Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mustahil Oasis dan Duo Gallagher Reuni, tapi ‘I Said Maybe’

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
8 Oktober 2020
A A
Mustahil Oasis dan Duo Gallagher Reuni, tapi 'I Said Maybe' noel gallagher liam gallagher terminal mojok.co

Mustahil Oasis dan Duo Gallagher Reuni, tapi 'I Said Maybe' noel gallagher liam gallagher terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam konten Ngobam Gofar Hilman, Naga eks vokalis band Lyla mengungkapkan alasan dia keluar sesimpel “karena tidak ada lagi perseteruan.” Sebab, perdebatan ego itulah yang melahirkan banyak karya besar. Lalu bagaimana dengan Oasis band asal Inggris yang saya yakin pembaca auto sing along jika membaca “so Sally can wait.” 

Yang terjadi pada mereka justru sebaliknya, bubar karena terlalu banyak berantem. Memang benar karya besar mereka lahir di saat mereka sudah berseteru, sejak awal Oasis terbentuk dari sebuah band bernama The Rain. Tapi, perseteruan yang hingga kini belum menemui titik terang terbilang absurd, bukan karena mereka (Noel dan Liam) beda visi soal band, bukan soal konsep, cuma permasalahan kelakuan Liam dan kesabaran Noel yang habis. Eh bukan cuma ding.

Band Oasis bubar setelah Noel Gallagher tidak kuat menghadapi kelakuan konyol adiknya, Liam Gallagher yang terbilang sangat barbar dan sering meninggalkan Oasis ketika tour. Puncak perseteruan keduanya terjadi pada Agustus 2009, ketika keduanya bertengkar di backstage.

Lagu “Live Forever” yang konon merupakan balasan dari “I Hate Myself and I Want to Die” milik Nirvana, justru jadi karma buat band mereka sendiri. Nyatanya Oasis juga mengakhiri hidupnya sendiri.

Untungnya, walau band ini telah mati secara resmi, tapi karya mereka abadi, begitu juga perseteruan Noel dan Liam. Hingga kini, keduanya lebih sering menyindir lewat Twitter hingga di beberapa wawancara juga.

Titik temu itu sebenarnya ada, ketika Liam mengakui penyesalannya pada 2017 silam serta menyatakan ingin reuni dengan Oasis. Paling anyar, ketika masa pandemi tahun ini, sekaligus untuk pertunjukan amal. Bukan pertama kalinya Liam begitu. Dari sekian bujukan sang adik, kakaknya selalu memegang pendirian untuk tidak akan reuni dengan Oasis. Kekeh banget. Noel memang sudah hampir 10 tahun untuk menyatakan dia benar-benar menyesal, bahkan ia menghilangkan ke-Oasis-an di lagu-lagunya kini, seolah mengatakan bahwa dia sudah move on.

Sejak awal, Noel terlihat lebih gengsian ketimbang Liam. Tengok bagaimana Noel pernah menolak tampil di perhelatan Olimpiade 2012 yang dihadiri musisi legend se-Britania Raya karena nggak mau ketemu Liam.

Event sebesar itu, yang bahkan Paul McCartney saja menolak untuk dibayar, ditolak begitu saja oleh Noel. Tengok juga bagaimana di beberapa wawancara soal kemungkinan reuni, dengan singkat, jelas, dan padat Noel menyatakan, “Nggak akan.” Bagi para fans, kata-kata Noel ini mungkin lebih menyebalkan dari balasan chat yang cuma “G”.

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

Walau lebih banyak merengek dan menurunkan gengsi, harus diakui Liam memang lebih sering memancing keributan ketimbang Noel terutama di Twitter. Kesimpulannya, Liam lebih sering minta maaf walaupun memang kesalahan itu dia bikin sendiri, sementara Noel adalah orang yang percaya bahwa daripada minta maaf lebih baik nggak usah bikin kesalahan. Bahkan mungkin lebih buruk, sebenarnya kesempatan terakhir Liam untuk mengubah sikapnya adalah sebelum mereka bubar 2009 lalu.

Noel tetaplah Noel dengan pendiriannya kini, sementara Liam tetaplah Liam dengan kebengalannya. Walaupun jujur saja, dari sekian banyak orang yang mengharapkan Oasis reuni, harus diakui juga sebenggal-benggalnya Liam, saya kira kini dia lebih baik. Lihat saja bagaimana dia tak lagi menggajul beberapa penonton yang memeluknya saat konser di Jakarta 2018 silam, yang bahkan membuat saya deg-degan sendiri walau via layar YouTube.  

Saya cukup pesimis dengan kemungkinan reuni mereka. Sekalipun Liam bernafsu untuk membentuk kembali Oasis. Bahkan kalaupun mentok pada opsi tanpa Noel, ya percuma. Sebab, Oasis adalah Liam dan Noel, tak mungkin tanpa satu di antarannya. Noel sebagai otaknya, sementara Liam adalah si Bengal. Lewat Noel banyak karya tercipta, lewat Liam lagu itu tersampaikan.

Saya tak mungkin menyukai Noel tanpa suara dan penampilan Liam yang membranding lagu cinta-cintaan seolah tetap manly. Tak mungkin juga menikmati kebengalan Liam tanpa karya jenius Noel. Seperti yang pernah dikatakan Noel pada Liam, “Aku yang bikin lagu, kau yang jadi Bintangnya.”

Padahal, masa pandemi sekarang adalah momentum mereka kembali seperti saat menciptakan “Live Forever” untuk meyakinkan dunia bahwa hidup itu harus dijalani tanpa ketakutan. Ditambah, Oktober ini tepat 25 Tahun “(What’s The Story) Morning Glory” dirilis, album yang melahirkan karya terpopuler mereka “Wonderwall” dan “Don’t Look Back In Anger.” Setelah channel YouTube resmi Oasis me-remastered lagu-lagu Oasis, saya juga berharap kedua Gallagher juga di-remastered. Because maybe, you’re gonna be the one that saves me.

BACA JUGA Alasan Klasik yang Seharusnya Nggak Dipakai Lagi Saat Malas Mandi dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2020 oleh

Tags: band rockMusik
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Ratusan Lagu K-Pop Hilang dari Spotify, Berikut Alternatif Platform Streaming Untuk Pencinta K-Pop Terminal Mojok

Mana yang (Beneran) Lebih Unggul, Spotify atau YouTube Music?

11 Juni 2021
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama ‘Cidro’ dan ‘Sewu Kutho’

26 November 2020
Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa? Mojok

Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa?

13 November 2023
4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Bangettt terminal mojok

4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Banget

15 Agustus 2021
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

23 Desember 2020
Rivalitas The Beatles dan The Rolling Stones yang Mirip Settingan mick jagger john lennon paul mccartney terminal mojok.co

Rivalitas The Beatles dan The Rolling Stones yang Mirip Settingan

18 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

5 Mei 2026
PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

4 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.