Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh!

Audian Laili oleh Audian Laili
17 Mei 2021
A A
Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh! terminal mojok.co

Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini netizen dibikin geram dengan kelakuan seorang ibu-ibu yang marah-marah dengan kata-kata yang sungguh kasar ke kurir. Pasalnya, barang yang ia pesan di marketplace dan diantar oleh si kurir ini dianggap tidak sesuai dengan barang yang dipesannya. Mungkin, karena ia kurang memahami bagaimana konsep dalam jual beli di marketplace, ketidaksesuaian yang baginya sungguh menjengkelkan tersebut langsung dilimpahkan ke kurirnya. Si kurir mau tidak mau mendapat caci maki yang sesungguhnya tak pantas ia terima.

Pemahaman soal bagaimana peran platform, penjual, dan kurir bekerja, tampaknya memang belum betul-betul dipahami oleh banyak orang. Mereka mengira kalau beli di platform tersebut, orang yang nganter ya penjualnya langsung. Jadi, kalau komplain ya bisa langsung. Apalagi ada sistem COD yang “bisa bayar di tempat.”

Begitu, kan? Kata-kata bernada yang terus menerus digaungkan dalam iklan yang menyeret Aldebaran (Arya Saloka) dan Andin (Amanda Manopo) sebagai bintangnya? Kalau idolanya saja terus menerus bilang “bisa bayar di tempat”. Wah, kayaknya enak, nih. Pengin belanja bisa dianterin langsung, bayarnya juga langsung. Berarti kalau komplain juga bisa langsung, dong?

Sayangnya, untuk yang terakhir itu adalah kesimpulan pribadi yang tidak dijelantrahkan dalam iklannya. Apa mereka bakal ngoyo membaca setiap ketentuan marketplace dengan saksama dan hati-hati? Hahaha agak sulit berharap banyak akan hal itu. Lha wong, kalau ada kerusakan barang dalam ekspedisi aja yang bakal di-rating jelek malah tokonya, kok.

Marketplacenya sendiri, sih, yang penting masyarakat merasa bahwa belanja online itu mudah. Lebih tepatnya, memang seperti ingin membentuk kebiasaan baru di masyarakat kalau mau belanja enak dan mudah ya melalui online. Soal nanti mereka merasa rugi karena nggak paham-paham amat dengan aturannya. Itu soal nanti. Apalagi, memikirkan kurir yang bakal berhadapan langsung dengan orang-orang semacam ini. Itu urusan ke-616382 yang bakal dipikirkan. Pokoknya marketplace-nya laris manis, ia mendapatkan banyak untung dari setiap “mitranya”.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang perlu dijadikan pertimbangan untuk tetap menyediakan cara pembayaran dengan sistem COD dalam belanja online.

Satu, seperti yang sudah disinggung di atas, pelanggan yang bayar dengan cara COD ketika merasa nggak cocok, komplain langsung ke kurir. Akhirnya nggak mau bayar dan kurir lagi yang rugi. Kalaupun ia memang bisa mengembalikan barang tersebut ke tokonya, tentu ia rugi tenaga dan waktu. Pasalnya, target pengantaran paket kurir per harinya juga tidak sedikit.

Dua, dulu di awal-awal tersedianya cara pembayaran COD, banyak terjadi paket datang ke rumah tanpa kita memesannya terlebih dulu. Lantaran paket tersebut beralamatkan di rumah kita, mau nggak mau kita harus membayarnya. Kita seolah nggak bisa berkutik dan nggak punya bukti bahwa betul-betul bukan kita yang memesannya. Kejadian iseng-iseng semacam ini, selain merugikan pelanggan yang nggak tahu apa-apa. Hal ini juga dapat ngerugiin kurir yang bisa jadi ketemu sama pelanggan ngotot dan nggak mau mengalah, “Pokoknya nggak mau bayar karena emang merasa nggak pesen.”

Baca Juga:

Shopee VIP Memberi Ilusi Hemat Belanja, tapi Bisa Membuat Boros Tak Terkira

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

Tiga, karena kurang kesadaran orang-orang saat memilih pembayaran dengan COD, banyak yang nggak peduli-peduli amat kapan barang itu bakal dianterin. Maksudnya, nggak sedikit yang milih COD, tapi nggak stay di rumah. Kalau kayak gini, kan, bikin kurirnya bolak-balik datang ke rumah. Lah emangnya, barang yang dianterin cuma punya situ aja? Kalau memang nggak yakin bisa stay di rumah terus, ya tolonglah transaksinya nggak usah pakai sistem bayar di tempat.

Dari tiga kondisi di atas itu saja, tampaknya pembayaran dengan sistem COD memang perlu dipikirkan ulang. Perlu dievaluasi apakah banyak manfaatnya atau mudharatnya. Sudahlah upah kurir nggak seberapa, target kerja gila-gilaan, nggak ada jaminan kerja dan perlindungan hukum. Eh, harus menghadapi risiko-risiko kerugian yang harusnya nggak perlu kayak gini.

Udah capek tenaga dan pikiran. Ini masih harus capek hati dan (bisa jadi) ganti rugi barang yang nggak bisa dibalikin tapi juga nggak mau diterima sama pelanggan. Abot tenan, Lur.

BACA JUGA Saya Member Platinum Shopee dan Malas untuk Checkout di Marketplace Ini Lagi dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2021 oleh

Tags: bayar di tempatkurirmarketplaceshopeeSistem CODtokopedia
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

bts

BTS Jadi Brand Ambassador: Strategi Cerdik Tokopedia dalam Menggaet Kpopers

7 Oktober 2019
Main Shopee Pets Bukan Cuma buat Hiburan, tapi Ada Alasan Filosofisnya terminal mojok.co

Main Shopee Pets Bukan Cuma buat Hiburan, tapi Ada Alasan Filosofisnya

6 September 2021
kapan merger tokopedia gojek nilai valuasi keuntungan IPO saham mojok.co

Kalau Tokopedia dan Gojek Merger, Kira-kira Bakal Gimana ya?

6 April 2021
Shopee Barokah, Cara Aman Menghindari Godaan Shopee PayLater

Shopee Barokah, Cara Aman Menghindari Godaan Shopee PayLater

11 Oktober 2023
5 Rekomendasi Beras 60 Ribuan Terbaik di Marketplace Terminal Mojok

5 Rekomendasi Beras 60 Ribuan Terbaik di Marketplace

23 Desember 2022
Rekomendasi 5 Toko Baju Thrift Terpercaya di Shopee Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Toko Baju Thrift Terpercaya di Shopee

31 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.