Tips Nongkrong Hemat Cukup dengan Biaya Goceng – Terminal Mojok

Tips Nongkrong Hemat Cukup dengan Biaya Goceng

Artikel

Bayu Kharisma Putra

Nongkrong menjadi sebuah gambaran perlunya manusia bersosialisasi. Nongkrong biasanya ya begitu itu. Anda yang sering nongkrong pasti tahu. Anda mungkin suka nongkrong di kafe, angkringan, rumah sendiri, rumah teman, depan mini market, tugu masuk komplek, pos ronda dan masih banyak lagi. Tapi, Anda perlu tahu ada yang namanya mode nongkrong hemat.

Nongkrong memang bisa dibagi menurut orang yang melakukannya. Biasanya dibagi secara mudah yaitu nongkrong orang kaya dan nongkrong orang kere.

Jadi gini, kaya itu kan tergantung sudut pandang. Kaya atau kere itu relatif. Namun, kere lebih sering menjurus ke absolute. Gini saja, kita jangan lihat dari jenis dan jumlah harta benda. Sebab, susah ngitungnya dan saya malas juga cari data. Kita langsung saja berlanjut ke nongkrong hemat model saya dan teman-teman.

Nongkrong jenis ini punya banyak nama. Tapi saya dan kawan-kawan sejawat menyebutnya “nongkrong gocengan”.

Nongkrong hemat jenis ini bisa dilakukan sobat kere ataupun kaya tanpa memandang suku, ras ataupun agama. Semua orang bisa melakukanya.

Nongkrong gocengan biasanya dilakukan saat malam. Kami bukan pemuda yang suka minuman beralkohol. Kami pemuda pencinta kopi secengan dan mie instan beserta sosis sonice. Nongkrong jenis ini sudah ada sejak saya SMP dulu. Beberapa syarat yang harus Anda perhatikan untuk melakukan nongkrong hemat akan saya jabarkan.

#1 Tempat

Kita cari rumah teman yang sepi. Harus sepi karena nongkrong jenis ini bisa sampai pagi. Sebenarnya bisa dilakukan di mana pun selama kita nyaman. Tapi, nongkrong jenis ini asyiknya di rumah temen. Tidak harus rumah yang sultan dan punya kolam renang. Asal punya dapur dan colokan listrik hayuk aja.

Kalau semua rumah teman tak ada yang sedang sepi, ya di dekat pos ronda. Tinggal bawa panci sama teko. Beres mikir tempat lanjut ke syarat yang berikutnya.

#2 Gocengan yang hqq

Tak layak jika nongkrong gocengan dilakukan tanpa kehadiran uang kusut Rp5 ribuan. Dikira ngumpulin gocengan mudah. Ada saja anak yang nggak mau ngeluarin iuran. Kan kampret, tiap kumpul pasti nggak bawa duit. Ada juga yang cuma ngasih Rp3.000 atau Rp2.000. 

Tapi, tenang, selalu ada anak sultan yang bawa duit lebih. Biasanya si sultan yang begini pasti punya motor matic pemberian ortu. Intinya ngumpulin iuran itu wajib. Nongkrong tanpa sesajen adalah kehancuran. Setelah uang terkumpul salah satu anak harus ada yang turun gunung membeli kopi sachet, mi instan, dan sosis sonais.

#3 Chef dan barista

Di antara teman nongkrong gocengan, pasti ada yang selalu bersedia jadi chef. Tak perlu yang sejago chef Juna, asal bisa masak aja. Tanpa seorang chef yang merangkap barista, bisa kacau nongkrong kita. Kalau anak yang berperan jadichef ini nggak berangkat, pasti mi dan kopi nggak jadi-jadi. Semua orang saling menyuruh karena sedang asyik main hp dan gitar. Kalau sudah begini, biasanya si tuan rumah yang mengalah dan menjadi koki dadakan. Maka dari itu hargailah teman yang jadi chef dan barista. Padahal harusnya kan yang ngerjain adalah anak yang nggak ikut iuran. 

#4 Tanpa hape lebih baik

Hape kadang mengganggu keakraban kita saat nongkrong. Baiknya diganti gitar saja biar bisa nyanyi bareng-bareng. Kalau tak ada gitar pakailah speaker untuk mendengarkan musik sambil saling bercerita tentang hari-hari yang dilewati. Speaker tak perlu yang mahal. Cukup bisa bunyi dan ada bassnya dikit-dikit. Biasanya obrolan diselingi dengan nonton film bareng. Bisa juga sambil gibah dan ngomongin lawan jenis.

Dulu saat saya SMK, hampir tiap malam kami ngobrol banyak hal sambil dengerin lagu Avenged Sevenvold. Nongkrong hemat kala itu saya lakukan bersama teman sekampung, teman sekolah, teman satu band, dll.. Nongkrong hemat jenis ini sekarang sudah tak pernah saya lakukan. 

Tapi, saya lihat adik-adik di kampung saya masih mengamalkanya. Semoga mereka semua bisa menikmati masa nongkrong hematnya dengan baik.

Jadi, buat Anda yang masih sekolah, kuliah, atau baru kerja, nikmatilah masa nongkrong hematmu itu. Percayalah saat anda tertawa dan menikmati kopi secengan bersama teman, anggaplah itu saat nongkrong terakhir Anda. Lakukan nongkrong hemat dengan sebaik mungkin. Sebab, saat anda sudah lebih tua nanti, hal itu akan sulit terulang lagi. Maunya nongkrong di kafe, nongkrong mahal, menghabiskan lebih banyak lagi uang.

BACA JUGA Ronda Adalah Kegiatan yang Paling Sering Kumat-kumatan dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Baca Juga:  Tempat Ngopi Favorit di Jakarta Pusat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.