Membaca Karakter Orang dari Cara Mencuci Baju

Artikel

Avatar

Ada banyak cara membaca karakter orang. Salah satunya dari cara mencuci baju.

Setelah melewati ratusan purnama untuk membaca karakter orang dari caranya mencuci baju, saya berhasil membuat kesimpulan sederhana. Siapa tahu, kesimpulan ini bermanfaat buat kalian yang lagi buka lowongan dan perlu membaca karakter orang calon pegawai.

Yuk, cus….

Membaca karakter orang dari sabun colek

Sabun colek, kok, buat cuci baju? Wah, jangan kampungan begitu. Sabun colek buat cuci baju tu ada. Dan mereka, yang suka pakai sabun colek buat cuci baju adalah orang yang mendamba kepraktisan (dan mungkin miskin, sih, hehehe).

Orang dengan jenis seperti ini nggak mau ribet nunggu sabun menyerap ke pakaian. Pokoknya pakaian kotor tinggal diguyur air dan dikasih satu colekan sabun, langsung hajar tuh cucian. Dikucek-kucek, disikat-sikat, dipuntir-puntir, bahkan ada yang sampe dipukul-pukul pakai kayu.

Biasanya, mereka adalah orang-orang yang efisien memanfaat waktu. Nggak perlu direndam atau nambahin pewangi, pokoknya hajar. Setelah membaca karakter orang, mereka yang suka pakai sabun colek cocok jadi atlet lari 100 meter. Sat set, cepat, akurat.

Membaca karakter orang dari kesukaannya merendam baju

Setelah proses membaca karakter orang dari aktivitas cuci baju, mereka yang suka merendam terlebih dahulu, biasanya nggak suka sabun colek. Halah, apa itu sabun colek? Sabun colek kan buat nyuci piring, kenapa dipakai nyuci baju? Nyuci kok pengin cepet-cepet. Nyuci tuh pendalam jiwa tauk.

Mereka adalah orang yang selalu menyiapkan deterjen dengan takaran pas. Terukur. Lama perendaman pun ditentukan. Biasanya, minimal, 15 menit. Tentu supaya deterjen meresap dan noda kotor membandel terurai.

Nah, abis direndam sesuai waktu yang ditentukan, baru dikucek-kucek untuk menuntaskan apa yang sudah diawali deterjen. Lagian kan ada merek deterjen yang sekali kucek langsung bersih, atau ada juga yang kekuatan sepuluh tangan itu. Nyuci jadi enteng, nggak kayak pakai sabun colek yang butuh tenaga ekstra.

Baca Juga:  Dilema Penerima Beasiswa yang Susah Untuk Kritis

Abis dikucek, direndem lagi ke pewangi. Yakali masa abis dijemur malah aromanya kayak piring warung padang, bau sabun colek yang ada jeruk nipisnya.

Orang dengan jenis seperti ini adalah mereka yang terukur. Enggan menghabiskan tenaga dengan ngucek berlebihan. Tapi pada ujungnya, mereka akan selalu sukses mengerjakan pekerjaan.

Membaca karakter orang yang suka pakai mesin cuci

Halah, nyuci kok dikucek. Nyuci itu pakai mesin cuci dong biar gampang. Pakaian kotor tinggal lempar aja ke mesin cuci, tuang deterjen, dan BOOOM! Kelar urusan cuci mencuci. Pokoknya, ngapain repot-repot ngucek pakai sabun colek yang bikin pegel. Ngapain juga merendam pakaian sampai nunggu 15. Pakai mesin cuci dong, praktis dan gampang.

Nah, orang yang nyuci pakai mesin cuci biasanya level kreatifnya cukup tinggi. Mereka bisa mencari cara paling gampang menyelesaikan tugas. Ngapain capek ngucek dan nunggu kalau ada yang namanya mesin cuci.

Mereka juga tipe multi-tasking. Sambil menunggu pakaian digarap mesin cuci, mereka bisa nyambi baca buku, yoga, sampai masak. Mereka ahli memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Membaca karakter orang yang suka ngelondri

Duh, ngapain repot-repot nyuci, sih? Ngapain buang tenaga? Kan ada jasa londri. Tinggal kumpulin pakaian kotor, langsung bawa ke tempat londri, ditimbang, terus bayar, abis itu tinggal nunggu beberapa hari saja.

Setelah samadi, saya menemukan mereka yang suka londri adalah orang yang nggak suka ribet dan pengin serba gampang. Mereka nggak masalah mengeluarkan uang ekstra untuk menyelesaikan tugas. Semuanya demi kemudahan.

Terkadang, mereka adalah orang-orang yang peduli. Dengan memasrahkan pakaian kotor, artinya mereka membantu berputarnya roda ekonomi. Berbuat baik kan banyak macamnya. Sah-sah saja dengan menjaga keberlangsungan jasa londri yang pada kenyataannya dibutuhkan banyak orang.

Baca Juga:  KKN Literasi Kerjanya Lebih Nyata Ketimbang KKN di Desa-Desa

Membaca karakter orang yang sekali pakai langsung buang

Yang ini, antara crazy rich, sultan, dan orang goblok. Silakan pilih sendiri berdasarkan pengamatan membaca karakter orang yang kalian lakukan.

Dah, saya mau ngintip keranjang pakaian kotor. Ada yang butuh singlet habis sekali pakai?

BACA JUGA Macam-macam Strategi Perang Sarung: Beda Merek Beda Strategi atau tulisan lainnya dari Riyanto.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

---
6


Komentar

Comments are closed.