Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Arti Hormat Tiga Jari oleh Demonstran di Thailand ala ‘The Hunger Games: Mockingjay Part I’

Marshel Leonard Nanlohy oleh Marshel Leonard Nanlohy
23 Oktober 2020
A A
hormat tiga jari demonstrasi anak sekolah mojok

hormat tiga jari demonstrasi anak sekolah mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Demonstrasi yang sedang terjadi di Bangkok merupakan salah satu aksi terbesar yang pernah dilakukan oleh Thailand sejak beberapa tahun belakangan. Salah satu tuntutannya adalah reformasi monarki. Nah, yang menarik dari demonstrasi ini adalah hormat tiga jari ala film The Hunger Games: Mockingjay Part I yang dilakukan oleh para demonstran. Memang apa sih artinya?

Sebagai sebuah negara yang nggak pernah dijajah bangsa Eropa, Thailand bisa saja dinobatkan “abang jago” oleh negara-negara lain di ASEAN. Dengan dikelilingi oleh para penjajah dari Eropa pada waktu itu di wilayah Asia Tenggara, bisa-bisanya Thailand lolos dari lingkaran kolonialisme. Sebagai negara yang memiliki bentuk monarki konstitusional, Thailand melesat menjadi negara dengan tim sepak bola yang selalu ditakuti warga Indonesia ketika harus berhadapan secara langsung dengan kesebelasan Indonesia di Piala AFF.

Negara produsen iklan-iklan ciamik yang bikin penontonnya mbrebes mili ini memiliki cara yang unik dalam menyampaikan suara lewat demonstrasi. Tapi, jangan disamakan kayak goyang tiktok-nya mahasiswa Indonesia di tengah demo lho yaa, alias nggak substansial sama sekali xixixi..

Di Thailand, masyarakat menyampaikan aspirasi secara simbolik, yaitu dengan mengacungkan tiga jari ke atas (seperti orang Indonesia ketika membuat gestur angka tiga). Hal ini menarik bagi masyarakat di seluruh dunia bahkan hingga di Indonesia. Soalnya, gerakan mengacungkan tiga jari tersebut adalah suatu gestur yang terdapat dalam sebuah scene film.

Tepat, film tersebut adalah The Hunger Games. Sebuah film yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins. Lebih spesifik lagi, gestur mengacungkan ketiga jari tersebut ada di salah satu scene dalam sequelnya yang berjudul The Hunger Games: Mockingjay Part I. Di film itu, karakter utamanya adalah seorang perempuan bernama Katniss Everdeen.

Tokoh Katniss dalam film tersebut diperankan oleh sang aktris cantik Jennifer Lawrence Dalam dialognya, Katniss sempat bilang, “if we burn, you burn with us,”  kepada kelompok yang memegang peran antagonis di film tersebut. Adegan ini menjadi salah satu momen yang paling epic dalam film. Singkatnya, Katniss, dkk berperan sebagai kelompok yang melawan organisasi otoriter.

Di situasi ini, masyarakat Thailand bisa kita analogikan sebagai Katniss dan teman-temannya dalam film The Hunger Games. Mereka memiliki keresahan kolektif dan pada akhirnya disampaikan melalui cara-cara yang unik. Tuntutan warga Thailand antara lain meminta PM Prayuth Chan-ocha mundur dari jabatannya, mengadakan reformasi monarki, sekaligus membuat sebuah konstitusi baru.

Situasi itu dipicu oleh pembubaran partai oposisi dengan alasan pinjaman uang yang diberikan oleh ketua partai. Di pengadilan, sang ketua juga dijerat hukuman berupa larangan berpolitik selama 10 tahun.

Baca Juga:

Indomie, Makanan Indonesia yang Paling Dirindukan Saat Tinggal di Luar Negeri

4 Culture Shock Orang Indonesia yang Berkunjung ke Thailand

Weh, rumangsaku kepenak ket mbiyen wes dadi kerajaan yen raono masalah. Jebule pancen ruwet og masalah e. Ternyata menjadi sebuah negara yang tidak pernah dijajah sekalipun memiliki masalahnya tersendiri saat ini. Dilihat dari kacamata seorang awam, dengan pertimbangan bahwa terbentuknya Thailand dari awal udah kerajaan, tuntutan demonstrasi  yang pro-demokrasi akan terasa sulit. Namun, jauh lebih baik ketika kita menyesal karena sudah melakukan, daripada menyesal karena belum pernah dilakukan.

Demonstrasi di Thailand diikuti oleh lebih dari sepuluh ribu orang. Seluruh komponen masyarakat mulai dari kelas pekerja hingga pelajar secara khusyuk mengikuti jalannya demonstrasi. Perlu dipertanyakan apakah Menteri Pendidikan Thailand memberikan surat peringatan terhadap para pelajar yang ikut demonstrasi? Ealah kok beda ya, nggak kayak di sini.. 

Usut demi usut, hormat tiga jari ini ternyata sudah digunakan oleh masyarakat Bangkok sejak 2014 silam. Tahun yang sama ketika film The Hunger Games: Mockingjay Part I dirilis.

Di Indonesia sendiri, hormat (atau salam) tiga jari juga pernah digunakan. Bahkan hormat tiga jari bisa dibilang sering digunakan oleh para elit politik. Biasanya, simbol dalam hormat tiga jari di Indonesia merujuk pada Sila ke-3 dalam Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.

Biasanya salam kayak gitu di Indonesia cuman buat gimmick yang fungsinya buat meredam dikotomi dua binatang (cebong dan kampret) yang kerap kali menimbulkan masalah jika terus dibiarkan berselisih. Hadeh mesakke.

Berbeda dengan di Thailand, hormat tiga jari melambangkan kebebasan, keadilan, dan persaudaraan. Konsep yang merujuk pada ketiga buah dari revolusi Prancis, yaitu liberté, égalité, fraternité.

Dengan demikian, kita harusnya belajar menyampaikan aspirasi secara substansial gitu loh, kayak Thailand. Semoga hormat tiga jari tersebut dapat menjadi simbol bagi perjuangan seluruh masyarakat dunia. Hidup Katniss Everdeen! Hidup Jennifer Lawrence!

BACA JUGA Selain Harta Benda, Narasi Juga Tak Kalah Penting untuk Diwariskan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2020 oleh

Tags: Demokrasidemonstrasihormat tiga jarimonarkithailand
Marshel Leonard Nanlohy

Marshel Leonard Nanlohy

Seorang Pemuda yang berusaha menemukan makna kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa, baik yang sederhana maupun yang menguji, sebagai bagian dari perjalanan memahami kehidupan.

ArtikelTerkait

Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

23 Januari 2024
Peluru Dibalas Tahi: Ketika Kekerasan Dibalas Kelembutan

Peluru Dibalas Tahi: Ketika Kekerasan Dibalas Kelembutan

31 Oktober 2019
aksi mahasiswa

Aksi Mahasiswa Belum Selesai, Tergantung Sebebal Apa DPR dan Pemerintah

25 September 2019
Culture Shock Orang Indonesia yang Kuliah di Thailand Mojok.co

Culture Shock Orang Indonesia yang Kuliah di Thailand

31 Desember 2024
hormat tiga jari demonstrasi anak sekolah mojok

Anak Sekolah Ikut Demonstrasi karena Khawatir akan Masa Depan Mereka

21 Oktober 2020
Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece terminal mojok.co

Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece

15 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.