Fanfiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

Dalam fanfiksi, kita bebas mengekspresikan ide dan pemikiran kita mengenai alur cerita, character development, bahkan ending dari sebuah karya fiksi.

Featured

Avatar

Baru-baru ini aktris cantik asal Inggris, Emma Watson dikabarkan berpacaran dengan salah satu lawan mainnya dalam franchise film Harry Potter, Tom Felton. Memang nggak aneh sih, kalau ada aktor yang menjalin hubungan asmara dengan rekan seprofesinya. Apalagi kalau keduanya pernah main film bareng. Hal seperti itu kayaknya sudah lumrah terjadi di mana-mana.

Tapi, kabar kedekatan Emma Watson (pemeran Hermione Granger) dan Tom Felton (pemeran Draco Malfoy) menjadi luar biasa di kalangan Potterheads (sebutan untuk penggemar Harry Potter), khususnya para shipper DRAMIONE alias Draco x Hermione.

Tunggu, apa itu shipper? Dan kenapa Draco dipasangkan dengan Hermione? Bukannya Hermione itu nikah sama Ron ya? Oke. Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, ada baiknya kita mengucap sebuah mantra terlebih dahulu supaya lebih afdhol. Wingardium leviosa~

Pemahaman Sederhana Soal Fanfiksi

Begini, fanfiksi adalah suatu media untuk mencurahkan imajinasi liar para penggemar karya fiksi (dan juga beberapa idol groups). Biasanya, dalam bentuk sebuah tulisan utuh atau doujinshi (cerpen bergambar). Dalam fanfiksi, kita bebas mengekspresikan ide dan pemikiran kita mengenai alur cerita, character development, bahkan ending dari sebuah karya fiksi yang mungkin sangat berlainan dengan kisah yang dituliskan pengarang aslinya.

Seluruh karya fanfiksi bisa dikatakan halu tingkat tinggi karena memang berdasarkan imajinasi masing-masing penggemar. Tak dimungkiri, banyak penggemar yang mampu menuliskan cerita yang bisa dikatakan lebih bagus dari novel aslinya dalam beberapa aspek. Akan tetapi tak sedikit pula yang malah jadinya absurd dan frontal.

Bebas-bebas aja sih mau nulis cerita fanfiksi kayak gimana, selama kita mempublikasikan karya fanfiksi hanya sebatas hiburan, bukan untuk mencari keuntungan materi dan memperkaya diri. Pasalnya, hal tersebut sudah melanggar hak cipta.

Situs-situs yang menampung karya tulis fanfiksi adalah Wattpad, FanFiction(dot)net, ArchiveofOurOwn(dot)org, dan Tumblr. Untuk doujinshi, biasanya ditampung di Pixiv, Pinterest, dan DeviantArt. Bisa juga di-posting di blog pribadi, media sosial, dan forum khusus fanfiksi.

Nah, karena dalam fanfiksi kita bebas menuliskan apa saja, maka nggak heran jika banyak bermunculan istilah-istilah aneh yang mungkin nggak familiar bagi pembaca lain. Contohnya, tentang istilah shipper yang artinya masih sedikit berhubungan dengan kapal. Ship adalah sebuah term dalam dunia fanfiksi yang berarti penyatuan dua karakter dalam sebuah hubungan romantis dan shipper adalah orang yang setuju akan penyatuan tersebut.

Baca Juga:  Satu Cerita dari Evakuasi Banjir Tangerang

Jadi, kalau dikatakan mereka adalah shipper DRAMIONE, maka artinya mereka setuju mengenai segala hal tentang “penyatuan” Draco Malfoy dan Hermione Granger. Walaupun hal ini bertentangan dengan yang dikisahkan oleh J.K. Rowling, yang menyatukan Hermione dengan Ron Weasley.

Selanjutnya, term untuk pairing yang disatukan oleh penulis aslinya disebut canon (contohnya : Hermione x Ron). Sedangkan untuk pairing yang disatukan oleh para penggemar disebut non-canon (contohnya : Hermione x Draco).

Istilah canon dan non-canon juga bisa digunakan untuk alur cerita sebuah fanfiksi. Contohnya, jika saya ingin membuat cerita tentang Hermione dan Ron yang terdampar di Desa Konoha dan menjadi ninja, maka bisa dikatakan alurnya non-canon, karena tidak sesuai dengan plot novel aslinya, meskipun pairingnya canon.

Literally, istilah ship juga bisa digunakan sebelum karya fiksi tersebut ditamatkan oleh penulisnya. Sebagai contoh, saya merupakan shipper ZOROBIN alias Zoro x Robin dalam serial One Piece. Kapal (ship) saya masih terombang-ambing menanti kepastian dari Oda-sensei mengenai kelangsungan hidup dan kisah cinta sang pendekar pedang dan arkeolog cantik tersebut. Semoga saja mereka berdua bisa berlabuh dan hidup bahagia bersama di One Piece, dan akhirnya memiliki bayi lucu berambut hijau yang diberi nama Beelzebub. Loh? Kok jadi crossover gini?!!!

Begitulah salah satu contoh kehaluan dalam dunia fanfiksi. Bahkan, kita pun bisa membuat cerita dari dua atau lebih karya fiksi yang berbeda.

Oke. Kita lanjut ke pertikaian. Lantaran yang halu-halu biasanya selalu sukses memicu keributan, tak terkecuali dalam dunia fanfiksi. Jika fans bola saling bertikai selepas pertandingan dan K-popers sering fanwar di media sosial, para penggemar fanfiksi justru flamewar di kolom komentar. Biasanya fandom-fandom besar seperti Naruto dan Harry Potter yang sering disusupi para flamers (term untuk haters di dunia fanfiksi) anonim yang menyulut pertikaian antar shipper.

Sebagai contoh, shipper SASUSAKU (Sasuke x Sakura) dan SASUHINA (Sasuke x Hinata) di fandom Naruto, sering sekali diadu domba oleh flamers tak bertanggung jawab. Mereka meributkan banyak hal, saling ejek dan ujung-ujungnya malah mendiskreditkan karakter-karakter dalam fanfiksi tersebut. Menurut saya, hal itu sudah keterlaluan.

Baca Juga:  Fenomena Crosshijaber: Para Lelaki yang Mengenakan Hijab Syar'i dan Potensi Pelecehan Seksual

Selain original character yang memang sengaja diciptakan oleh pengarang fanfiksi, semua karakter dalam fanfiksi berasal dari karakter yang muncul dalam kisah aslinya. Menjelek-jelekkan karakter tersebut, sama saja nggak menghargai jerih payah penulis sang penulis asli demi menghasilkan maha karya yang mendunia.

Untung saja, fanfiksi hanya dipublikasikan di situs-situs tertentu dan bersifat hiburan semata. Coba bayangkan seandainya Kishimoto-sensei membaca sebuah fanfiksi dan menemukan kalimat-kalimat seperti; “Haruno Sakura merupakan karakter paling tidak berguna di serial Naruto”, atau “Ino Yamanaka adalah seorang pelacur,” dalam kolom komentar. Pasti rasanya ingin sekali berkata kasar!

Yup! Itulah segelintir mengenai fanfiksi yang bakal selalu ada seiring makin populernya sebuah karya fiksi. Di satu sisi, menulis fanfiksi bisa menjadi sebuah alternatif untuk mengasah kemampuan dan imajinasi kita dalam dunia tulis-menulis dan memupuk kepercayaan diri sejak dini, hingga akhirnya kita mampu menelurkan karya yang lebih bagus dan tentunya orisinil.

Di sisi lain, kita juga harus siap mental menghadapi berbagai kritik dan review pedas dari para flamers yang lebih sering menyerang ranah pribadi ketimbang mengomentari karya kita. Dan tentunya, tak sedikit pula yang menyinggung pesan moral yang hendak kita sampaikan dalam karya fanfiksi kita. Jadi, apakah kalian sudah berminat menjadi penulis fanfiksi?

BACA JUGA Harry Potter dan Ajaran Mistik atau tulisan Hiki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
8


Komentar

Comments are closed.