Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Suzuki Satria F Ternyata Nggak Seenak yang Dibayangkan

Budi oleh Budi
25 November 2020
A A
Satria f suzuki nex honda beat mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Suzuki Satria F lahir beda sebagai penerus Satria R yang sudah lebih dulu digemari. Berbeda dengan Satria R yang masih menggunakan mesin jenis 2-tak, Satria F lebih ramah lingkungan. Mesin 4-tak DOHC (Double Overhead Camshaft) yang mana terdapat dua buah noken as yang mengatur bukaan bahan bakar ke ruang bakar.

Kala itu, fitur tersebut menjadi gebrakan di kalangan motor 150cc, yang nyatanya pabrikan lain masih setia dengan satu noken as yang bersinergi dengan pelatuk untuk mengatur keluar masuknya bahan bakar di silinder head. Tak sedikit yang bangga saat mengendarai motor ini karena soal kecepatannya. Lantas, banyak yang menyukai dan menggemari Satria F, motor dengan desain ayam jago.

ADVERTISEMENT

Motor kencang dengan bodi ramping dengan cepat menjadi idaman para kaum muda semasa saya di bangku SMA. Pokoknya kalau nggak Satria FU nggak love you, termasuk saya yang juga begitu mendambakan motor ini. Rasa ingin mencoba motor ini disimpan dalam-dalam kala itu, lha gimana circle pertemanan saat itu pada nggak punya motor ini. Gimana mau coba. Alhasil hasil rasa ingin mencobanya terus membuncah, pun karena memang jarang ada teman yang punya. Perasaan itu hanya bisa dipendam yang kebetulan malah berbuah sesuatu.

Meski kelewat cukup lama, perasaan ingin mencoba motor ini masih ada walau nggak sengebet dulu. Beberapa waktu lalu, akhirnya saya bisa mencoba motor kebanggaan para kaum muda-mudi untuk menggaet pasangan ini. Motor Satria F milik rekan kerja bisa saya pinjam untuk muter-muter jalan sekitar pabrik. Rasa ketika pertama menaiki motor ini, ternyata nggak seenak yang saya bayangkan dulu. Meski cukup ringan dan cocok untuk ukuran tinggi badan kurang semampai kayak saya namun rasanya stangnya terlalu nunduk.

Impresi yang saya dapatkan ketika mencoba akselerasinya lumayan dan kayaknya bakal enak buat stop and go. Tapi, motor ini enak di tarikan bawah hingga tengah, untuk atas alias dibawa ngebut agak kurang. Mesinnya terasa bergetar ditambah dengan bodinya yang ramping. Duh biyung, nggak stabil blas ketika digas pol, berasa mleyang-mleyang. Saya nggak bisa membayangkan ketika papasan sama bus Haryanto, bisa-bisa saya kesapu anginya kali. Halah, motor ini kenyataanya lemot banget.

Perasaan berbeda terasa saat melewati jalan yang bergeronjal. Paduan ban nggak besar dan shock agak keras sukses membuat badan mungil ini mentul-mentul nggak karuan, nggak jarang berakhir mules. Posisi stang yang cenderung nunduk bikin sensasi naik motor sport kerasa, pegel juga kalau riding jauh-jauh pakai motor model begini.

Ternyata menaiki Satria F ini nggak sesuai ekspektasi, kapasitas mesinnya 150cc berasa nggak sebanding dengan tenaga yang dihasilkan. Bahkan kalau saya bandingkan dengan motor yang dari pabrikan lain dengan kapasitas serupa malah enakan dari pabrikan lain ke mana-mana.

Setelah puas muter-muter dan dihajar ekspektasi, motor Satria ini saya kembalikan ke teman saya yang sedari jauh sepertinya sudah jengah melihat saya muter-muter kayak orang kesasar.

Baca Juga:

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

Teman saya ini juga sedikit berkelakar selama memiliki Satria F yang masih karburator ini bahwa sparepart-nya mahal-mahal dan nggak awet-awet banget pula. Ia mengatakan si motor ini lemah di rantai keteng, sering kendor, padahal sudah ganti yang original tapi nggak lama-lama banget suara berisik dari mesin tanda rantai keteng kendor muncul lagi dan lagi. Terus soal suara mesin pun cenderung terdengar lebih kasar.

Ia juga cerita soal motor ini yang dianggap motor mesum. Bentuk jok belakang yang cenderung nungging lantas membuat yang dibonceng tiba-tiba nempel ke pengendara. Hal tersebut diamini dengan rem Satria F yang cukup pakem, ya jadi gitu. Saat dibonceng pakai motor ini bakal nempel terus ke pengendara.

Terus masalah pencampuran bahan bakar yang masih karburator, apalagi karbuartor yang tipe vacuum. Yang mana naik skep untuk membuka bahan bakar lebih banyak masuk ke ruang bakar diatur oleh karet vacum.

Menurut penuturan mekanik yang saya kenal, karburator tipe vacuum cenderung gateli daripada yang konvensional, yang skepnya ditarik langsung dari grip gas yang di stang. Karburator vacuum lebih aleman buat di-setting. Susah banget, nggak ketemu.

Jadi saat ingin membeli motor yang satu ini, lebih baik pikir beberapa kali. Saya saja yang ngebet dari dulu nggak jadi beli kok, nggak ada duit. Pokoknya motor yang nggak bisa saya beli, saya bilang jelek. Bomat~

BACA JUGA Nggak Cuma Aki Tekor, Ini Beberapa Parts Penyebab Electric Starter Motor Mati dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2020 oleh

Tags: MotorSuzuki Satria F
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

motor honda supra

5 Pengguna Motor Honda Supra yang Harus Diberi Hormat

30 Agustus 2023
Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai Mojok.co

Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai

13 Februari 2026
5 Motor Suzuki yang Baiknya Nggak Usah Dibeli, Cuma Bikin Sakit Hati

5 Motor Suzuki yang Baiknya Nggak Usah Dibeli, Cuma Bikin Sakit Hati!

24 Agustus 2024
Melepas Sepatbor Belakang Sepeda Motor Itu Biar Apa sih?

Melepas Sepatbor Belakang Sepeda Motor Itu Biar Apa sih?

5 Februari 2022
Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

22 Juli 2022
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.