Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru

Annatiqo Laduniyah oleh Annatiqo Laduniyah
19 Mei 2020
A A
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan
Share on FacebookShare on Twitter

Malam perayaan menuju lebaran adalah malam yang banyak dinantikan oleh umat muslim di mana pun. Pasalnya, mereka akan merayakan hari kemenangan di esok hari. Pada hari terakhir bulan Ramadan, semua akan dipersiapkan. Tradisi lebaran memang identik dengan suasana bahagia. Selain berkesempatan bertemu dengan anggota keluarga besar, sajian makanan nikmat pun turut menyempurnakannya.

Ketika malam lebaran tiba, jalanan akan ramai oleh anak-anak dan pemuda yang melakukan takbir keliling. Dari yang jalan kaki hingga yang memakai mobil bak terbuka (pick up) untuk mengangkut sound system dan melakukan takbir keliling antar desa.

Rumah-rumah telah dibersihkan, toples-toples berisi kue dan jajanan sudah tertata rapi di atas meja. Dan tentunya juga sudah menyiapkan amplop kecil berisi selembar-dua lembar uang baru untuk dibagikan kepada anak-anak yang datang.

Tiap tahun selalu ada berita soal kebutuhan uang baru yang meningkat seiring dengan kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Ramadan dan lebaran. Pasalnya selain pekerja, anak-anak juga akan menagih THR ketika lebaran tiba.

Bagi-bagi uang ketika lebaran seakan sudah menjadi keharusan di negara kita. Bahkan Sosiolog Universitas Indonesia juga mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan manifestasi dari nilai berbagi kepada sesama, dan juga manifestasi dari nilai fitrah yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat kita. Walaupun misalnya, makna fitrah dan berbagi jika dikaji lebih dalam tidak hanya sebatas itu.

Lebaran sama dengan mengumpulkan pundi-pundi uang dari tetangga dan sanak saudara. Sayangnya, semakin beranjak dewasa dan beranjak usia, THR yang bisa masuk kantong justru semakin tipis bahkan kadang kosong.  

Jadilah teringat masa kecil dulu. Setiap malam takbiran, usai salat Isya dan mengikuti takbiran di masjid, saya berkumpul bersama saudara atau teman-teman lain di halaman masjid. Kemudian kami akan pluputan (silaturahmi) bersama ke rumah-rumah tetangga dengan berjalan kaki. Rumah siapapun kami masuki, kenal atau tidak. Dengan beramai-ramai atau dengan geng dan komplotan masing-masing

Alasan kami selalu keliling ketika malam lebaran karena saat-saat tersebut tamu cenderung masih lebih sedikit dibandingkan ketika hari H lebaran. Selain itu, biasanya selesai salat Idul Fitri, setiap orang termasuk anak-anak, akan menghabiskan waktu dengan keluarganya masing-masing. Jadilah malam takbiran merupakan momen yang pas untuk berkumpul dan bermain.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Lalu ketika sampai depan rumah mereka, kami akan mengucap salam secara bersamaan kemudian masuk. Duduk sebentar, sekadar menjawab pertanyaan basa-basi dari tuan rumah,

“Iki anake sopo ae?” (ini anaknya siapa saja?)

“Kelas piro?” (kelas berapa?)

“Sekolahe nang ndi?” (sekolah di mana?)

Hingga pertanyaan, “Diajari opo ae nak sekolahan?” (diajari apa saja di sekolah?). Padahal kan ya nggak mungkin kita jelasin semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Hadeeeh~

Kesalnya, pertanyaan itu akan diulang-ulang di setiap rumah. Dan jika yang datang terlalu banyak, maka pertanyaan itu hanya berlaku untuk satu atau dua orang yang duduk terdekat dengan si empunya rumah. Setelahnya, kami akan pamit dan disalami dengan satu atau dua lembar uang baru (tujuan yang sebenarnya). Pada saat itu, mendapat seribu rupiah saja sudah bersyukur sekali, apalagi bisa mendapat lebih. Hehehe.

Setelah pukul 9 malam, kami akan berhenti di halaman masjid lalu menghitung uang masing-masing. Ada yang langsung dipakai membeli mercon (petasan). Ada juga yang ditabung. Nah, saya termasuk yang terakhir itu.

Hingga kini, tradisi semacam itu masih banyak sekali ditemui. Apalagi di desa-desa. Namun, jelas beda posisi sekarang. Ketika malam takbiran, saya yang akan menunggu anak-anak itu di ruang tamu, mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang mereka dapatkan di setiap rumah, lalu memberi selembar lima ribu uang baru.

Namun terkadang kesal juga meladeni anak-anak itu. Karena mereka, saya jadi nggak bisa nonton film-film bagus yang sering mengisi layar televisi ketika malam takbiran. Baru selesai satu kloter anak-anak bertamu, dan saya duduk hendak leyeh-leyeh atau cemal-cemil makanan, datang lagi satu kloter. Begitu terus. Dan biasanya baru sepi jam 9 malam. Alhasil, acara TV yang ditunggu-tunggu, terlewat begitu saja.

Tapi di lain sisi, melihat wajah-wajah bocah yang masih lugu dan tak jarang memasang wajah malu juga membuat saya gemas. Pengin nabok. Eh, astagfirullah.

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: Anak-AnakLebaranSilaturahmiTerminal Ramadan
Annatiqo Laduniyah

Annatiqo Laduniyah

ArtikelTerkait

7 Hal Positif yang Hanya Akan Kamu Temukan di Bus Ponorogo-Trenggalek telolet bus

Ironi Telolet Bus: Bikin Bahagia, tapi Kadang Malah Berakhir Bencana, Saatnya Bikin Aturan yang Tegas!

25 Maret 2024
Stigma Pria yang Mengoleksi Mainan di Usia Dewasa: Dianggap Kekanak-kanakan dan Tidak Memiliki Prioritas

Stigma Pria yang Mengoleksi Mainan di Usia Dewasa: Dianggap Kekanak-kanakan dan Tidak Memiliki Prioritas

3 Desember 2019
maaf

Apologia: Pemohonan Maaf di Kala Lebaran

4 Juni 2019
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan

14 Mei 2020
Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink Terminal Mojok.co

Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink

23 Mei 2022
asisten rumah tangga

Asisten Rumah Tangga yang Tak Kunjung Kembali Setelah Idul Fitri

11 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.