Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD! – Terminal Mojok

Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD!

Featured

Avatar

Bicara fast food adalah bicara budaya makan. Di dunia barat, fast food muncul sebagai altenatif bagi orang-orang yang tidak punya waktu untuk duduk manis dan makan. Fast food hadir bagi mereka-mereka yang hanya butuh satu atau dua suapan yang bisa mereka lakukan sambil kerja, atau sambil menyetir mobil. Di Indonesia, alih-alih jadi alternatif, fast food kerap jadi pilihan utama, dan bahkan melenceng dari makna awal fast foo itu sendiri. Dari yang awalnya sekadar alternatif, berubah menjadi tren dan budaya makan.

Bicara fast food di Indonesia, tentu tidak akan bisa lepas dari dua “merek” besar yang menguasai skena fast food. Dua merek tersebut adalah KFC dan McDonalds atau McD. Dua merek dengan dominasi warna merah ini sudah puluhan tahun mendominasi skena fast food di Indonesia. Hampir di seluruh kota di Indonesia, pasti ada salah satu atau keduanya. Bahkan, adanya kedua merek ini di sebuah kota kerap jadi acuan moderenitas atau kemajuan suatu kota.

Nah, sebagai orang Indonesia, tidaf afdal rasanya kalau tidak melakukan komparasi atau perbandingan antara KFC dan McD. Keduanya memang bergerak di bidang yang sama, dengan menu-menu makanan yang juga bisa dibilang sama. Namun, KFC dan McD tentu mempunyai andalannya masing-masing. KFC, seperti namanya yang merupakan singkatan dari Kentucky Fried Chicken, tentu menjagokan olahan ayam goreng sebagai primadona. Sedangkan McD, punya burger sebagai primadonanya. Ya meskipun KFC dan McD sama-sama jual burger dan ayam, sih.

Baca Juga:  Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap

Lalu, sebagai pernyataan di awal, mana yang lebih baik, KFC atau McD? Dengan cukup berat (karena sama-sama bagus), saya akan menjawab KFC sedikit lebih baik dari McD.

#1 Dilihat dari Menu Nasi + Ayam

Secara keseluruhan, KFC memang masih unggul sedikit atas McD. Dari segi ayam, KFC tentu tidak perlu ditanya. Mulai dari ayam original, crispy, spicy, semuanya di atas McD. Kecuali ayam KFC saus cokelat karena itu bisa dibilang aneh dan gagal total (maaf untuk pihak KFC, kenyataannya memang begitu).

Urusan nasi + ayam, KFC juga masih unggul di atas McD. Mulai dari ricebox dengan berbagai macam saus, lalu ada Colonel Yakiniku Rice, dan berbagai macam lainnya. Pokoknya, kalau urusan nasi + ayam, KFC masih menjadi juaranya. Bersahabat banget, lah, pokoknya dengan lidah, perut, dan kebiasaan orang Indonesia. McD juga punya modelan ricebox nasi + ayam begini, tapi ya mending KFC, lah.

#2 Dilihat dari Menu Burger, Sandwich, dan Snack Lainnya

Untuk segi burger, sandwich dan snack lainnya, ini agak naik turun antara KFC dan McD. Untuk burger, okelah McD masih di atas KFC. Urusan snack seperti french fries, McD dan KFC sejajar, lah. Nyaris tidak ada bedanya. Kalaupun ada, tidak berpengaruh juga.Namun, KFC punya andalan lain, yaitu varian Chicken Sandwich yang saya rasa mampu menyaingi atau sejajar (meskipun agak berat) dengan burger milik McD. Mengapa berat, ya karena McD sudah telanjur besar dengan Prosperety Burger dan Big Mac-nya. Jadi masih agak berat, lah KFC untuk mengunggulinya.

Baca Juga:  Wawancara dengan Cheetos Jagung Bakar, Sumber Micin yang Sebentar Lagi Punah

Eits, tapi jangan lupa, KFC juga punya andalan lain yang tidak kalah jagonya. KFC punya Twister (Twisty), yang entah mengapa sudah agak jarang ditemui di Indonesia. Ini bisa dibilang primadona KFC selain ayam. Perpaduan ayam fillet, sayur-sayuran, berbagai macam saus, dan dibalut tortilla yang menjadikannya sangat lezat. Harganya pun tidak terlalu mahal, hanya di kisaran Rp15 ribu. Idaman banget, lah, Twister ini. Semoga ada lagi dan semakin marak lagi seperti dulu. Jujur, saya kangen banget Twister ini. Sayangnya, di KFC kota saya tidak ada menu ini.

#3 Dilihat dari Minuman dan Dessert

Untuk minuman dan dessert, KFC dan McD menyajikan menu yang hampir sama. Minuman soda (yang kadang dicampur perasa buah), dan berbagai macam es krim. Tidak ada perbedaan mencolok antara keduanya. Rasanya pun mirip, meskipun untuk urusan es krim, McD sedikit lebih unggul dari KFC. Namun, ya balik lagi, itu tidak terlalu mempengaruhi penilaian secara keseluruhan.

Jadi, setelah menimbang, menganalisa, dan memaparkan, bisa diputusakan beberapa hal. Pertama, KFC dan McD ini memang menguasai sekaligus jadi rival di skena fast food di Indonesia. Dengan menu yang sama, mereka mampu bertahan, bersaing selama puluhan tahun. Kedua, bisa diputuskan bahwa KFC lebih unggul dari McD, meskipun keunggulannya cukup tipis. Silakan didebat, tapi setidaknya faktanya begitu, bahwa KFC (entah sampai kapan) akan terus unggul dari McD.

Baca Juga:  4 Alasan Usaha Ternak Ayam Sebaiknya Jangan Dilakukan

BACA JUGA Tanpa Pepsi, Memakan Ayam KFC Jadi Serupa Memakan Nasi Goreng Tanpa Kerupuk dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
14


Komentar

Comments are closed.