Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Sulit Dimungkiri bahwa Hers Adalah Pembalut Terbaik di Zamannya

Santi Kurniasari Hanjoyo oleh Santi Kurniasari Hanjoyo
26 April 2021
A A
Sulit Dimungkiri bahwa Hers Adalah Pembalut Terbaik di Zamannya terminal mojok.co

Sulit Dimungkiri bahwa Hers Adalah Pembalut Terbaik di Zamannya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Adakah teman-teman di sini yang pernah mencicipi memakai pembalut Hers? Atau justru masih memakainya hingga kini?

Peristiwa yang terjadi di bangku kelas 5 SD, tepatnya pada 1988 itu masih jelas dalam ingatan. Pada saat jam istirahat, seorang teman perempuan mendadak menangis dan tidak mau beranjak sedikit pun dari bangkunya. Dalam waktu singkat, ia dikelilingi dan dijaga oleh anak-anak perempuan lain, termasuk saya.

“Semua cowok keluar ke lapangan!” seorang teman menghalau anak-anak laki-laki yang mendekat karena keheranan dan ingin tahu. Setelah kelas aman dari anak laki-laki, barulah pelan-pelan teman yang menangis tadi mau beranjak dari bangkunya. Seorang teman lain meminjamkan jaket, guna dikenakan menutupi bagian belakang roknya.

Lantas kami beramai-ramai mengawal teman tadi sampai ke ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Formasi pengawalan harus serapat mungkin agar anak-anak lain tidak bisa melihat apa-apa. Saya ingat merasa bangga menjadi bagian dari pengawalan itu. Barangkali inilah yang disebut women support women.

Setibanya di UKS, persoalan tersebut segera ditangani oleh seorang ibu guru, dan bereslah sudah. Pada saat jam istirahat berakhir, teman saya ini sudah kembali ke kelas dengan wajah ceria, mengenakan rok seragam pinjaman dari sekolah. Rok seragamnya yang terkena darah menstruasi aman terbungkus plastik, siap dicuci setibanya di rumah nanti.

Hari itu juga, seorang ibu guru memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang menstruasi kepada kami. Terlebih dahulu, anak-anak laki-laki diungsikan ke perpustakaan. Tujuannya agak anak-anak perempuan tidak malu bertanya kepada ibu guru.

Pada saat itulah untuk pertama kalinya saya melihat dengan jelas pembalut wanita merek Hers, yang dibawa masuk ke kelas oleh ibu guru. Sebenarnya ibu saya juga rutin membeli Hers di toko kelontong dekat rumah. Namun, sebelum hari itu, saya hanya sebatas melihat kemasan luarnya, dan tidak pernah ingin tahu seperti apa bentuknya.

Saya mengira bentuk dan cara pemakaiannya rumit karena sebutannya “pembalut”. Seperti kalau kaki kita luka lalu dibalut, kan agak rumit prosedurnya. Memakai kain kassa yang harus dibuka dulu gulungannya, kemudian diplester, dan lain sebagainya. Ternyata pembalut wanita Hers bentuknya sederhana saja, dan cara pemakaiannya juga amat mudah.

Baca Juga:

Pembalut Dingin untuk Wanita: Saking Dinginnya Bukannya Nyaman Malah Bikin Kapok

4 Inovasi Pembalut Wanita yang Nggak Terlalu Penting dan Harusnya Stop Produksi

Supaya jelas, ibu guru mengambil sebuah pembalut Hers, lalu memperagakan cara menempelkannya pada celana dalam. Ternyata peragaan semacam ini amat penting. Sebab belakangan, saat saya sudah kuliah, seorang teman kos mengisahkan pengalaman memalukannya dengan pembalut Hers.

Alih-alih menempelkan bagian yang ada lemnya ke celana dalam, ia justru menempelkannya ke bagian kewanitaannya sendiri. Untung saat itu darah menstruasinya tidak tembus. Persoalan baru timbul saat ia hendak melepas si pembalut. Pedih, Lurrr….

Pembalut Hers era 1980-an bentuknya panjang, tebal, dan tidak bersayap. Pembalut ini sebaiknya tidak dilipat, agar kapas yang ada di dalamnya tidak terpotong, bergeser, atau berubah bentuk.

Jika hendak bepergian ke luar rumah dalam jangka waktu agak lama, sebaiknya Anda membawa pembalut cadangan untuk ganti. Pasalnya, meski bentuknya besar dan tebal, pembalut wanita 80-an belum mengenal teknologi yang dapat mengubah darah menstruasi menjadi gel. Bagian dalamnya hanya berisi semacam kapas sehingga rawan tembus ketika darah menstruasi sedang banyak-banyaknya.

Oleh karena itu, pembalut harus sering dicek. Kalau sudah terlihat cukup penuh, segeralah ganti daripada menanggung risiko tembus. Jika lupa membawa Hers cadangan dari rumah, tenang saja karena di koperasi sekolah pasti tersedia. Di sekolah saya dulu, kalau malu bilang pembalut, bisa pakai kode rahasia: “mau beli roti.”

Saat memakai Hers, karena cukup tebal, terkadang saya khawatir ketahuan sedang mens. Kalau ketahuan temen cwk sih nggak apa-apa karena senasib. Lha, kalau ketahuan temen cwk kan malu. Solusinya mudah saja, tinggal pakai baju bawahan yang longgar.

Meski demikian, selama beberapa tahun rutin memakai Hers, saya tidak pernah mengeluh, dan merasa cukup nyaman. Pasalnya, saat itu belum banyak pilihan merek dan jenis pembalut seperti sekarang. Jadi, pembalut Hers merupakan pilihan terbaik yang harganya terjangkau dan mudah didapat di pasaran.

Kemasan Hers zaman dulu menggambarkan seorang perempuan cantik, feminin, dan anggun bergaun putih, yang sedang bercengkerama dengan seekor merpati putih di tengah kebun yang indah. Siapa sangka kemasan itu tidak hanya dirancang agar terlihat indah dan menarik minat pembeli, tapi juga menyiratkan instruksi pemakaian.

Dalam tulisan seputar pembalut yang berjudul “Dari Softex ke Softex: Perjalanan Seorang Pemakai Pembalut Wanita Bermazhab Tuku-able”, disebutkan bahwa lem pada pembalut Hers hanya berupa tiga garis perekat yang daya rekatnya rendah sehingga mudah lepas. Nah, kemasan Hers seolah menyatakan bahwa lem pada pembalut Hers sebenarnya cukup kuat dan tidak bakal lepas, asal pemakainya tidak petakilan. Pokoknya ikuti saja tuntunannya: bergerak dengan pelan, feminin, dan anggun sesuai imej perempuan yang ada di kemasan.

Sumber Gambar: Katalog Shopee

BACA JUGA Dari Softex ke Softex: Perjalanan Seorang Pemakai Pembalut Wanita Bermazhab Tuku-able dan tulisan Santi Kurniasari Hanjoyo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2021 oleh

Tags: Hersmenstruasipembalut
Santi Kurniasari Hanjoyo

Santi Kurniasari Hanjoyo

Marathoner, ibu rumah tangga yang suka berlari, menulis, dan menyanyi.

ArtikelTerkait

Susahnya Belajar Mengatur Emosi Saat Menstruasi

Susahnya Belajar Mengatur Emosi Saat Menstruasi

23 November 2019
Repotnya Orang yang Punya Nama Panjang dan Susah Dilafalkan terminal mojok.co

Nyobain Charm Cooling Fresh, Pembalut dengan Sensasi Semriwing Kebangetan

25 Agustus 2020
4 Inovasi Pembalut Wanita yang Nggak Terlalu Penting dan Harusnya Stop Produksi

4 Inovasi Pembalut Wanita yang Nggak Terlalu Penting dan Harusnya Stop Produksi

5 Desember 2023
Wahai Perempuan yang Nggak Sakit Pas Menstruasi, Saya Iri!

Wahai, Perempuan yang Nggak Sakit Pas Menstruasi: Saya Iri!

1 April 2020
beli pembalut

Alasan Kenapa Cowok Jangan Suka Disuruh buat Beli Pembalut

24 April 2020
Alasan Kenapa Perempuan Nggak Perlu Lagi Ngumpetin Pembalut

Alasan Kenapa Perempuan Nggak Perlu Lagi Ngumpetin Pembalut

28 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.