Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Motivasi Orang Cantumin Gelar Akademik di Medsos Itu Apa sih?

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
10 Agustus 2022
A A
Motivasi Orang Cantumin Gelar Akademik di Medsos Itu Apa sih?

Motivasi Orang Cantumin Gelar Akademik di Medsos Itu Apa sih? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gelar akademik dicantumkan di medsos itu nggak masalah. Tapi, ingat, blunder itu nyata

Mempunyai kesempatan untuk menempuh studi merupakan hak istimewa yang patut disyukuri. Pasalnya, tak semua orang bisa memperoleh kesempatan tersebut. Bukan hanya masalah otak, biaya juga kerap kali menjadi halangan. Mau nguber beasiswa pun, persyaratan dan saingannya membludak. Dengan demikian, probabilitas untuk mencicipi bangku kuliah dengan bantuan beasiswa, boleh dibilang sangat kecil.

ADVERTISEMENT

Makanya, banyak orang yang bersyukur banget ketika keterima dan lulus. Euforia mereka harus dimaklumi. Selama nggak berlebihan, nggak perlu dinyinyirin. Keterima susah, lulus jauh lebih susah. Hal itu bikin orang kadang memilih mencantumkan gelar di namanya.

Kalau dulu, pencantuman gelar biasanya dilakukan pada undangan pernikahan, fenomena ini kemudian merambah ke media sosial. Tidak jarang, dengan mudah kita bisa menemukan warganet yang mencantumkan perolehan gelar akademis di depan atau belakang nama mereka.

Sah-sah saja, benar. Tidak ada undang-undang yang melarang. Terlebih, jika memang institusi tempat orang-orang yang mencantumkan gelar tersebut mewajibkan pekerjanya untuk menulis di akun media sosial mereka, entah apa tujuannya. Bisa dimaklumi juga kalau pencantuman gelar tersebut karena mempunyai misi tertentu seperti personal branding. Biasanya ini dilakukan pada mereka yang bekerja sebagai self-employee dan menjadikan akun media sosial mereka sebagai akun bisnis.

Aneh sih, tapi masih bisa dimaklumi.

Namun, tak perlu menampik juga kalau memang ada orang-orang yang seolah ogah rugi. Sudah bayar mahal buat kuliah, percuma, dong, kalau followers mereka nggak tahu? Apalagi kalau gelarnya terbilang punya gengsi tinggi di mata masyarakat. Kalau perlu, sekalian pula cantumkan alumni mana, gitu. Semakin panjang gelar dan semakin tersohor perguruan tingginya, semakin tinggi pula kebanggaan yang dirasa.

Tentu saja, tradisi tersebut akan dibuntuti risiko yang mau tak mau kudu siap diterima. Apalagi kalau bukan sindiran warganet nyinyir kayak saya ini. Hehehe. Terlebih, kalau akun media sosial yang diberi gelar sepanjang rel kereta api tersebut tak lebih dari akun pribadi yang hanya dipakai untuk posting selfie atau aktivitas harian. Lalu, gunanya pangkat atau gelar itu buat apa? Mau dibilang buat menggaet calon konsumen, kok, nggak selaras sama kontennya.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Apalagi jika akun tersebut malah nyinyirin orang, dan bawa-bawa gelar akademik yang ia punya. Lha itu baru wajib dinyinyirin. Kalau logikanya masuk mah gapapa, lha kalau nggak? Kagak malu tuh sama gelar?

Maaf-maaf saja, sih. Jika akun medsos yang menampilkan gelar akademik tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan, orang yang melihat bisa menilai bahwa si empunya akun gila pengakuan dan overproud akan pencapaian.

Betul, bahagia orang itu beda-beda. Flexing sudah jadi hal yang biasa. Yang perlu digarisbawahi, pencantuman gelar pastinya akan diikuti oleh tanggungjawab yang besar juga. Nggak lucu, misal suatu kali terlibat debat kusir alias tubir di dunia maya, institusi serta prestasi akademis kita ikut terseret dan dijadikan peluru bagi netizen untuk menyerang balik seperti kejadian yang sudah-sudah.

Lagian kalau overproud sama gelar akademiknya ya, rasanya aneh banget. Kan yang kuliah bukan cuman dia doang. Yang punya gelar master kan bukan dia doang gitu lho. Bukan menegasi usaha dia ya, tapi kalau jadiin gelar sebagai “senjata”, rasanya kurang pas gitu lho.

Bebas aja kalian mau cantumin gelar akademik di medsos kalian. Tapi, ingat konsekuensinya. Potensi kita blunder di medsos itu besar banget, sedangkan manusia tempatnya bikin salah. Jadi, baiknya main aman aja. Pamerkan gelar akademik ke saudara atau tetangga yang banyak omong aja, biar diem, ketimbang di medsos yang nggak peduli kalian bergelar apa, ya nggak?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kenapa Ada Orang yang Begitu Ambisius Hingga Punya 13 Gelar Akademik?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2022 oleh

Tags: blundergelar akademikMedia Sosial
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

wag

Dilema Admin Tunggal WhatsApp Group (WAG) yang Nggak Laku

10 Agustus 2019

Biar Nggak Bikin Ulah Lagi, Akun Perencana Keuangan Baiknya Di-unfollow Aja!

21 Juni 2021
Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

9 April 2024
Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

Sudah Saatnya Menghilangkan Nilai Akademis sebagai Syarat Beasiswa

30 Oktober 2020
imam darto mojok

Menalar Logika Ngawur Imam Darto Soal Korupsi Dana Bansos Covid-19

7 Desember 2020
Kasus Brigadir J: Ditertawakan Rakyat, Makin Menjatuhkan Martabat Polisi

Kasus Brigadir J: Ditertawakan Rakyat, Makin Menjatuhkan Martabat Polisi

10 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.