Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

Siti Halwah oleh Siti Halwah
23 Agustus 2019
A A
anime

anime

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kecil saya adalah penggemar film-film anime. Menurut saya, film ini keren. Sebagian besar filmnya punya tema khusus serta alur cerita yang terarah jelas—nggak seperti sinetron. Meskipun tidak sampai pada tingkatan Wibu atau Otaku, tapi saya adalah anime lovers yang setia. Sejak SD hingga sekarang. Tanpa kenal zaman.

Bagi saya, anime punya dampak yang positif. Apalagi dari cerita dengan genre olahraga ataupun yang menampilkan sisi perjuangan meraih mimpi. Seperti anime yang berjudul Naruto yang ceritanya tidak hanya familiar bagi anime lovers, tapi juga bagi para manusia awam. Semua pasti tahu dan kenal dengan ninja ini.
Naruto adalah salah satu anime favorit sepanjang masa—hingga next generation-nya yang bercerita tentang anakanya Naruto, Boruto. Di sana, Naruto yang sejak kecil sudah yatim piatu, harus melewati masa-masa sulit di sekolah. Ia dibully, dikucilkan dan tidak punya teman akrab saat kecil. Kasian banget, kan?
Tapi, Naruto tidak pernah menyerah. Ia berusaha sekuat tenaga agar orang-orang mengakui kemampuannya. Ia juga bercita-cita menjadi Hokage—dalam bahasa kita mungkin semacam Presiden kali, ya? Naruto terus berjuang, melatih kemampuan ninjanya hingga merantau bersama gurunya—Jiraya. Semua dia lakukan untuk berjuang meraih cita-citanya menjadi Hokage.

Melihat perjuangan Naruto yang gigih membuat saya juga termotivasi untuk bangkit. Sungguh. Ketika saya gagal masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, saya hampir down. Menyerah dan merasa bahwa semesta tidak pernah bekerja untuk mendukung impian saya. Ceilah. Namun, akhirnya saya berusaha kembali. Saat itu dalam pikiran saya cuma satu: Naruto saja bisa bangkit dari keterpurukan masa kecilnya, masa saya nggak? Hehe.
Anime lain yang menjadi inspirasi saya adalah Kuroko No Basuke. Mulai dari season 1 hingga season 3 yang berganti judul menjadi Kuroko No Basket. Anime tersebut bercerita tentang tokoh Kuroko, seorang remaja yang sangat mencintai olahraga basket.

Rasa cinta Kuroko pada dunia basket sangat murni. Ia merasa sakit hati ketika teman-teman di SMP-nya hanya menjadikan basket sebagai ajang perlombaan untuk mendapatkan skor paling tinggi. Kuroko merasa semuanya salah. Jalan hidup yang dipilih teman-teman satu timnya keliru, jauh melenceng dari visi sebelumnya.
Ia tidak lagi melihat teman-temanya yang sering disebut sebagai Kiseki No Sedai—generasi keajaiban—tertawa bahagia saat bermain basket. Mereka hanya berambisi mengejar skor saja. Tak ada kebahagiaan.

Maka, Kuroko kemudian bertekad untuk merubah dan mengalahkan mantan teman-teman Kiseki No Sedai-nya. Ia bersama Kagami Taiga—teman baru di SMA-nya—berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan semua kompetisi. Menunjukkan bahwa basket harus dimainkan dengan rasa cinta dan perasaan bahagia. Ia menunjukkan bahwa aliran basket yang dianut oleh teman-temannya selama ini adalah aliran sesat, melenceng dari ajaran dunia basket yang sebenarnya.
Akhirnya, dengan perjuangan yang tidak mudah, bersama tim-nya yang masih unyu dan baru terbentuk, Kuroko berhasil mengalahkan mantan teman-temannya di Kiseki No Sedai. Ia bersama tim-nya bahkan mampu mengalahkan Akashi Seijhuro—ketua tim basket Kiseki No Sedai yang memiliki mata dengan kemampuan melihat masa depan. Sangat-luar-biasa-sekali.

Anime lain yang menjadi favorit saya adalah Haikyuu! Mengisahkan tentang tokoh Hinata yang sangat menyukai permainan bola voli. Hmm, padahal sebelumnya bagi saya voli adalah olahraga yang tidak menarik. Tapi berkat anime ini, saya menjadi tertarik luar biasa. Bahkan hingga rela menonton di TV saat olahraga voli tampil di Asian Games.

Hinata anak yang pendek, jauh di bawah rata-rata para pemain voli lainnya yang tingginya mencapai 180-190 cm. Namun, meskipun pendek, ia tetap bercita-cita untuk menjadi Ace. Memukul bola dan menjadi bagian dari pemain inti.

Sama seperti Naruto, Hinata juga sering kena bully dari rekan sesama tim-nya, Kageyama dan Tsukishima. Hiks. Meskipun setelah itu mereka sama-sama berjuang untuk mengembalikan kejayaan tim mereka sebagai “Gagak” yang dapat mengikuti turnamen di tingkat nasional. Terbang seperti motto tim mereka, mengalahkan jawara bertahan Ushiwaka dari SMA Shiratorizawa. Semangat Hinata! Saya menunggu season selanjutnya!

Baca Juga:

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Hikmah yang dapat saya ambil dari perjuangan Kuroko, Hinata dan kawan-kawannya tersebut adalah semangat pantang menyerah. Meskipun seluruh dunia meremehkanmu, akan selalu ada kesempatan untuk orang-orang yang gigih berjuang, pantang menyerah dan semangat mengejar mimpi.

Jadi, kalau kalian menemukan orang-orang yang suka sekali sama anime, jangan buru-buru menyebutnya otaku atau wibu yang tidak berguna. Bisa jadi orang tersebut seperti saya, mencari falsafah hidup dari film anime. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: animenarutootakuwibu
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Masashi Kishimoto Akhirnya Turun Gunung, Bagaimana Nasib Boruto ke Depannya?

17 November 2020
Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Gara-Gara Menulis di Terminal Mojok Saya Dikira Wibu Gila yang Kaya

28 Maret 2020
3 Fakultas Paling Wibu di UGM

3 Fakultas Paling Wibu di UGM

12 Juli 2023
Memahami Penyebab Jerawat biar Muka Tetap Glowing Kayak Levi Ackerman terminal mojok.co

Yang Akan Terjadi Andai Levi Ackerman Tumbuh di Lingkungan Pesantren

9 Januari 2021
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Sebelum Boruto, Ada Dragon Ball GT yang Sama Ampasnya

27 November 2020
FanFiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

Fanfiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

1 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.