut. 

Sekarang, sebagai mahasiswa di Thailand, saya semakin mengenal negara ini lebih dalam, bukan hanya dari sisi pariwisatanya, tapi juga kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kejutan. Dan yang jelas, saya siap untuk kaget lagi, ngakak lagi, dan tentu saja… makan mango sticky rice lagi!

Penulis: Ibnu Fikri Ghozali
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pakistan Nggak Cocok untuk Kalian yang Tiap Pagi Harus Sarapan Nasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2025 oleh

Tags: Indonesiathailand
Ibnu Fikri Ghozali

Ibnu Fikri Ghozali

Mahasiswa S2 di Thailand yang gemar menjelajah tempat-tempat baru.

ArtikelTerkait

UKT PTN Indonesia Makin Mahal, Mending Kuliah ke 5 Negara Ini Saja. Biaya Kuliah Murah dan Kualitasnya Lebih Baik Mojok.co

UKT PTN Indonesia Makin Mahal, Mending Kuliah ke 5 Negara Ini Aja. Biaya Kuliah Murah dan Kualitasnya Lebih Baik

21 Mei 2024
Malaysia Hampir Lepas dari Middle-Income Trap, Indonesia Masih Muter di Situ-Situ Aja

Malaysia Hampir Lepas dari Middle Income Trap, Indonesia Masih Muter di Situ-Situ Aja

22 September 2024
Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

20 April 2023
Subway: Sandwich Overhype yang Rasanya Kurang Cocok sama Lidah Orang Indonesia Terminal Mojok.co

Subway: Sandwich Overhype yang Rasanya Kurang Cocok sama Lidah Orang Indonesia

19 April 2022
penjarahan artefak indonesia mojok

Penjarahan Artefak Nusantara: Maling yang Terlalu Pintar atau Kita yang Konsisten Abai?

28 Juni 2021
makanan pedas

Menanggapi Tulisan Kecap Manis yang Terdiskriminasi: Makanan Pedas Lebih Nikmat dengan Kemurnian Rasanya

4 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Bohong kalau Ada yang Bilang Wisata Alam Salatiga itu Beragam, wong Destinasi Wisata Ini Aja Numpang di Kabupaten Semarang

1 Mei 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.