Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Soccer, Istilah Ciptaan Orang Inggris yang Dibenci Orang Inggris

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
14 September 2020
A A
Fans Sepak Bola Itu Banyak Jenisnya, Nggak Usah Merasa Paling Sejati terminal mojok.co

Fans Sepak Bola Itu Banyak Jenisnya, Nggak Usah Merasa Paling Sejati terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sepak bola memang tak ada habisnya untuk dikuliti. Olahraga yang digandrungi segala lapisan masyarakat membuat pembahasannya berlanjut meski pertandingan sudah selesai. Salah satu contohnya adalah tentang penyebutan nama olahraga ini. Bahasa Inggris punya dua penyebutan untuk olahraga ini. Bahasa Inggris British menyebut sepak bola dengan “football”, namun bahasa Inggris American menyebutnya dengan “soccer”.

Meski remeh, nyatanya perbedaan penyebutan ini menimbulkan sentimen orang Inggris khususnya dan orang Eropa umumnya terhadap orang Amerika Serikat. Di beberapa negara, kesucian “football” tetap terjaga walau diterjemahkan ke ragam bahasa, misalnya voetlball (Belanda), fotboll (Norwegia), futebol (Portugis) dsb. Atau di Indonesia disebut ‘sepak bola’ sebagai terjemahan kata ‘football’. Sedangkan di Amerika Serikat, football melenceng jauh menjadi soccer. Meskipun bukan satu-satunya negara yang menggunakan istilah “soccer,” orang Amerika sering dianggap biang kerancuan penyebutan olahraga ini.

ADVERTISEMENT

Hal ini menjadi rumit ketika sepak bola sebagai olahraga paling populer di dunia nyatanya tak bisa menjadi paling populer di Amerika Serikat. Sering dibahas pula di pelbagai artikel alasan mengapa orang Amerika tak terlalu antusias terhadap sepak bola walau virusnya menjangkit dunia, yang jelas ketidaksukaan orang Amerika terhadap sepak bola pula yang dianggap sebagai alasan mereka enggan menyebut sepak bola sebagai “football” lazimnya warga dunia lain.

Orang Amerika justru menggunakan istilah “football (saja)” untuk menyebut olahraga “American football,” bukan untuk sepak bola. Hingga orang luar Amerika mempertanyakan mengapa tidak menyebut American football sebagai rugby meski sejatinya rugby dan American football berbeda. Orang Amerika juga sering menjadi olok-olokan netizen penganut football (sepakbola), dengan memplesetkan American football menjadi “eggball,” karena bolanya dianggap lebih mirip telur.

Keengganan orang Amerika untuk umum koncone baik dari penyebutan maupun kegemaran ini menumbuhkan anggapan bahwa orang Amerika sengaja mendiskriminasi sepak bola yang notabene produk luar. Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat memang dikesankan menjaga kehormatannya, tak terkecuali olahraganya seolah tak mau kalah populer dengan olahraga luar negeri.

Sentimen orang Eropa khususnya Inggris ini sering saya ditemui di akun-akun olahraga khususnya sepak bola, di mana ketika ada orang yang menulis “soccer” bisa dipastikan kolom komentar dipenuhi bully-an dan pembelaan antara yang menyebut football dan soccer. Jangankan orang Eropa, orang Indonesia pun terjangkit virus yang sama.

Coba deh kamu nulis kata “soccer” salah satu postingan akun olahraga, saya yakin walaupun tidak ada akun orang Eropa di sana, pasti ada yang berusaha membenarkan soccer menjadi football.

Sentimen ini juga diangkat dalam film Green Street Elite yang menceritakan tentang gaya hidup pendukung West Ham United. Diceritakan, Matt Buckner sebagai mahasiswa asal Amerika yang mengunjungi kakaknya di London, sering dipandang sinis oleh pemuda-pemuda London. Aksen Amerika yang kental membuatnya gampang dikenali dan langsung dicap sebagai orang aneh karena di negaranya tak menyukai sepak bola. Puncaknya ketika Matt Buckner mengucapkan “soccer” langsung kena semprot Pete Dunham, pemuda asli London sekaligus sepupu ipar Matt Buckner, “Stop saying soccer!”

Baca Juga:

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Saya kira, kepopuleran film ini di Indonesia pula lah yang membuat sentimen orang Eropa terhadap soccer menyebar sampai negara kita.

Ketidaksukaan orang Inggris dan Eropa terhadap istilah soccer, sebenarnya adalah kesalahan mereka sendiri. Dalam artikel Pandit Football yang berjudul “Menelusuri Jejak Lahirnya ‘Soccer’”, dijelaskan bahwa pada masa perkembangan sepak bola, terjadi perpecahan antara yang memainkan sepak bola dengan tangan dan kaki.

Saat itu, orang-orang yang memainkan bola dengan tangan mengasosiasikan dirinya dalam “Rugby football” dan yang memainkan bola dengan kaki mengasosiasikan diri dalam “Association football”. Karena kebiasaan orang Inggris menyebut “Association football” dengan “Sock”, orang Amerika meniru hal tersebut dan terciptalah istilah soccer

Orang Inggris boleh mempertahankan dan membenarkan “football”, sementara orang Amerika boleh memakai pembenaran kalau “soccer” mereka gunakan bukan atas kebencian terhadap sepak bola, tapi atas dasar meniru orang Inggris. Yang jelas sebagai orang Jawa yang lebih lazim menyebut bal-balan saya tidak mau terlalu larut dalam perdebatan ini. Hanya saja, kalau disuruh memilih saya lebih menyarankan “football” sebagai sesuatu yang murni dan benar dibanding soccer yang lahir karena kesalahan. Toh mau football atau soccer yang penting olahraga ini tetap dimainkan dengan kaki, bola dan lapangan.

BACA JUGA Bully yang Dialami Adik Saya dan Surat Cinta Terbuka Untuknya dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 September 2020 oleh

Tags: AmerikafootballinggrisSepak Bolasoccer
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

36 Istilah yang Sering Muncul dalam Gim Fantasy Premier League Terminal Mojok.co

36 Istilah di Gim Fantasy Premier League yang Sering Muncul

17 Maret 2022
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis

24 November 2020
Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

Setelah Messi Pindah ke PSG, Dunia PES dan FIFA Tak Lagi Sama

12 Agustus 2021
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

‘Ted Lasso’, Series Sepak Bola yang Harus Ditonton Coach Justin

19 Oktober 2020
Fans Bola Layar Kaca yang Hobi Banter Harusnya Berantem Betulan Saja

Fans Bola Layar Kaca yang Hobi Banter Harusnya Berantem Betulan Saja

24 Mei 2022
kante

Hidup Seperti Kante, Bukan Larry

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.