Android 16, Robot di 'Dragon Ball' yang Mengungguli Terminator, tapi Baperan – Terminal Mojok

Android 16, Robot di ‘Dragon Ball’ yang Mengungguli Terminator, tapi Baperan

Artikel

Avatar

Bagi milenial, “android” menggambarkan sebuah gawai berbentuk persegi dengan tampilan antarmuka yang membosankan. Tapi, bagi kami generasi Y yang lahir di 1980 hingga 1990-an, kata ini memberikan definisi yang berbeda. Android 16 adalah sebuah cyborg canggih yang layak disandingkan dengan nama besar Terminator sekalipun!

Meski mengusung citra buruk sebagai villain (penjahat), namanya tertulis agung dalam sebuah “kitab” yang dipuja banyak anak di dunia kala itu, Dragon Ball. Buat saya, Android merupakan salah satu villain terbaik dari seluruh seri Dragon Ball. Wabil khusus Android nomor 16.

Sebelumnya saya pernah mengulas bahwa satu satunya robot yang mampu menyamai kecanggihan teknologi Terminator T-800 Cyberdyne System Model (CSM) 101 dari sisi kecerdasan adalah Android 16. Bahkan dengan tools dan persenjataan lebih lengkap, rasanya saya berani memasang taruhan untuk si Android 16 kalau misalnya mereka ketemu dan duel di jalan.

Android 16 pada dasarnya merupakan Android murni, berbeda dengan dua saudaranya, Android 17 dan Android 18 yang berasal dari manusia. Dr. Gero membangun Android 16 dengan teknologi paling mutakhir. Kekalahan telak melawan seorang anak yang belakangan diketahui sebagai manusia terkuat di jagat raya ini memberikan pelajaran berharga bagi Red Ribbon.

Sosoknya sangat spesial mengingat basis pengembangan Android 16 adalah putra Dr. Gero, salah satu petinggi Red Ribbon bersandi “Gold” yang tewas dalam pertempuran. Dengan segenap sumber daya yang ada, sosok ini dibangun sedemikian rupa menjadi salah satu Android terkuat pasukan pita merah. Pengembangannya memakan waktu dan biaya sangat besar dan dilakukan secara rahasia di laboratorium Red Ribbon yang tersembunyi di sebuah tempat (yang saya perkirakan) di Kutub Utara.

Saya pede menulis artikel ini, mengingat tak banyak informasi yang bisa digali terkait Android 16. Termasuk di forum internet dan animanga. Selain robotnya pendiam, laboratorium tersebut hanya menyimpan data teknis rancangan si 17 dan si 18, membuat spesifikasi si 16 makin misterius. Duet Dr. Briefs dan Bulma yang jenius dari Capsule Corp, waktu ngoprek Android 16 untuk mencabut bom di dalam tubuhnya bahkan mengakui bahwa robot tersebut memiliki spesifikasi teknis yang sangat rumit.

Meski beberapa bagian belum diketahui, pada akhirnya Capsule Corp berhasil memetakan rancangan teknis robot canggih tersebut. Dibangun dengan teknologi sintesis, pemrograman si 16 belumlah selesai. Ini menjadi alasan bagi Dr. Gero untuk tidak mengaktifkannya dulu karena dengan kekuatannya si kreator khawatir 16 akan menghancurkan 17 dan 18. Alih-alih dihancurkan seperti karya gagal lainnya, Dr. Gero bermaksud menyempurnakan program robot tersebut atas nama kenangan putranya.

Seperti dua saudaranya, Android 16 dibuat sangat kuat dengan energi tak terbatas agar tidak hancur dalam pertempuran. Sumber energinya sendiri belum diketahui. Namun, sebagai perbandingan, kalau Terminator T-850 memiliki sumber energi sel bahan bakar hidrogen, si 16 kurang lebih memiliki sumber energi yang sama. Bahkan bisa jadi energinya lebih kuat dengan menggunakan nuklir.

Ada dua alasan yang menguatkan dugaan saya akan penggunaan energi nuklir pada robot ini. Pertama, yakni ketika Android 16 bertarung melawan Unperfect Cell dan mengeluarkan Hell Flash Canon. Ledakannya luar biasa dan membuat daerah di sekelilingnya hancur, meski itu belum cukup untuk mengalahkan Cell. Hal ini pula yang (mungkin) membuat si 16 enggan bertarung, mengingat dia sangat mencintai alam.

Kedua, ketika semua petarung Z terdesak dalam pertempuran Cell Game, Android 16 mengambil inisiatif untuk self explode bersama Cell. Ini mengindikasikan bahwa peledak yang disematkan dalam tubuhnya berdaya ledak tinggi, mengingat semua jurus petarung Z tak mampu menghancurkan Cell. Sayangnya, Dr. Brief telah mencabut bahan peledak tersebut dan hal ini justru mengakibatkan kehancurannya sendiri oleh Cell.

Sebagai Android, energi si 16 tidak dapat dirasakan. Namun, diperkirakan kekuatannya hampir sama dengan Super Android 13. Meski demikian, ia bukannya tanpa kelemahan. Dari sudut pandang robot, satu satunya kelemahannya adalah terlalu baperan. Bagus sih, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Tapi, yang jadi masalah itu, dia bukan manusia.

Sifat baperan buah dari artificial intelligence super canggih ini terlihat saat si robot justru asyik mainan burung ketika si 18 bertarung melawan Vegeta. Demikian juga ketika si 17 menawarinya untuk bergabung dalam pertarungan, yang langsung ditolak mentah mentah oleh Android 16 karena maunya cuma bertarung melawan Son Goku. Mungkin gara gara programnya sih.

Namun, sifat baperan ini menemukan tempatnya saat ia memutuskan bertarung untuk melindungi kawannya, 17 ketika akan diisap Unperfect Cell. Robot baper ini juga menyarankan si 18 bersembunyi agar tak diisap Cell, untuk menghindari bencana yang lebih besar. Dan bagian paling epik dari robot baperan ini adalah kata-kata terakhirnya kepada Son Gohan yang memicu perubahan ke form Super Saiya 2.

Kurang lebih begini terjemahannya dalam bahasa Indonesia, Gohan, lepaskan saja. Bertarung untuk sebuah kebenaran bukanlah sebuah dosa. Ada orang yang tidak bisa dinasihati dengan kata-kata, dan Cell merupakan makhluk seperti itu. Aku tahu perasaanmu, Gohan. Kau memiliki sifat yang lembut dan tak ingin menyakiti.”

“Aku tahu karena aku telah mempelajari perasaan ini. Tapi, bila kau menghargai kehidupan, kau harus melindunginya. Bebaskanlah seluruh kekuatanmu, lindungi alam yang kucintai ini. Kau memiliki kekuatan, pemindaiku dapat mendeteksi itu…” dan, Crash! Riwayat Android 16 kelar di kaki Cell.

BACA JUGA Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! dan tulisan Dony Rudi Bintoro lainnya.

Baca Juga:  Panduan Misuh Bahasa Jepang biar Kamu Bisa Sekuat Tokoh Anime
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
2


Komentar

Comments are closed.