4 Alasan Anime Lebih Layak Tonton dari Drama Korea – Terminal Mojok

4 Alasan Anime Lebih Layak Tonton dari Drama Korea

Artikel

Di zaman yang modern ini, udah banyak muncul berbagai macam penyedia layanan streaming film, drama, dan anime seperti Netflix, Iflix, Viu, dan yang lagi ramai dibahas baru-baru ini, yaitu masuknya Disney+ secara resmi di Indonesia. Ramainya pengguna layanan streaming ini semakin bertambah sejak munculnya pandemi pada awal 2020 di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Dengan kondisi di tengah pandemi inilah yang mengharuskan kita semua untuk menghabiskan waktu seharian bahkan berbulan-bulan untuk tetap beraktivitas di dalam rumah. Tentunya dengan adanya kondisi yang seperti ini lah yang membuat kita mendapatkan waktu yang lebih luang dari biasanya. Nah, beberapa orang lebih memilih untuk menghabiskan waktu luangnya untuk menikmati tayangan-tayangan yang ada pada layanan streaming tersebut.

Pada layanan streaming tersebut terdapat berbagai macam tayangan seperti film, serial, dan yang lagi ramai-ramainya, yaitu anime dan drama korea (drakor). Kedua kubu antara pecinta jejepangan dan korea-koreaan ini emang udah nggak asing lagi di Indonesia terutama di media sosial di mana keduanya saling menghujat dengan cara melemparkan masing-masing hinaan andalannya. Yang satu ngatain Korea plastik, yang satunya lagi ngatain wibu bau bawang.

Namun, kali ini saya hanya akan membahas empat alasan mengapa kita mendingan nonton anime daripada drama korea. Buat yang bertanya “Kenapa nggak ngebandinginnya antara drama Jepang sama drama Korea aja?” Ya karena drama Jepang kurang diminati di Indonesia, jadi saya membahas yang sama-sama populer aja yaitu anime dan drama korea.

Jalan cerita lebih eksploratif

Sebagai pecinta dunia anime, saya menganggap jalan cerita di anime itu jauh lebih imajinatif dan eksploratif. Mengapa? Karena anime memberikan alur cerita yang jauh lebih bervariasi. Mulai dari dunia ninja, bajak laut, kekuatan sihir, mesin waktu, bahkan sampai menelusuri dunia game virtual hanya dengan menggunakan alat canggih seperti helm dan tinggal membaringkan tubuh di atas kasur, yaitu anime Sword Art Online.

Selain itu ada juga anime Attack on Titan, yang bercerita tentang manusia yang bertahun-tahun hidup terisolasi di dalam dinding yang berbentuk lingkaran berlapis-lapis demi bertahan hidup dan melindungi diri dari serangan manusia-manusia raksasa (titan) yang akan memakan mereka kapan saja saat keberadaan mereka diketahui oleh para raksasa tersebut.

Baca Juga:  Mengapa Attack On Titan Layak Disebut Anime Terbaik?

Mungkin akan terdengar aneh di dunia nyata, tapi justru hal inilah yang membuka ruang imajinasi kita menjadi lebih luas lagi dan mendapatkan sensasi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya pada bagian alur cerita. Sedangkan drakor, di setiap genrenya didominasi oleh tambahan bumbu-bumbu romance sebagai pelengkap yang terdengar membosankan untuk diikuti.

Walaupun cuma gambar, tapi karakternya terasa hidup

Yap, mungkin banyak yang menganggap anime itu hanyalah karya seni gambar berwujud 2 dimensi. Namun, jika kita mencoba untuk menonton suatu anime tertentu, tokoh utama maupun karakter-karakter pendukung lainnya memiliki karakteristik yang terasa hidup banget. Misalnya saja pada anime One Piece, kita mendapatkan gambaran secara jelas bagaimana Luffy sang kapten bajak laut yang sangat kuat dan pemberani, tetapi juga di satu sisi dia memiliki sifat bodoh pake banget.

Contoh lain yaitu ada pada anime Death Note, yang mana sang karakter utama yaitu Light Yagami (Kira) yang di sekolahnya hanyalah seorang murid SMA, namun saat pulang sekolah dia memiliki sifat obsesif yang tergambar dengan sangat jelas dalam usahanya memberantas kejahatan di dunia dengan cara membunuh para pelaku kejahatan dengan menuliskan nama penjahat tersebut ke dalam buku aneh yang bernama Death Note. Selama saya menonton anime tersebut, saya seakan-akan terbawa dalam situasi yang sedang digambarkan pada anime tersebut, terutama saat situasi sedang mencekam. Itu tegang banget!

Baca Juga:  Urutan Karakter Utama yang Punya Sifat Paling Realistis dalam Drama Korea Start-Up

Durasi lebih pendek

Nah, durasi juga penting nih. Mengapa? Karena saat-saat pandemi kayak gini tuh kita juga nggak boleh kelamaan males-malesan nontonin tayangan yang ada di layar terus-terusan. Kita juga perlu menggunakan waktu kita untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti belajar memasak, olahraga, atau mengerjakan tugas-tugas buat yang masih pelajar/mahasiswa.

Tapi tenang aja, anime hanya berdurasi sekitar 24 menitan untuk satu episodenya dan bahkan bisa jadi sekitar 20 menitan doang jika kita melewati bagian lagu opening dan endingnya. Sedangkan untuk satu season, kebanyakan berjumlah sekitar 12/24 episode, jadi nonton 1-2 hari aja udah selesai deh satu season. Sedangkan untuk drakor satu episodenya berdurasi 1 jam lebih dan untuk episodenya itu mayoritas berjumlah di atas 15 episode. Bisa kebayang kan tuh selesainya bakalan berhari-hari.

Mengemas sesuatu yang nggak asik menjadi asik 

Kalian mungkin udah nggak asing lagi kan sama anime Haikyuu! Anime ini merupakan anime yang lagi rame-ramenya dibahas di media sosial. Anime ini merupakan anime bergenre sport yang menceritakan tentang perjuangan seorang siswa bernama Hinata yang bertubuh pendek di antara teman-teman satu timnya namun ia ingin menjadi pemain voli profesional seperti idolanya yang bertubuh pendek juga.

Dalam anime ini nggak cuma menceritakan tentang perjuangan Hinata dalam mengejar impiannya dan perkembangan karakter lainnya aja, namun di sini dunia olahraga voli benar-benar diperkenalkan kepada penonton, mulai dari peraturan, posisi pemain, strategi, dan yang lainnya. Jujur awalnya saya nggak ada ketertarikan sama sekali dengan voli, namun setelah nonton sebanyak tiga season, ternyata voli jadi terlihat menarik dan seru untuk dipelajari.

Baca Juga:  Rekomendasi Judul yang Bisa Digunakan untuk FTV Kisah Nyata: Insyaallah Viral!

Nggak cuma Haikyuu aja, ada banyak anime yang sejenis kayak gini. Ada Dr. Stone yang mempelajari tentang bagaimana asyiknya belajar sains. Ada juga Bakuman yang mempelajari tentang gimana sih rasanya jadi pembuat komik (mangaka), apa aja langkah-langkah yang harus dilewati sebelum sebuah komik itu bisa diterbitkan. Lalu ada juga Shokugeki no Soma yang mempelajari tentang dunia masak-memasak dan masih banyak deh pokoknya.

Sedangkan di drakor kebanyakan hanya fokus pada alur ceritanya dan hal-hal kayak gini kurang diperdalam sehingga kurang menambah informasi baru yang mungkin bisa kita gunakan suatu saat nanti.

Mungkin masih ada drakor yang jauh lebih bagus daripada anime, namun saya hanya menonton anime saja. Pendapat ini saya dapat setelah saya diskusi dengan teman kampus saya yang suka nonton drakor. Tapi kami tetap menghargai masing-masing perbedaan pada hobi kami. Untuk temen-temen yang suka anime dan juga drakor, kalian bebas saling berargumen satu sama lain, tapi jangan sampai berantem ya.

BACA JUGA Ki Seno Nugroho, Dalang yang Bikin Milenial Gandrung dengan Wayang dan tulisan Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.