Membedah Komposisi Sampo yang Sering Kita Baca Saat Berak di WC – Terminal Mojok

Membedah Komposisi Sampo yang Sering Kita Baca Saat Berak di WC

Artikel

Ketika sedang menunaikan ibadah wajib yang sangat intim, yaitu buang air besar (berak) pastilah pernah sekali dua kali kita iseng membaca komposisi sampo. Entah mengapa, di saat banyak peluang aktivitas lain, kita malah memilih membaca komposisi sampo. Dan entah gimana godaan untuk meraih bungkusan atau botol sampo yang kebetulan ada di sekitar kita saat kita sedang fokus buang hajat. Nggak sampai di situ saja, pernah nggak sih mempertanyakan zat-zat yang tertulis rapi nan kecil-kecil itu maksudnya apa?

Sebagai lulusan Biologi yang pernah belajar Biokimia dengan nilai cukup memuaskan a.k.a C+, saya jadi terpanggil untuk menjelaskan kepada kalian semua. Nah, saya akan menjelaskan beberapa komposisi sampo tentu dengan bahasa yang sama-sama kita pahami, nggak perlu ndakik-ndakik macam profesor yang katanya makin hari makin jauh dari masyarakat itu, eh. Here we go~

#1 Aqua/Water

Aqua di sini bukan nama merek air mineral, ya, melainkan nama saintifik dari water atau dalam bahasa kita namanya air. Sudah gitu saja, nggak usah panjang-panjang, toh semua tahu yang namanya air. Fakta menariknya kandungan air di sampo itu 80-90%, loh.

#2 Sodium Laureth Acid

Sodium Laureth Acid ini sama saja dengan Sodium Lauryl Acid, biasa disingkat SLS di kalangan saintifik. Ini merupakan surfaktan (nggak usah tanya apa itu) yang berguna untuk melunturkan minyak dan kotoran-kotoran yang menempel di kulit rambut. Dalam bahasa singkatnya, ini agen pembersih (cleansing). Selain itu, SLS bertanggung jawab membuat muntuk/busa rambut kalian pas disampoin.

#3 Cocamidopropyl Betaine

Bukan betadine, jangan salah baca. Senyawa ini didapat dari minyak kelapa (coconut). Nama “coca” itu jadi tanda senyawa ini dari “coconut”, kayaknya sih hehehe. Senyawa ini bertanggung jawab untuk melembutkan helai-helai rambut dan memperkaya busa (foam) saat kalian gesek-gesekkan. Jadi, kalau ada klaim “sampo ini dapat melembutkan” tapi nggak ada senyawa ini berarti dia bohong, fix.

#4 Dimethiconol dan Dimethicone

Senyawa ini adalah jenis dari banyak jenis silikon. Senyawa ini berfungsi sebagai pelembab. Kalau dioleskan ke rambut akan terasa halus, licin, dan berkilau. Kalau dioleskan ke situ? Kayak artis-artis? Ah, sudahlah~

#5 Citric Acid

Dalam bahasa tongkrongan dinamakan asam sitrat. Namanya juga asam pasti rasanya kecut. Didapatkan dari buah-buahan terutama jeruk-jerukan atau dalam bahasa Uganda Selatan dinamakan Citrus. Walaupun didapat dari jeruk, citric acid ini kalau sudah bersatu dengan sampo jangan pernah dimakan! Mentang-mentang ada jeruknya terus khilaf dimakan? Hadehhh. Senyawa ini bertanggung jawab untuk mengasamkan pH bukan Production House atau Pizza Hut loh ya, tapi kadar keasamaan dari si sampo ini. Katanya sih biar rambut makin kinclong berkilau gitu.

Baca Juga:  Flashback Bersama Akademi Fantasi Indosiar (AFI)

#6 TEA-Dodecylbenzenesulfonate

TEA di sini bukan berarti teh, tapi ada singkatannnya lagi, kalau ditulisin nanti mabok membacanya. Senyawa ini adalah perpaduan minyak dengan asam sulfat (belerang). Nah, yang menarik, senyawa inilah yang sering menjadi musabab kenapa kita nggak boleh sering-sering samponan. Karena fungsi dari kandungan si TEA ini adalah untuk menghilangkan warna rambut dan kadang membuat kulit kepala kering. Loh, kok menghilangkan warna rambut, sih? Iya, senyawa ini berfungsi untuk melunturkan warna rambut yang mungkin terjadi akibat kebanyakan main panas-panas, kayak anak alay, yang menyebabkan warna rambut jadi oranye begitu. Ini juga bisa melunturkan warna cat rambut, maka ada larangan (tidak harus dari ulama) kalau mengecat rambut jangan sampoan dulu gitu.

#7 Perfume

Kalau ini jelas artinya ya parfum atau wewangian. Fungsinya ya buat pewangi saja. Bahan pewanginya kalau pengin tahu silakan baca di bagian depan merek sampo masing-masing karena mesti berbeda.

#8 Zinc Pyrithione dan Zinc Sulfate

Walaupun bernama Zinc, tapi senyawa ini tak hanya ditemukan di merk sampo ZINC saja. Ini adalah senyawa mungkin yang paling penting di antara semua senyawa yang sudah-sudah. Kalau di tulisan pembungkus plastik sampo kalian tertera “Anti-Dandruf”, senyawa inilah agennya. Selain itu fungsi dari senyawa ini juga sebagai agen anti mikroba, anti jamur, dan anti mikroorganisme lain yang menyebabkan kulit kepala gatal. Sayangnya ini bukan antivirus, jadi kalau kalian pergi tetap pakai masker. Lah, apa hubungannya?

#9 Carbomer dan Sodium Polynaphthalenesulfonate

Saya kurang tahu ini senyawa apa. Menurut para ahli ini adalah polimer yang terbuat dari asam akrilik. Ahli kimia mungkin bisa menjelaskan. Yang penting fungsi dari senyawa ini adalah menyatukan aku dan kamu senyawa-senyawa yang ada di kompisisi untuk menjadi sesuatu yang semi-padat dan cair (pasta) seperti yang kita lihat di berbagai macam sampo pada umumnya. Sementara, sodium poly- itu digunakan untuk menguatkan hubungan kita antarsenyawa agar tidak terpecah belah, mediator yang baik.

#10 DMDM Hydantoin

Bukan Direct Message, Bambang! Ini adalah senyawa pengawet bagi produk sampo. Senyawa inilah yang membuat para ahli bisa memperpanjang masa kedaluwarsa dari produk sampo yang telah dibuat. Senyawa ini juga berfungsi untuk mencegah tumbuhnya mikroba dalam satuan sampo yang telah terbungkus. Pengawet, Boskuuuh~

Baca Juga:  Bahaya Laten Kelangkaan ATM Pecahan 50 Ribu di Yogyakarta

#11 Sodium Chloride

Kalau kalian asing dengan nama ini coba ganti dengan padanan katanya yang bernama NaCl. Anak sekolahan tahu lah ini nama apa, yak garam. Lah, garam di sampo buat apa coba? Jangan salah, senyawa ini digunakan sebagai zat pengental rambut. Hati-hati dengan senyawa ini, untuk rambut berminyak senyawa ini fungsional karena melunturkan, tetapi bagi yang rambutnya kering malah bikin jadi kering. Selain itu, senyawa ini juga bisa membuat rambut jadi kriwil-kriwil (curly) karena bisa jadi merusak perawatan keratin (baca: rambut halus). Maka dari itu penting buat yang pengin menjaga rambutnya tetap halus dan lurus untuk mengecek senyawa ini terlebih dahulu.

#12 Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride

Ini adalah nama terpanjang yang pernah saya baca di komposisi sampo, bacanya saja sampai berbusa. Guar didapat dari nama asalnya yaitu Guar Beans (Kacang Guar). Kalau kalian susah membayangkan, tanaman ini masih sodaraan sama buncis. Dah bayangin itu saja, lagian juga mirip. Fungsi dari Guar Hydroblablabla ini adalah untuk antistatis rambut agar rambut nggak kusut dan kaku. Jadi helaiannya kalau digerakkan kayak model-model gitu, licin dan dinamis. Kalian pernah melihat gitarisnya Dragonforce, Herman Li? Nah kayak gitu lah, nggak ada angin pun helaian rambutnya tetap berkibar-kibar.

#13 Glycerin

Senyawa ini didapat dari jaringan semua makhluk hidup. Kalau di hewan itu didapat dari darah, kalau di tumbuhan didapat dari kacang-kacangan, tebu dan sekerabatnya. Fungsi gliserin adalah mencegah hilangnya kelembapan dan agar tidak cepat kering. Faktanya, senyawa ini adalah senyawa terbanyak ketiga setelah air dan perfume yang digunakan di industri kosmetik. Famous sekali.

#14 Panthenol

Bukan bahenol, ya. Lagi-lagi kalau asing dengan namanya, bisa gunakan padanannya yaitu vitamin B-5. Familier kan pasti? Kalau nggak, ya sekali-sekali pernah dengar lah iklan sampo yang menyebutkan pro vitamin B-5, iya kan? Fungsi dari panthenol bagi rambut adalah untuk melembutkan, bikin kinclong, dan menguatkan. Dah kayak di iklan-iklan kan, hiya.

#15 Sunflower Seed Oil

Biji bunga matahari yang diambil minyaknya tidak lain tidak bukan adalah untuk diambil kandungan Vitamin E-nya. Fungsinya bagi rambut adalah menangkal radikal bebas, tapi belum tentu menangkal pemikiran radikal, eh. Selain itu, sunflower seed oil juga berfungsi untuk melindungi rambut dari sengatan sinar matahari. Jadi, kalau mau panas-panasan habis sampoan yang mengandung ini cukup aman, asal jangan jauh-jauh ntar dicariin emak.

Baca Juga:  Pengalaman Saya Menjadi Pasien Standar OSCE

#16 Methylisothiazolinone (MIT) dan Methylchloroisothiazolinone (CMIT)

Dua methyl ini disebut senyawa yang rada-rada berbahaya. Fungsi keduanya sama, yaitu untuk melindungi produk akhir dari sampo yang sudah jadi agar tidak terkontaminasi oleh bakteri. Berbahayanya adalah jika ada yang memiliki alergi dapat kambuh apabila terkena dua senyawa ini. Jadi waspadalah-waspadalah.

#17 CI 42090, CI 47005

Saya pernah punya pengalaman dengan kode-kode ini. Dulu, saya pernah mendapati kabar burung kalau kode-kode ini adalah minyak babi. Jadi ada yang membujuk saya kalau ada kode ini berarti haram. Cuk, dapat wangsit dari mana kode ini minyak babi? Kalaupun ada babinya ya nggak saya makan, loh. Lagi pula kalau haram, kenapa ada cap MUI-nya? Karena ketidakpercayaan saya itu saya searching sendiri dan menemukan kalau kode-kode semacam itu adalah kode dari pewarna yang biasa digunakan untuk pewarna makanan dan kosmetik. Ada banyak kode-kodenya, tapi saya nggak hafal. Yang jelas CI 42090 itu biru dan yang CI 47055 itu kuning. Yang lain? Cari sendiri laaah~

Yak, begitulah penjelasan singkat dan padat tentang komposisi yang ada di sampo. Tentu ini belum semuanya karena ada zat-zat atau senyawa yang kadang namanya beda, tapi aslinya itu hanya nama alias jadi fungsinya aslinya sama. Karena komposisi tiap merek juga ada ciri khasnya, jadi mesti ada perbedaan dari tiap komposisi. Yang jelas, sebagian besarnya sudah saya tuliskan di atas.

Semoga penjelasan ini bisa membantu kawan-kawan yang lagi boker, keluar-keluar tambah ilmu. Jarang-jarang ta ngising oleh ilmu? Dan kalau nanti yang saya jelaskan itu ada kesalahan, ya mohon maaf dan mohon dibenarkan. Manusia memang tempatnya salah kok, Hyung~

BACA JUGA Lima Produk yang Wajib Ada di Warung Kelontongmu dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.