Alasan Klasik yang Seharusnya Nggak Dipakai Lagi Saat Malas Mandi – Terminal Mojok

Alasan Klasik yang Seharusnya Nggak Dipakai Lagi Saat Malas Mandi

Artikel

Hidup dengan iklim tropis Indonesia membuat kita sepakat bahwa mandi dua kali sehari merupakan keharusan yang diajarkan orang tua di rumah dan guru di bangku sekolah. Mandi itu ya di pagi hari sebelum berangkat sekolah dan di sore hari sepulang bermain. Tapi realitasnya tidak demikian, banyak orang yang malas mandi. Boro-boro dua kali sehari, kadang seminggu sekali malah.

Sebagai anak kos, saya sering menemui orang-orang yang malas mandi. Kadang saya sendiri juga sih, hehehe. 

Bukannya sentimen dengan kaum malas mandi ya, tapi kadang kaum mereka yang kelewat pede memang mengganggu. Jika kalian pernah mencium aroma-aroma keringat menyengat, selamat! Artinya orang di sekitar kalian ada yang malas mandi beneran.

Kali ini saya akan mengumpulkan alasan klasik yang sering digunakan kaum malas mandi untuk tidak mandi. Sebuah jurus berkilah yang sebenarnya sudah nggak mempan tapi masih dipakai.

#1 Nggak ke mana-mana

Kadang mandi memang sesakral itu sampai kalau tak kemana-mana tak perlu mandi. Tanda-tanda tidak mandi ini bisa terendus hidung karena aroma menyengat keringat yang kadang tidak disadari si kaum malas mandi. Mungkin sudah telanjur menyatu dengan hidungnya. Walau diingatkan pun, mereka dengan sepele menjawab, “Halah kayak mau kemana aja pakai mandi.” Anda saja yang tidak sadar bau ketek Anda, heiii!

#2 Biar kayak orang luar negeri

Pernyataan ini kalau dianalogikan seperti biawak yang menertawakan ikan kotes karena keseringan kena air. Jangan disamakan dimensinya lah. Kita tinggal di negara tropis, jelas beda dengan iklim “luar negeri” yang dimaksud itu. Sebercanda apa pun, alasan ini jelas tidak mashook dan tidak layak dipakai. 

#3 Hemat air

Ini adalah alasan yang membuat kita harus berpikir lebih keras bagaimana pengaruh mandi terhadap ketersediaan air bersih. Kalau mau membantah harus riset dulu, jangan-jangan ada benarnya. Walau sebenarnya orang yang melontarkan alasan seperti ini hanya asal ceplos dan yang penting punya alasan. Jadinya malah kita yang repot. Ya kalau memang tinggal di daerah sulit air, sedang kekeringan, atau kebetulan pompa air bermasalah, alasan ini mungkin masih bisa dipakai. Tapi kalau menggunakan alasan hemat air cuma sebagai pembenaran, maaf, klasik.

#4 Kesiangan

Jika kalian punya teman di tempat kerja atau di kelas yang nggak mandi dan beralasan karena “kesiangan” jangan langsung percaya. Kalian boleh positive thinking, tapi tidak semua orang sesuci dan serasional itu. Bagi kaum malas mandi akut, alasan macam ini digunakan untuk momen-momen yang pas saat dia ditegur perihal malas mandi. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, sebanyak apa pun deodoran dan parfum, pasti ketahuan tidak mandi juga.

#5 Sudah pernah mandi

Tidak tahu bagaimana ukuran “sudah pernah” ini maksudnya berapa hari sekali, berapa minggu sekali, atau dalam sehari “sudah pernah” mandi. Perkara mandi, orang juga punya patokan ideal masing-masing. Andai Sergio Ramos mengatakan “dah pernah” seperti alasan kaum malas mandi setelah memenangkan Liga Champions 2013-2014, mungkin dirinya tidak akan tercatat dalam sejarah sebagai kapten yang mengangkat 3 kali berturut-turut trofi UCL setahun setelahnya. Tolong pakai alasan lain ya, yang ini udah nggak bagus.

#6 Malas

Satu kata bagi kalian yang pernah mengatakan ini, respek! Alasan ini adalah muara dari yang sudah disebutkan di atas. Kejujuran tingkat tinggi, walaupun kadang bingung juga, sebenarnya orang macam ini harus ditemenin apa dijauhin sih? Kalau ditemenin kadang mengganggu, kalau dijauhin, masa iya perkara mandi jadi serumit itu?

Intinya jika kalian malas mandi, coba cari alternatif alasan lain supaya orang lain percaya dan memaklumi. Jangan pakai alasan-alasan lemah di atas dong, udah nggak bisa diterima lagi.

BACA JUGA Soccer, Istilah Ciptaan Orang Inggris yang Dibenci Orang Inggris dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Baca Juga:  Kenapa Sih Orang yang Bau Badan Nggak Sadar dengan Bau Badannya Sendiri?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.