Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Nafiuddin Fadly oleh Nafiuddin Fadly
6 Desember 2025
A A
Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Saya, Pengeluaran Semakin Boros! Mojok.co

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Saya, Pengeluaran Semakin Boros! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Meminjam judul buku Agus Mulyadi, Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih, kali ini saya ingin menulis artikel tentang seni memahami masa aktif kuota internet. Ini jadi keresahan banyak orang. Sebab, banyak provider saat ini yang menjanjikan masa aktif hingga satu bulan atau 30 hari, kenyataannya kuota internet hanya aktif selama 28 hari.

Dari banyaknya bulan di kalender, kok ya bulan Februari menjadi tolak ukur masa berlaku kuota internet. Dan, masyarakat terpaksa tunduk mengikuti sistem ini karena kuota internet sudah menjadi kebutuhan dasar.

Isu ini pernah dibahas dengan sangat baik oleh salah satu penulis Terminal Mojok, Alban Hogantara, beberapa hari lalu. Kali ini saya ingin menambahkan dan memberikan perspektif lain. Percayalah, ketentuan masa aktif  kuota 28 hari  ini bikin pengguna benar-benar menderita secara keuangan!

Pengisian ulang kuota internet maju 2-3 hari

Sudah banyak yang merasakan dampak dari masa kuota internet 28 hari. Salah satunya adalah pengisian ulang menjadi maju beberapa hari. Bisa maju sampai 2-3 hari.

Ya kalau dalam satu bulan 30 hari, majunya 2 hari. Sementara, yang satu bulannya 31 hari majunya menjadi 3 hari. Hal ini akan berlanjut terus ke bulan-bulan berikutnya. Akibatnya, saya harus beli kuota internet dua kali dalam sebulan.

Dengan begini, saya jadi kesulitan mengelola keuangan saya. Padahal, dulu saya cukup melakukan satu kali pembelian kuota untuk satu bulan.

Masa berlaku kuota habis justru lebih menyakitkan daripada kehabisan kuota internet itu sendiri. Pikirkan saja, jika masih punya sisa kuota yang cukup banyak, tetap saja tidak berguna karena masa berlaku sudah habis. Nyesek kan?

Banyaknya pilihan paket internet membuat pengguna dilema

Banyaknya pilihan kuota internet dengan masa berlaku 28 hari membuat saya bingung. Memang, masih ada kuota internet dengan masa berlaku 30 hari. Tapi, biasanya lebih mahal atau mendapatkan kuota lebih sedikit.

Baca Juga:

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

Review 2 Tahun Penggunaan Iconnet: Internet Stabil, Jarang Error, Servis Memuaskan!

Saya beri contoh konkritnya. Saya menggunakan provider Tri. Di dalam aplikasi Bima+, ada dua paket internet Tri yang membuat saya bingung memilih. Bisa memakan 15 menit lebih untuk saya mempertimbangkan keputusan.

Ada paket bulanan dengan harga Rp100 ribu. Saya bisa mendapatkan kuota 55GB dengan masa berlaku 28 hari. Satunya, ada paket hot sale dengan harga yang sama. Mendapatkan kuota 50GB, namun dengan masa berlaku 30 hari.

Mungkin beda tipis secara kuota internet dan masa berlakunya. Tapi, bagi saya yang punya uang pas-pasan, ini seperti pilihan antara hidup dan mati. Konsekuensinya cukup besar dan membuat saya dilema. Itu tadi baru contoh kecilnya saja.

Pilihan membingungkan seperti ini tidak hanya terjadi pada Tri. Di provider lainnya juga tidak kalah rumitnya. Kalau tidak percaya bisa kalian cek.

Gaji belum turun, tapi kuota internet sudah menjerit 

Bagi saya yang merupakan karyawan biasa dengan gaji UMK, masa berlaku kuota internet 28 hari membawa masalah serius. Lha karyawan saja baru mendapat gaji setelah satu bulan (30 hari atau 31 hari) bekerja. Ini kuota belum sampai satu bulan sudah minta jatah isi ulang.

Terdapat tiga cara agar tetap memiliki kuota internet sampai gajian tiba. Mau tidak mau harus memilih di antara tiga opsi tersebut agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar.

Pertama, dengan membeli paket harian. Setelah masa berlaku kuota internet 28 hari sudah habis, saya biasanya membeli paket internet yang harian. Bisa yang per satu hari, tiga hari, bahkan yang tujuh hari. Lalu apabila gajian sudah tiba, beli lagi produk yang masa berlakunya 28 hari.

Kedua, membeli paket internet yang mahal sekalian di awal. Tujuannya dapat kuota gede plus masa berlaku 30 hari. Biasanya harus membayar di atas Rp100 ribu. Cara ini cukup mantap, walaupun dompet menangis.

Ketiga, menggunakan pembayaran paylater untuk kondisi darurat. Tak dipungkiri biasanya di akhir bulan lagi kere. Jadinya sulit membeli kuota internet lagi. Dengan paylater beli sekarang bayar nanti kalau sudah gajian, jos!

Begitulah masalah pelik yang saya (dan banyak orang mendang-mending lain) harus hadapi untuk memenuhi kebutuhan kuota internet selama sebulan. Semoga pemerintah membuat regulasi untuk melarang adanya masa berlaku produk yang hanya 28 hari. Semua harus kembali ke masa berlaku 30 hari. Kalau perlu sampai 31 hari sekalian!

Penulis: Nafiuddin Fadly
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Free WiFi yang Sesungguhnya Nggak Benar-benar Free

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2025 oleh

Tags: data internetInternetkuotakuota internetprovider internet
Nafiuddin Fadly

Nafiuddin Fadly

Seorang pria asal Solo. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial dan teknologi. Suka kopi espresso dan baca buku.

ArtikelTerkait

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

10 Oktober 2023
5 Hal yang Bikin Saya Makin Cinta sama AXIS

5 Hal yang Bikin Saya Makin Cinta sama AXIS

29 Agustus 2023
Chromebook Ternyata Tidak Seburuk yang Dibicarakan Orang-orang UMR Cianjur

Chromebook Ternyata Tidak Seburuk yang Dibicarakan Orang-orang

3 November 2022
4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Pemangkasan Kuota KIP Kuliah 2023: Pendidikan Memang buat yang Kaya-kaya Aja

28 Juli 2023
Dear Telkomsel, Kamu Memang Baik tapi Lebih Baik Kita Putus. Setia sama Kamu Sama Aja Rela Bangkrut! tri

Dear Telkomsel, Kamu Memang Baik tapi Lebih Baik Kita Putus. Setia dengan Kamu Sama Aja Rela Bangkrut!

15 Agustus 2024
Sohibul Tethering

Tips dan Trik Menyikapi Para Sohibul Tethering yang Ngakunya Cuma WhatsApp-an Ternyata YouTube-an

10 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.