Sebelum Boruto, Ada Dragon Ball GT yang Sama Ampasnya – Terminal Mojok

Sebelum Boruto, Ada Dragon Ball GT yang Sama Ampasnya

Artikel

Hilman Azis

Dalam dunia anime, ada istilah yang disebut long running yaitu anime yang masa tayangnya sangat lama dan bisa bertahun-tahun. Oleh karena itulah kebanyakan anime di Jepang sistem tayangnya per musim dan hanya berjumlah beberapa episode saja. Ambil contoh anime Attack on Titan yang walaupun memiliki popularitas yang tinggi, anime ini memiliki sistem tayang singkat per musim.

Sedangkan anime yang memiliki sistem long running adalah anime yang memiliki popularitas sangat tinggi juga karena manganya punya cerita yang sangat panjang. Beberapa anime long running di antaranya adalah Dragon Ball, One Piece dan Naruto.

Naruto yang seperti yang diketahui animenya tayang pada 2003 dan berakhir pada 2017 walaupun manganya sendiri sebenarnya sudah tamat pada akhir 2014. Popularitas Naruto yang sangat tinggi di seluruh dunia membuat pihak studio, dalam hal ini Pierrot ingin terus mendapatkan profit dari Naruto maka dengan cerdik mereka memutuskan untuk meneruskan cerita para keturunan Naruto dan yang kita kenal sekarang dengan anime Boruto.

Pihak studio meneruskan cerita Naruto seolah memaksa dengan dalih ingin terus memanjakan fans, padahal Masashi Kishimoto selaku kreator dari Naruto sudah tidak mau lagi meneruskan ceritanya dan tidak terlibat dalam pembuatan anime Boruto. Hasilnya? Anime Boruto banyak menuai kritik karena dianggap sudah terlalu jauh melenceng dari pakem. Cerita dan ending Naruto yang sudah sempurna tiba-tiba dibuat kacau di anime Boruto. Nggak kaget juga sih akhirnya Kishimoto turun gunung membantu Boruto.

Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi dalam dunia anime. Sebelumnya juga pernah terjadi pada Dragon Ball karangan Akira Toriyama. Anime ini berlangsung pada 1989 dan tamat pada 1996. Dragon Ball dianggap sebagai salah satu anime dan manga terbaik sepanjang masa serta merevolusi gaya atau style dari manga shounen. Anime ini menjadi sangat terkenal ke seluruh dunia dan menjadi salah satu anime yang pertama kali terkenal di dunia barat.

Setelah tamat pada tahun 1996, Toei Animation selaku pihak studio ingin terus melanjutkan cerita Goku dkk. Akira Toriyama tidak mau meneruskan ceritanya namun pihak studio memutuskan untuk meneruskannya sendiri tanpa berpegangan pada cerita manga. Yaitu membuat Dragon Ball GT.

Dragon Ball GT mendapatkan respon negatif karena banyak hal yang berubah serta mempunyai kualitas cerita yang berbanding terbalik dengan Dragon Ball Z. Dalam Dragon Ball GT diceritakan setelah dunia damai usai Goku mengalahkan Buu, Goku diubah kembali menjadi kecil oleh kaisar Pilap dan harus mengumpulkan kembali Dragon Ball dengan mengelilingi galaksi. Oleh karena rating yang rendah dan penerimaan negatif, Dragon Ball GT dihentikan penayangannya dan hanya berjumlah 64 episode saja. Sekuel asli Dragon Ball baru muncul kembali pada 2015 dengan judul Dragon Ball Super dan mendapatkan ulasan yang cukup positif.

Namun, Boruto memang agak berbeda dengan Dragon Ball GT karena anime Boruto tidak seburuk Dragon Ball GT. Meski demikian, tetap saja Boruto merupakan sebuah anime yang menuai kekecewaan sebagian fans dan banyak karena banyak yang berbeda dengan Naruto. Mulai dari sifat karakter Boruto yang menyebalkan, karakter lama yang dibikin lemah, hingga jalan cerita yang pengarangnya seolah kebingungan mau dibawa ke mana alur ceritanya.

Sebetulnya anime Naruto sendiri tidaklah terlalu sempurna. Bukan karena cerita utamanya yang jelek, melainkan karena terlalu banyak filler. Ya, nyaris setengah dari keseluruhan total episode Naruto Shippuden merupakan filler yang tidak ada dalam manganya. Ini merupakan strategi pihak studio untuk terus mendapatkan profit.

Lalu apa perbedaan lain antara anime Boruto dengan Dragon Ball GT? Bedanya fans kompak menganggap Dragon Ball GT adalah anime yang sangat buruk dan membuat pihak studio menghentikan produksinya. Sedangkan Boruto walaupun sebagian fans kecewa namun sebagiannya lagi malah banyak yang suka sehingga episodenya terus berjalan.

Ingat, pihak studio akan terus memproduksinya selama itu menguntungkan, tak peduli mereka sudah merusak tatanan cerita yang sudah terbentuk sempurna pada ending Naruto Shippuden. Sebagian fans mungkin menganggap anime Boruto bukanlah canon dan saya sendiri menganggap cerita Naruto sudah berakhir setelah pernikahan Naruto Uzumaki dan Hinata.

BACA JUGA Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar dan artikel Hilman Azis lainnya.

Baca Juga:  Anime "Tokyo Ghoul" dan Pikiran Soal Manusia yang Ternyata Lebih Kejam dari Ghoul
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
4


Komentar

Comments are closed.