Membedah Ingredients dalam Krim Kelly demi Indonesia yang Lebih Glowing – Terminal Mojok

Membedah Ingredients dalam Krim Kelly demi Indonesia yang Lebih Glowing

Artikel

Avatar

Saya perhatikan belakangan ini Terminal Mojok banyak membahas produk-produk yang memang happening. Mulai dari kosmetik, sirup legend, inovasi mi instan, sampai biskuit. Saya sampai beli krim Kelly, minyak rambut urang-aring, sampai mi instan Nutrimi gara-gara penasaran dengan review yang saya baca. Hanya SK-II saja yang nggak saya beli, soalnya mahal, Bok! Dompet saya bisa menangis.

Nah, seperti yang saya sebutkan di atas, krim Kelly adalah salah satu produk legend yang saya beli baru-baru ini. Nenek dan ibu saya nggak memakai produk ini, jadi bagi saya ia tetaplah produk baru. Maksudnya baru saya coba.

Seperti pemakai produk anyaran lainnya, saya nggak cukup puas dengan satu review saja. Saya mencari review lainnya di penelusuran Google dengan kata kunci “review krim Kelly”. Hasilnya, saya masuk ke sebuah forum dengan 45 reviewer dan nilai rata-rata 3,7 dari 5. Lumayan lah, nilainya sedikit di atas rata-rata.

Namun kemudian, saya menyadari bahwa review itu hanyalah pengalaman subyektif dari pemakainya. Istilahnya cocok-cocokkan. Pemakai yang kulitnya memang nggak cocok akan memberikan nilai jelek (bintang 1), sedangkan yang merasa terbantu memberikan nilai tinggi (bintang 5). Sistem penilaian yang nggak terlalu adil kalau menurut saya.

Sebenarnya ada yang lebih adil untuk menilai sebuah produk kecantikan. Apakah itu? Dengan mempelajari kandungan di dalamnya. Apa saja bahan aktifnya, bagaimana bahan tersebut bekerja, dan apa efek sampingnya. Jika kita mengetahuinya, niscaya kita akan lebih pintar tahu apakah produk tersebut cocok untuk kita. Kandungan dalam produk kecantikan ini tertera di kemasannya, sehingga cara paling mudah ya beli dulu produknya.

Biasanya, urutan penulisan kandungan menggambarkan jumlah komponen tersebut dalam kosmetik, diurutkan dari jumlahnya paling banyak ke yang paling sedikit. Mari kita coba membedah apa saja kandungan krim Kelly. Saya ambil contoh produk ini karena baru saja dibeli, jadi masih ada bungkusnya.

Berikut ini adalah kandungan bahan aktif yang terdapat dalam krim Kelly: white petroleum jelly, isopropyl myristate, beeswax, titanium dioxide, talc, lanolin, squalane, tocopheryl acetate, benzophenone-3, fragrance, propylparaben, CI 19140, dan CI 15985. Mari kita bahas secara singkat tentang masing-masing kandungan ini.

Baca Juga:  Rekomendasi Makeup dan Skincare Buat Aksi

#1 White petroleum jelly

Petroleum jelly atau petrolatum adalah campuran setengah padat hidrokarbon. Ini adalah kandungan yang sama dengan Vaseline Intensive Care Jelly.

Petroleum jelly melembapkan kulit dengan membentuk lapisan minyak yang menghambat terjadinya proses penguapan air pada permukaan kulit sebagai faktor utama penyebab kulit kering, ia juga mengurangi gesekan kulit yang bisa membuat kulit lecet, serta mengurangi keparahan iritasi kulit seperti kulit bersisik dan gatal. Karena menutup kulit dengan minyak, ia bersifat komedogenik.

#2 Isopropyl myristate

Isopropyl myristate dikenal sebagai emolien yang bermanfaat untuk melindungi kulit dan menjaga kelembapan kulit. Selain itu, isopropyl myristate juga dapat bertindak sebagai agen pengental dan pelumas pada produk kecantikan. Kandungan ini menyumbat pori sehingga nggak disarankan untuk yang rentan berjerawat.

#3 Beeswax

Beeswax memiliki sifat humektan yang berarti dapat menyerap air dari udara dan menariknya ke permukaan kulit, sehingga kulit tetap terhidrasi. Umumnya berbahan dasar minyak sehingga bisa menyumbat pori-pori kulit dan berisiko menimbulkan komedo serta jerawat.

Selain itu, bahan ini dapat menimbulkan reaksi alergi sehingga disarankan untuk mencobanya dulu di pergelangan tangan agar dapat melihat ada tidaknya alergi. Jika muncul reaksi alergi setelah menggunakan beeswax, misalnya kulit gatal, bentol, atau muncul ruam, berarti produk tersebut nggak cocok buat kalian. Jangan digunakan.

#4 Titanium dioxide

Titanium dioxide merupakan tabir surya fisik. Ia melindungi kulit dari sinar matahari langsung setelah diaplikasikan, berbeda dengan chemical sunscreen yang memerlukan 20 menit untuk bekerja setelah dioleskan ke kulit. Sunscreen dengan titanium dioxide lebih tahan lama di bawah sinar matahari, sementara chemical sunscreen harus diaplikasikan ulang lebih sering. Physical sunscreen juga lebih lembut di kulit sehingga cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.

Kandungan ini tidak menyumbat pori-pori dan bebas minyak, sehingga tidak akan menimbulkan komedo atau jerawat. Ia juga tidak meninggalkan residu putih di kulit sehingga tidak menimbulkan warna putih keabuan di kulit.

#5 Talc

Biasa ditemukan pada bedak (padat maupun tabur), secara kimiawi, talc adalah magnesium silikat hidro yang terbentuk dari mineral alami magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Bubuk ini dikenal bermanfaat dalam menyerap kelembapan, mencegah penggumpalan, serta membuat riasan wajah merata.

Baca Juga:  Bedak Fanbo: Dicintai Berbagai Generasi, Kini Tampil di TV

#6 Lanolin

Lanolin bekerja dengan cara membentuk lapisan minyak yang berguna untuk menahan penguapan air dari lapisan kulit luar. Ia melembutkan kulit, membuatnya nampak lebih muda. Karena diekstrak dari bulu domba, terkadang mampu menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

#7 Squalane

Squalane adalah kandungan pelembap dalam skincare yang menjadi bentuk stabil dari squalene. Squalene sendiri adalah lemak yang diproduksi secara alami oleh kelenjar sebasea pada kulit. Bersama dengan trigliserida dan wax ester, squalene merupakan komponen penyusun sebum pada kulit kita. Meskipun dianggap penyebab jerawat dan dimusuhi, sebenarnya sebum berfungsi untuk melembabkan kulit kita.

Produksi squalene kulit akan menurun seiring bertambahnya usia. Puncak produksi squalene adalah masa-masa remaja, kemudian menurun di usia 20-an sampai 30-an. Oleh sebab itu, kulit akan cenderung menjadi lebih kering dan lebih kasar dengan bertambahnya usia.

#8 Tocopheryl acetate

Ini merupakan salah satu tocopherol alami dan juga antioksidan yang paling poten. Antioksidan sendiri berfungsi untuk menangkal kerusakan (kulit) akibat radikal bebas dan polusi.

#9 Benzophenone-3

Benzophenon-3 merupakan salah satu substansi kimia penyusun krim tabir surya. Bahan ini penting karena bahan inilah yang memiliki fungsi protektif terhadap sinar UV. Benzophenon juga banyak ditemukan pada buah-buahan seperti anggur dan telah diakui oleh Food and Drugs Administration (FDA) sebagai salah satu bahan yang aman digunakan pada manusia.

Meskipun demikian, bahan ini tidak boleh digunakan pada anak kecil karena mereka belum memiliki fungsi metabolisme bahan kimia yang matang sehingga belum bisa memetabolisme benzophenon.

#10 Fragrance

Parfum. Sepertinya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Tapi ini yang membuat aroma krim Kelly jadi… yaaa begitulah.

#11 Propylparaben

Paraben ditambahkan dalam produk kosmetik  untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur yang bisa mengurangi kualitas produk dan membahayakan konsumen. Namun, kandungan ini bisa menyebabkan dermatitis kontak. Meskipun dikatakan dapat memicu kanker, studi tentang ini masih terbatas.

Baca Juga:  Generasi 80-an dan 90-an, Berbahagialah! Stok Lagu Enak Kalian Tidak Ada Habisnya

#12 CI 19140

Tartarazine. Pewarna kuning lemon.

#13 CI 15985

Pewarna kuning.

Nah, dari uraian panjang tersebut kita jadi tahu bahwa setidaknya ada empat komponen krim Kelly yang bersifat komedogenik atau merangsang pertumbuhan komedo dan jerawat. Oleh sebab itu, krim ini dapat menyebabkan jerawat jika kita nggak membersihkan wajah dengan baik setelahnya.

Meskipun demikian, krim Kelly mampu menghidrasi kulit dengan baik karena mengandung pelembap yang bersifat humektan (menarik air ke dalam kulit) dan oklusif (mencegah penguapan air dari kulit). Kulit yang terhidrasi dengan baik akan tampak lebih muda dibandingkan yang nggak terhidrasi.

Krim Kelly juga mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Meski nggak tercantum seberapa besar kekuatan (SPF dan PA) dari produk ini.

Tentang manfaat “memutihkan kulit” yang membuat krim ini ramai digunakan (dan digunjingkan bermerkuri), sepertinya nggak benar. Warna putih yang timbul segera setelah krim ini digunakan berasal dari kombinasi pewarna kuning lemon, pewarna kuning, dan talc. Sama sekali nggak (bisa) mengubah warna kulit asli.

Ternyata tulisan ini jadi cukup panjang, ya? Tapi, setidaknya kita jadi tahu kelebihan dan kekurangan produk ini secara objektif berdasarkan kandungan bahan-bahan di dalamnya. Menurut saya, ini lebih bermanfaat ketimbang melihat review dari puluhan (bahkan ratusan) orang yang jenis dan warna kulitnya belum tentu sama dengan kita. Oh ya, sebenarnya saya pengin mengulas kandungan Biore Aqua Rich Gel juga, sayangnya daftar tersebut ditulis pakai huruf Kanji. Saya nggak bisa baca. Ehehehe~

Sumber Gambar: YouTube dr. Richard Lee, MARS

BACA JUGA Membedah Komposisi Sampo yang Sering Kita Baca Saat Berak di WC dan tulisan Maria Kristi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
17


Komentar

Comments are closed.