Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
28 Januari 2026
A A
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana? (Aqilla Rahmi via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Semahal dan semewah apa pun makanan yang pernah saya beli, tetap tidak bisa mengalahkan nikmatnya rasa nasi berkat tahlilan. Dari saking enaknya, saya tidak mau jika ditawarkan penyetan atau nasi goreng kalau di rumah lagi ada nasi berkat tahlilan. Padahal penyetan dan nasi goreng merupakan makanan favorit saya. 

Ternyata setelah saya cerita ke pacar kalau nasi berkat tahlilan rasanya enak, dia juga sepakat. Pacar saya juga mengaku kalau suka makan nasi berkat tahlilan karena rasanya maknyus. 

Persoalan nasi berkat yang nikmat menjadi tanda tanya besar. Kemarin malam, ketika saya sedang makan nasi berkat tahlilan, di kepala saya bertanya-tanya: kenapa sih nasi ini rasanya nikmat? Padahal lauknya sederhana. Biasanya dalam satu bungkus hanya berisi satu atau dua lauk pauk. Lauknya pun tidak mewah, biasanya ayam kecap/semur daging setengah potong. Mentok-mentok, paling istimewa ada urat kuah lodeh, itu pun jarang. 

Baca juga: 5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi.

Mitos soal nasi berkat tahlilan

Di sela-sela lamunan saya kemarin malam tentang kenapa nasi berkat tahlilan bisa nikmat, saya teringat masa kecil. Ternyata waktu kecil, saya pernah bilang ke mama dan mbah saya kalau nasi berkat tahlilan rasanya enak. Lalu, mama dan mbah saya punya jawaban yang mirip. Mereka bilang kalau nasi berkat tahlilan enak karena orang yang meninggal ikut masak. 

Setelah teringat dengan jawaban itu, saya antara percaya dan tidak percaya. Percaya, karena saya dididik di tengah keluarga yang masih percaya nilai-nilai spiritual. Apalagi semakin dewasa, saya semakin sadar kalau tidak semua peristiwa bisa dijawab dengan akal. Seperti peristiwa empat tahun lalu, waktu saya melihat sandal terbang di dekat kamar.

Tetapi mendengar jawaban mama dan mbah, saya jadi memikirkan ulang. Saya melihat jawaban mereka seperti narasi mistis yang tersebar di masyarakat pada umumnya, misalnya larangan menebang pohon beringin karena kalau ditebang akan diganggu oleh penunggunya. Ternyata setelah dikaji ulang, mitos menebang pohon beringin adalah narasi orang dulu untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. 

Sama dengan narasi larangan menebang pohon beringin, saya juga melihat narasi nasi berkat tahlilan terasa enak karena orang yang meninggal ikut memasak sebagai makna konotatif. Kan tidak mungkin orang yang meninggal ikut memasak karena secara rasional, dunia arwah dan dunia manusia adalah dua entitas yang sudah berbeda. 

Baca Juga:

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Saya melihat narasi orang yang meninggal ikut memasak bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan punya motivasi menyediakan bahan makanan dengan baik, tidak asal jadi. Soalnya ketika mbah saya meninggal, saya pernah bertanya, “Kenapa beli bahan-bahan untuk bumbunya banyak banget?” Mama saya menjawab,”Untuk menghargai mbahmu. Kalau masakannya enak, mbah juga ikut bahagia di sana.” 

Dari jawaban mama, saya mengerti kalau yang meninggal dunia tidak ikut memasak, tapi hadir sebagai motivasi keluarga untuk memberikan makanan layak kepada undangan agar bahagia. Dengan begitu, arwahnya senang melihatnya.

Baca halaman selanjutnya: Nasi Berkatan Adalah Bahan Baku Terbaik untuk Dijadikan Nasi Goreng.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2026 oleh

Tags: lauklauk paukNasinasi berkatnasi berkatannasi bungkusnasi putihtahlilan
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Nasi Berkatan Adalah Bahan Baku Terbaik untuk Dijadikan Nasi Goreng terminal mojok.co

Nasi Berkatan Adalah Bahan Baku Terbaik untuk Dijadikan Nasi Goreng

16 Februari 2021
3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

28 Juli 2025
Tahlilan di Sumatera beda dengan Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan Mojok.co

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

13 Juli 2026
Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

25 April 2023
5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi Mojok.co

5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi

17 Agustus 2024
Nasi Rames, Menu Makanan Paling Populer di Jawa Tengah jogja

Nasi Rames, Menu Makanan Paling Populer di Jawa Tengah

31 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.