Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Momen-momen Zaman Sebelum Segalanya Pakai Internet yang Bikin Kangen

Lina Yasmin oleh Lina Yasmin
31 Mei 2021
A A
Momen-momen Zaman Sebelum Segalanya Pakai Internet yang Bikin Kangen terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tak bisa dimungkiri bahwa internet dan segala perkembangannya telah mengubah hampir segala aspek kehidupan saat ini. Mulai dari mencari informasi, mengerjakan tugas dan pekerjaan, serta aplikasi-aplikasi super yang bisa membantu kegiatan sehari-hari.

Data pada tahun ini yang diperoleh dari Hootsuite menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-6 dunia dalam penggunaan internet terbanyak dengan 202,6 juta pengguna. Dalam sehari, setiap orang Indonesia rata-rata menghabiskan 8 jam 54 menit untuk berselancar di internet. Angka yang fantastis, kan?

Namun, rupanya terdapat momen-momen yang bikin kangen di masa internet belum merajalela atau semasif sekarang.

#1 Nyamperin teman secara langsung

Beberapa hari yang lalu, kebetulan saya membaca konten post di Instagram yang bilang 80% anak muda zaman sekarang cenderung mengatakan kalau dia sedang ada di luar rumah seseorang. Hal ini bisa jadi benar. Hal ini mengubah budaya “nyamperin teman” yang lebih populer sebelum adanya aplikasi pesan instan. Waktu itu, kita akan mengetuk pintu atau pagar sambil memanggil-manggil nama teman kita yang punya rumah.

Mungkin terkesan sepele, tapi sebenarnya ada dampak yang cukup disayangkan dengan perubahan ini. Dengan budaya nyamper, kita secara nggak sengaja jadi kenal anggota keluarga yang punya rumah secara personal. Meski kita hanya menjemput teman kita dan akan pergi lagi, mau nggak mau kita perlu berinteraksi dan menyapa orang yang membuka pintu, serta berbasa-basi dengan anggota keluarga lain yang ada di rumah.

Meski budaya sopan santun, bertegur sapa, dan salim dengan orang yang lebih tua masih berlaku, dengan budaya “nyamperin teman” hal tersebut akan terjadi lebih sering dan lebih terasa. Ehehehe.

#2 No social media, less insecurity

Punya akun media sosial bisa dibilang hal yang penting saat ini. Mulai dari pelajar eksis yang sedang mencari jati diri, pelaku usaha yang sedang memasarkan produk atau layanannya, maupun para influencer yang giat menyebarkan pengaruh “positif” untuk dunia, semua pasti setuju akan hal tersebut.

Meski begitu, terkadang saya merasa kewalahan atau bahasa kerennya “overwhelmed” dengan banjirnya informasi dan emosi yang datang dan timbul dari media sosial. Ya, meski saya tahu ada yang namanya “social media detox”, banyak yang enggan melakukannya atau bahkan menghapus akun media sosial mereka meski mereka merasakan pengaruh negatif. Saya sendiri terlalu FOMO dan nggak sudi hidup tanpa video kucing lucu di Instagram.

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

Akhir-akhir ini di media sosial muncul tren kata “insecure” yang secara harfiah artinya rendah diri atau minder. Terdapat bermacam-macam konten di media sosial yang mengandung pesan insecurity mulai dari yang menyulut hingga yang berusaha menenangkan dan menyemangati.

Jika Anda tertarik membuat konten yang menyulut, Anda bisa saja memamerkan harta, post IG story sedang makan di restoran, selfie pamer body goals, kronologi karier cermerlang di usia muda, storytelling 100 juta pertama, punya rumah di usia 25, dan lain sebagainya. Untuk yang menenangkan, Anda bisa kasih tips bersyukur, daftar zikir harian berserta manfaatnya, cara journaling, dan lain sebagainya.

Eits, jangan di-judge dulu! Batasan antara yang menyulut dan yang menyemangati itu tergantung pribadi masing-masing bagaimana menanggapinya. Hati orang mana ada yang tahu. Tapi, semoga kita selalu berpikir positif meski punya tetangga yang banyak duit pahadal di rumah saja.

#3 Konsumsi berita setidaknya 3 kali per hari

Kalau yang satu ini hampir membuat saya terkena gangguan mental. Media informasi memang menjadi industri yang mengalami perkembangan terpesat akibat internet. Namun selain munculnya segudang dampak positif, dampak negatif yang ditimbulkannya juga luar biasa dahsyat. Mulai dari munculnya berita hoaks dari mana-mana, clickbait, saling serang di kolom komentar, serta berita negatif terus-menerus dan tak ada hentinya seperti lonjakan Covid-19, pembunuhan, begal, dan resesi ekonomi.

Belum lagi berita mengenai orang-orang bodoh yang mempertontonkan dan mempermalukan diri sendiri baik disengaja maupun nggak. Seperti mengancam dan ngatain kurir COD, marahin kasir minimarket akibat anak curi uang untuk main game, hingga kisah tragis babi hutan tak bersalah yang sudah kita tahu bagaimana nasibnya.

Di sini sebenarnya internet telah menyadarkan kita satu hal penting, yaitu sebagian besar pengguna internet di Indonesia sebenarnya masih belum bisa mengikuti pesatnya perkembangan internet dan teknologi. Saya hanya bisa berspekulasi bahwa kurangnya didikan, attitude, dan gizi sewaktu balita yang menyebabkannya.

Dulu, berita hanya dapat diakses melalui surat kabar dan liputan berita di televisi. Jadi, mayoritas dari kita hanya dapat mengaksesnya setidaknya 3 kali sehari. Koran pagi, liputan pagi, dan liputan sore atau malam. Tapi sekarang kita bisa mengaksesnya 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu alias setiap saat.

Nah, itulah momen-momen yang buat saya kangen hidup di masa pra-internet. Ah, sungguh, masa lalu memang menyenangkan untuk dikenang.

BACA JUGA Telkomnet Instan, Layanan Internet ‘Lemot’ yang Populer pada 2000-an dan artikel Lina Yasmin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2021 oleh

Tags: akses internetGaya Hidup TerminalInternetnostalgia
Lina Yasmin

Lina Yasmin

Pekerja swasta yang masih belajar baca dan tulis. Hobi jalan kaki, makan enak, dan minum matcha walaupun ngaku rasanya kayak rumput. Sedang manifesting slow living di tengah hiruk pikuk Jabodetabek.

ArtikelTerkait

kamus peribahasa

Let’s Confuse Kids Nowadays dengan RPUL, RPAL, dan Kamus Peribahasa

19 September 2019
facebook media sosial kenangan nostalgia fitur mojok

Bagi Saya, Facebook Adalah Media Sosial Paling Sentimental

25 April 2020
Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma terminal mojok.co

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma

16 Agustus 2021

3 Hal yang Bikin Deg-degan Saat Pilih Tukang Bangunan

13 Juli 2021
Mengenal Keun-jeol, Cara Memberi Penghormatan Tertinggi Ala Budaya Korea terminal mojok (1)

Mengenal Keun-jeol, Cara Memberi Penghormatan Tertinggi Ala Budaya Korea

24 Juli 2021
sejarah arak cina arak pribumi arak eropa mojok

Menyusuri Sejarah Panjang Arak Pribumi, Cina, dan Eropa

11 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal Mojok.co

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

27 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Perawatannya Tak Sama seperti Matic Biasa Lainnya

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.