Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Batal Kuliah di Kampus Impian karena Miskin, Bersyukur karena Sekarang Bisa Bekerja dengan Nyaman dan Dapat Gaji 4 Kali UMR Jogja

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
12 Juni 2025
A A
Miskin, Gagal Masuk Kampus Impian, Kini Gaji 4 Kali UMR Jogja (Unsplash)

Miskin, Gagal Masuk Kampus Impian, Kini Gaji 4 Kali UMR Jogja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Nama Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) cukup menggetarkan jiwa kala itu. Tepatnya di akhir 2004 ketika saya bimbang akan kuliah di sama selepas SMA. Rasa iri dan ada gengsi di sana, saya sempat sangat tertarik masuk UAJY, khususnya Fakultas Hukum. Maklum UAJY adalah kampus impian saya.

Sebelum saya lulus SMA, terjadi diskusi yang berujung perdebatan di keluarga. Bapak saya ingin saya jadi guru. Beliau ingin saya mengambil Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) di Sanata Dharma. Maklum, kakak saya sudah kuliah di sana dan di jurusan yang sama. Bapak ingin saya mengikuti pilihan kakak.

ADVERTISEMENT

Maklum, saat itu, PBI Sanata Dharma adalah salah satu fakultas bergengsi. Konon katanya, PBI adalah salah satu fakultas pendidikan Bahasa Inggris terbaik, bahkan di Asia Tenggara. Sementara itu, saya punya kampus impian yang berbenturan keras dengan cita-cita bapak.

Saat itu, ada 2 pengaruh yang membuat saya begitu ingin masuk kampus impian yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta, khususnya Fakultas Hukum. Pertama, teman-teman SMA banyak yang ingin masuk sana. Kedua, Om saya adalah seorang pengacara. Kantornya ada di Jalan Selokan Mataram. Saya melihat Om saya sebagai sosok yang keren. Pengacara dan berhasil.

Kampus impian bernama Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Saat itu, saya sebetulnya nggak begitu paham hukum. Yang ada di dalam bayangan saya adalah soal iri dengan teman-teman SMA dan nikmatnya menyandang status kuliah di kampus impian. Jadi, selain Universitas Atma Jaya Yogyakarta, target lain saya adalah masuk Universitas Tarumanegara dengan fakultas yang sama.

Saya, dengan kesadaran penuh, mengambil formulir di 2 kampus tersebut. Dan di saat bersamaan, saya mengirimkannya. Semuanya berjalan mulus. Pertama, saya mendapat kabar bahwa UAJY menerima saya. Kedua, tidak lama kemudian, ada kabar baik juga dari Tarumanegara. Kalau memilih Tarumanagara, saya harus hijrah ke Jakarta. Dan saya tidak bermasalah dengan pilihan itu.

Dorongan masuk Fakultas Hukum di UAJY juga besar karena 2 teman SMA juga lolos seleksi. Jadi, setidaknya, adaptasi saya akan lebih cepat di kampus impian. Namun, ada 2 hal yang kemudian membuat saya gentar.

Pertama, biaya kuliah di kampus swasta ternyata tidak terjangkau. Yah, sebut saja saya miskin karena kondisinya memang begitu.

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Apalagi Universitas Atma Jaya Yogyakarta memang menyandang status sebagai “kampus mahal” saat itu. Kalau masuk tanpa beasiswa, saya dan keluarga pasti kesusahan untuk meladeni kejamnya UKT dan SKS. Saya sudah lupa nominalnya berapa.

Kedua, setelah ngobrol panjang dengan Om saya dan beberapa teman, ternyata Fakultas Hukum tak semudah itu. Padahal, saya ingin kuliah dengan santai tanpa beban di kampus impian. Saya merasa sudah cukup bekerja keras belajar ketika SMA. Punya cita-cita kuliah santai tak mengapa, bukan?

Akhirnya, Sanata Dharma

Sebelum masa SMA berakhir, di sekolah saya ada semacam ujian bersama-sama untuk masuk kampus tertentu. Salah satunya Sanata Dharma. Kebetulan, karena saya menempati posisi rangking 3 saat kelas 12 jadi tidak perlu mengikuti tes. Saya hanya perlu mengisi formulir dengan menyertakan fotokopian nilai-nilai rapor.

Lantaran sebelumnya sudah diterima di kampus impian, saya agak enggan untuk mencoba Sanata Dharma. Apalagi, kalau beneran masuk Sanata Dharma, saya akan menuruti keinginan bapak. Maklum, saat-saat SMA adalah masa pemberontakan. Jadi, saya enggan kuliah sesuai rancangan bapak.

Namun, lagi-lagi karena biaya, akhirnya saya “iseng” mendaftar Sanata Dharma. Demi sebuah pemberontakan kecil, di bagian fakultas, saya tidak mengisi Pendidikan Bahasa Inggris. Saya mengisi Fakultas Sastra, jurusan Sastra Indonesia. Saya tidak punya bayangan akan kerja apa setelah lulus nanti. Kecewa karena gagal kuliah di kampus impian, pokoknya saya ingin kuliah sesantai mungkin.

Sekitar 1 minggu kemudian, saya mendapat surat dari Sanata Dharma. Intinya, saya diterima dengan kondisi bebas uang gedung dan UKT berkat nilai-nilai di SMA yang “lumayan” lah. Akhirnya saya mengalah. Sastra Indonesia menjadi “kekasih” saya selama 5 tahun selanjutnya.

Melupakan kampus impian  

Bapak saya sempat lega dan bahagia ketika tahu saya akan kuliah di Sanata Dharma. Namun, sedetik kemudian, dia kecewa betul karena saya tidak masuk PBI. “Mau kerja apa kuliah sastra?” Hanya 1 kalimat itu yang keluar dari mulut bapak. Selebihnya hanya diam. Tak ada ucapan selamat.

Jujur saya agak sedih juga pada akhirnya karena mengecewakan orang tua. Namun, pada akhirnya, saya berhasil agak egois karena menikmati perkuliahan yang santai. Saya lulus dengan IPK di atas 3,5 dan sekarang bekerja dengan nyaman di Mojok sebagai Kepala Departemen Esai dan Terminal Mojok. Sudah begitu, saya mengantongi gaji yang lumayan, sekitar 4 kali UMR Jogja kurang dikit.

Hanya butuh 1 semester buat saya untuk melupakan kampus impian. Memang, tak ada gengsi berlebih ketika memutuskan kuliah di Sanata Dharma. Namun, jika saya tetap menebalkan tekad dan ambil UAJY, mungkin saat ini saya sedang bertarung dengan kondisi hukum yang brengsek banget di Indonesia ini.

Seperti menenggak alkohol, saya “sadar” sebelum terlalu mabuk dan melantur. Begitulah yang saya rasakan setelah melupakan Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan masuk Sanata Dharma, khususnya Sastra Indonesia. Apakah Sastra jadi pashion saya? Nggak juga. Semua diawali oleh kemiskinan. Sesederhana itu. Hahaha nikmatnya menertawakan kemiskinan.

Kini, saya bekerja dengan nyaman di dunia yang sudah saya kenali sejak kuliah. Saya memang masih harus banyak belajar lagi tentang tanggung jawab sebagai pemimpin. Khususnya soal SEO, membaca tren, dan menjadi leader yang seimbang. Tapi, itu semua saya syukuri karena jika salah ambil keputusan, stres saya bakal tak terbendung.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Segini Biaya Kuliah di Atma Jaya Yogyakarta, Beneran Mahal?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2025 oleh

Tags: Fakultas Hukumfakultas hukum UAJYJogjasanata dhatmaSastra IndonesiaUAJYUniversitas Atma Jaya Yogyakartauniversitas tarumanegaraYogyakarta
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

5 Privilese Tinggal di Sleman Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul Mojok.co

5 Privilese Tinggal di Sleman Sisi Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul

8 September 2024
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Jogja Istimewa, tapi Pengguna Jalannya Bikin Sengsara!

28 Juni 2023
Warteg Kharisma Bahari Ngringin Condongcatur, Tempat Sahur Paling Nyaman di Jogja dan Aman dari Klitih

Warteg Kharisma Bahari Ngringin Condongcatur, Tempat Sahur Paling Nyaman di Jogja dan Aman dari Klitih

13 Maret 2024
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja terminal mojok.co

Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja

25 November 2020
Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan  Mojok.co

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan 

3 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.