Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ronda Adalah Kegiatan yang Paling Sering Kumat-kumatan

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
24 November 2020
A A
Ronda Adalah Kegiatan yang Paling Sering Kumat-kumatan terminal mojok.co

Ronda Adalah Kegiatan yang Paling Sering Kumat-kumatan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Masih jelas di ingatan saya, bulan puasa lalu, saat pandemi masih berlangsung dan puasa masih tak boleh libur, di wilayah saya, Magelang, banyak video tentang penangkapan pencuri berseliweran di WA. Khususnya di grup WA bapak-bapak. Darah dan kekejaman tampak di video itu. Meski kebenarannya diragukan, ada hal baik yang timbul sebagai respons dari fenomena tersebut. Ronda adalah kegiatan yang kemudian sering diadakan.

Ronda digalakan lagi, pas banget waktunya. Saat itu bulan puasa, bisa sekalian menunggu sahur sambil menjaga lingkungan. Kebetulan juga saat itu banyak yang menganggur. Daripada gabut, mending meronda. Anak sekolah juga banyak yang ikut. Pokoknya saat itu ronda adalah kegiatan yang dapat antusiasme tinggi dan jadi ajang nongkrong anak sekampung.

Rasanya sudah bertahun-tahun ronda menghilang dari peradaban. Ronda itu baik, cuma nggak mudah saja. Ya kali kita mau begadang semalam suntuk. Mana harus dengerin becandaan bapak-bapak yang sering krik-krik. Saya sih mau saja menjaga keamanan lingkungan. Tapi, mbok ya yang rutin gitu. Jangan kumat-kumatan kayak gitu.

Fenomena seperti ini yang sering terjadi di masyarakat kita yang majemuk. Ronda adalah kegiatan yang muncul karena kumat-kumatan. Ya kayak sakit gigi dan panu. Yang paling sering terjadi adalah saat ada yang kemalingan. Pasti ronda bakalan jalan lagi. Hadeh, ya telat, kemalingannya udah kejadian.

Semoga di tempat Anda masih ada ronda ya, itu penting lho. Ronda adalah kegiatan yang bentuknya gotong royong yang sebenarnya asyik. Kapan lagi boleh nongkrong semalam suntuk? Di kampung saya, ronda itu bisa dikolaborasikan dengan karaoke dan main gitar sampai pagi. Coba kalau nggak sedang ronda, berani main gitar tengah malam pasti dilempar sandal.

Di kampung saya, ronda sudah berhenti sejak lebaran kemarin. Tapi beberapa hari ini banyak yang pengin ronda diadakan lagi. Tentu saja wacana muncul setelah salah satu toko elektronik disatroni maling. Tuh kan kumat lagi. Harusnya ronda diadakan dari kemarin-kemarin.

Saya dan beberapa orang sebetulnya masih ronda beberapa minggu setelah lebaran. Tapi, makin lama makin nggak ada orang dan saya memutuskan berhenti. Masa ronda sendirian? Lalu melihat kejadian kemalingan itu, saya jadi malu sendiri. Ada penyesalan yang tertanam. Harusnya saya tetap ronda, orangnya sedikit juga tak mengapa. Sayangnya, nasi sudah jadi aking, mau gimana lagi. Makanya saya minta maaf kepada korban yang kemalingan. Maaf seharusnya saya tetap eksis sebagai tukang ronda.

Ronda yang baik tentu harus rutin diadakan. Harus menjaga keamanan dan kenyamanan. Salah satu faktor yang bikin malas ronda adalah karena nggak semua orang mau berangkat dengan berbagai alasan. Lalu terjadilah perpecahan dan ketidakseimbangan.

Baca Juga:

Kalau Nggak Ada Manfaatnya, buat Apa Kampus Memaksakan KKN Online?

Pilkades Rasa Pilpres

“Besok kerja, Bos.”
“Lagi gak enak badan.”
“Bentar anak lagi rewel.”
“Sorry, Pak, ketiduran.”

Semua orang seakan hilang, nggak ada yang mau berangkat. Saya dapat info dari bapak-bapak yang rajin ronda sejak dahulu kala. Bahwasanya ronda sudah sering vakum sejak dulu. Bahkan sejak 80-an. Ya sama seperti sekarang, ronda memang kegiatan yang sepertinya ditakdirkan untuk kumat-kumatan.

Ronda memang kegiatan yang terkadang menyebalkan. Mulai dari bercandaan bapak-bapak yang bikin geregetan sampai rasa kantuk yang menyerang padahal pagi harus kerja. Belum lagi kalau sudah capek dan ngantuk, tapi nggak ada yang bawa makanan dan minuman. 

Sejatinya ronda bukan hanya kegiatan untuk menjaga kita dari si maling. Ronda juga bertujuan menjaga kerukunan, ketentraman, keharmonisan, dan bentuk pengabdian kita untuk masyarakat. Hal-hal seperti itu yang banyak hilang dari kita sekarang. Ronda cuma salah satu jalan untuk kita menuju ke sana. Kalau ronda aja kumat-kumatan, jangan-jangan rukun kita juga cuma kadang-kadang. 

BACA JUGA Kita Tidak Perlu Sok Dewasa di Depan Orang Tua dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2020 oleh

Tags: hidup bermasyarakatkerukunan
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

tetangga toxic

Tetangga Masa Toxic?

18 Juli 2019
pilkades

Pilkades Rasa Pilpres

4 Agustus 2019
KKN online urgensi manfaat kampus mojok

Kalau Nggak Ada Manfaatnya, buat Apa Kampus Memaksakan KKN Online?

13 Juli 2021
nggak enakan

Sulitnya Menjadi Orang yang Nggak Enakan

30 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa
  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.