Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

Muhammad Riyadi Nugraha oleh Muhammad Riyadi Nugraha
23 Januari 2024
A A
Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), atau di kebanyakan kampus menyebutnya KKN merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa, yang juga sesuai dengan Tri Darma perguruan tinggi. Kebetulan saat ini saya juga sedang mengikuti program KKN dari kampus. Sudah sekitar dua minggu saya menjalani program KKN internasional di salah satu sekolah muslim yang berada di Pattani, Thailand Selatan.

Sebagian orang mungkin membayangkan KKN di Thailand keren, setiap hari bisa jalan-jalan ke kota, pergi wisata, dan lain-lain. Oh tentu nggak begitu ceritanya. Mengikuti program KKN internasional di Thailand, khususnya di Pattani jauh dari bayangan-bayangan tersebut. Bagaimanapun namanya pengabdian, tentu harus siap ditempatkan di mana saja sekalipun jauh dari bayangan. Hehehe.

ADVERTISEMENT

Selama pengabdian di Thailand Selatan, ada beberapa hal menarik yang saya alami. Mulai dari kendala bahasa hingga budaya yang melekat di sini.

Kendala bahasa saat ikut program KKN internasional di Thailand Selatan

Provinsi Pattani yang berada di Thailand Selatan, merupakan salah satu provinsi yang masyarakatnya mayoritas menggunakan bahasa Melayu. Meski begitu, mereka masih tetap menggunakan bahasa Thailand sebagai bahasa nasional.

Sebagai orang Indonesia, ketika pertama kali mendengar penduduk di Pattani menggunakan bahasa Melaui, saya malah merasa asing. Masalahnya, bahasa Melayu di Thailand Selatan ini rupanya berbeda dengan bahasa Melayu yang biasa kita dengar dari negeri tetangga, Malaysia.

Ketika menyampaikan materi di kelas—program KKN saya mengajar siswa SMP-SMA di sini—karena kebetulan saya nggak bisa bahasa Thailand dan nggak pandai bahasa Melayu Thailand Selatan, saya terpaksa mengajar para siswa menggunakan bahasa Indonesia. Saya berbicara perlahan dan menggunakan bahasa Indonesia seformal mungkin.

Apakah para siswa ini kemudian paham? Nah, untungnya mereka belajar bahasa Rumi (Mayasia baku), jadi kurang lebih mereka memahami perkataan saya meski mereka nggak bisa bicara menggunakan bahasa formal. Pokoknya bahasa Rumi ini nggak jauh beda sama bahasa Indonesia. Meski begitu tetap saja selama program KKN internasional ini berlangsung, saya sedikit-sedikit harus belajar bahasa Thailand juga, terutama kosakata yang sering digunakan di kelas.

Ruang guru bukanlah suatu hal yang privasi

Di Indonesia, setahu saya, para murid nggak akan pergi ke ruang guru kalau nggak ada urusan. Yah, minimal para siswa ke ruang guru sekadar untuk mengumpulkan tugas. Nah, selama ikut program KKN internasional di Thailand Selatan, para siswa di sini justru bisa keluar-masuk ruang guru dengan bebas. Sekalipun nggak ada urusan, saat belum ada guru yang masuk ke kelas, mereka bebas datang ke ruang guru.

Baca Juga:

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

Para siswa ini masuk tanpa salam, minum minuman di ruang guru, ngobrol, bercanda, dll. Mungkin sebenarnya nggak salah-salah amat ya. Bisa jadi kebiasaan semacam ini membuat para siswa jadi lebih nyaman untuk berinteraksi dengan guru-guru mereka di sekolah. Meski para siswa ini bebas keluar-masuk dan ngobrol dengan guru mereka di ruang guru, mereka tetap menghormati para guru di sekolah, lho!

Ajaran Islam yang kuat

Kawasan Pattani merupakan salah satu kawasan yang berada di Thailand Selatan yang agama Islamnya cukup kuat. Salah satu contoh sederhananya soal salaman dengan bersentuhan tangan. Bahkan di sekolah tempat saya menjalankan program KKN internasional, ruang guru untuk guru laki-laki dan perempuan dipisah. Selain itu, saya belum pernah melihat ada yang bersentuhan tangan dengan yang bukan mahram.

Soal kedisiplinan ubudiah pun demikian. Para pelajar diwajibkan memakai songkok ketika hendak sembahyang. Bagi siswa yang nggak mengenakan songkok, biasanya akan kena denda atau dipukul pakai rotan.

Saking kuatnya ajaran Islam, saat pertama kali saya tiba di sekolah dan menyapa para siswa, saya mengucapkan salam sambil mengatupkan telapak tangan di depan dada. Tak lama saya diberi tahu bahwa nggak boleh meletakkan tangan seperti itu karena takutnya menyerupai Buddha. Jadi, meskipun berpapasan dengan guru perempuan, cukup ucapkan salam tanpa harus mengatupkan tangan seolah memberi salam.

Begitulah pengalaman selama KKN internasional di Thailand Selatan. Selain hal-hal di atas, intinya yang bisa saya pelajari adalah sebagai tamu di negeri orang, sebisa mungkin kita harus bisa menyikapi semua perbedaan dengan baik. Semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran oleh kita semua.

Penulis: Muhammad Riyadi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tidak Perlu Jauh-jauh hingga Luar Pulau, KKN Dekat Kampus Lebih Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh

Tags: cerita kknkisah kknKKNKKN internasionalthailandThailand Selatan
Muhammad Riyadi Nugraha

Muhammad Riyadi Nugraha

Hobi makan martabak dan mendoan pake sambal jeletot!

ArtikelTerkait

kkn di desa penari cerita horor ketika kkn kuliah kerja maya cerita hantu mistis horor mojok.co

Ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Maya Membuat Cerita Horor dari Rumah

11 Juni 2020
Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

9 Juli 2025
Panduan untuk Survive Selama KKN bagi para Introvert Terminal Mojok

Panduan untuk Survive Selama KKN bagi para Introvert

24 Desember 2022
Sisi Gelap Somtam, Makanan Asal Thailand yang Viral

Sisi Gelap Somtam, Makanan Asal Thailand yang Viral

12 September 2024
KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash) mahasiswa KKN, KKN di kota

Proker KKN Tidak Tepat Sasaran Itu Bukan Salah Mahasiswa Saja, tapi Sistem Pendidikan yang Kacau Adalah Penyebab Utamanya!

8 September 2025
KKN di Luar Jawa Tidak Melulu ke Wakatobi dan Raja Ampat, Indonesia Itu Luas, Bolo!

KKN di Luar Jawa Tidak Melulu ke Wakatobi dan Raja Ampat, Indonesia Itu Luas, Bolo!

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.