Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Memahami Apa Itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
30 Juni 2026
A A
Memahami Apa itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

Memahami Apa itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Patriot Bond adalah istilah yang belakangan ini mungkin sering didengar, terutama bagi mereka yang mengikuti dan sensitif dengan berita ekonomi. Secara kronologis, patriot bond sendiri pertama kali mencuat sebagai salah satu instrumen obligasi dari pemerintah pada akhir Agustus 2025.

Makin dipertegas ketika CEO Danantara, Rosan Roeslani mulai menguraikan soal penyerapan Patriot Bond yang nilainya tembus Rp50 triliun.

ADVERTISEMENT

Pertanyaannya, apa patriot bond ini? Kenapa harus pakai istilah patriot? Dan mengapa ini menarik untuk dibongkar? 

Patriot bond adalah surat utang

Gampangnya, patriot bond adalah surat utang. Jadi Danantara mengeluarkan surat utang supaya dapat pinjaman melalui skema yang disebut patriot bond. Danantara kemudian menjanjikan pengembalian pokok uang yang dipinjamnya beserta kupon (istilah lainnya bunga) tahunannya.

Menurut beberapa pemberitaan, patriot bond memiliki tenor 5-7 tahun dengan kupon sekitar 2 persen per tahun. Angka 2 persen ini sangat kecil kalau dibandingkan dengan produk obligasi pemerintah atau instrumen di pasar modal lainnya yang ada di kisaran 5 sampai 7 persen per tahun.

Global bond Danantara (bond khusus Danantara) yang diterbitkan dalam dolar AS pada 2026 saja ditawarkan dengan yield sekitar 5 persenan per tahun untuk tenor 5 sampai 10 tahun. Intinya, kalau ada investor yang membeli patriot bond ini, maka ia rela harus menerima kupon jauh di bawah rata-rata kupon imbal hasil di pasar modal.

Ilustrasinya begini, bayangkan kamu seorang konglomerat yang membeli patriot bond senilai 1 triliun. Jadi kamu minjemin uang 1 triliun ke pemerintah dengan kupon 2 persen per tahun. Artinya setiap tahun, kamu menerima uang senilai Rp20 miliar. Banyak ya? Sekilas si begitu.

Sukarela itu sulit

Tapi sebentar, bayangkan bagaimana jadinya jika uang Rp1 triliun itu kamu tempatkan ke obligasi lain yang memberikan bunga kupon 5-6 persen per tahun, artinya kamu bisa saja mendapatkan Rp50 miliar sampai Rp60 miliar per tahun.

Baca Juga:

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

Selisih Rp30 miliar sampai Rp40 miliar ini yang saya rasa jadi “biaya patriotisme.” Sebab kamu secara sukarela menerima keuntungan lebih kecil dibandingkan ketika kamu tempatkan uangmu ke obligasi lainnya.

Masalahnya, dalam catatan sejarah, sulit untuk menempelkan kata sukarela ketika semuanya melibatkan konglomerat. Pemerintah mungkin berdalih bond ini tidak wajib sehingga terkesan tidak ada paksaan. Namun, karena bond ini menargetkan kelompok kalangan berduit, apakah betul mereka akan melakukannya dengan sukarela?

Sebab, ketika negara dan konglomerat bersepakat, bisa jadi ada banyak hal tersembunyi yang tidak tertulis atau disampaikan secara gamblang kepada masyarakat. Boleh jadi, hubungan keduanya memicu ekspektasi oportunistik yang menyangkut kebutuhan keduanya.

Mobilisasi modal domestik untuk proyek pembangunan

Saya tidak menampik bahwa skema obligasi seperti ini adalah salah satu cara untuk memobilisasi modal domestik untuk proyek pembangunan dalam negeri. Dana besar yang biasanya dilempar ke instrumen menggiurkan di luar negeri atau mengendap hanya di kalangan elit, bisa diarahkan untuk proyek strategis seperti energi baru terbarukan, atau infrastruktur penting dan modern.

Sebetulnya, dalam sejarah ekonomi, bond patriot ini mirip dengan Liberty Bond yang dilakukan Amerika Serikat untuk membiayai Perang Dunia I. Jadi, warga negaranya diarahkan untuk membeli surat utang dalam rangka ikut membela negara. Motifnya di sini tidak hanya sebatas untuk mendapatkan keuntungan dari kupon bunga.

BACA JUGA: Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

Tapi di era sekarang, skema seperti ini menyimpan risiko. Pertama, patriotisme, nasionalisme, atau sukarela yang dilabelkan pada surat utang ini bisa sangat rentan dimanfaatkan hanya sebagai bungkus luar untuk menormalisasi hubungan transaksional antara penguasa dan pengusaha. Seperti yang saya bilang, kita tak pernah tahu apa daya tawar di belakang layar yang membuat para konglomerat itu mau.

Fulcrum/ISEAS menyebutkan ada indikasi bahwa patriot bond adalah strategi memobilisasi modal swasta melalui hubungan resiprokal yang saling menguntungkan antara negara dengan elit bisnis.

Karena dari awal, pembangunan dibiayai bukan melalui mekanisme anggaran yang terbuka secara penuh dan tidak melalui mekanisme pengawasan langsung oleh DPR. Tapi melalui kendaraan investasi bernama Danantara. Berbeda saat proyek tersebut didanai melalui APBN.

Sebab kalau melalui APBN, anggaran proyek biasanya melalui proses pembahasan, persetujuan, dan pengawasan secara politik yang lebih terbuka. Di sini peran parlemen jadi terbatas.

Keuntungan lain Patriot Bond (?)

Kedua, penerimaan terhadap bunga kupon yang rendah kelihatan bikin para konglomerat itu baik dan rela, tapi balik lagi kita perlu tahu apa timbal balik non-finansial atau non material yang diterima investor? Jangan-jangan, bunga kuponnya hanya 2 persen, tapi keuntungan non materialnya bisa jadi lebih dari itu ketika dikonversi dalam bentuk angka.

Ketiga, UU nomor 4/2026 tentang perubahan atas UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menyebutkan pembelian surat utang khusus adalah sah dan negara harus memberikan perlindungan dari tuntutan pidana atau gugatan di pasar primer.

Ini menarik bagi investor karena terlindungi, tapi sekaligus jadi celah bagi mereka. Coba kita sedikit jeli, peraturan seperti ini justru dapat berpotensi membuat instrumen ini berubah jadi tempat mencuci dana yang bermasalah.

Itulah gambaran soal patriot bond. Yang jelas, sebagai orang yang belajar ekonomi, saya meyakini bahwa embel-embel patriot dalam skema utang tidak bisa hanya dipandang soal aksi sukarela demi cinta tanah air. Ia justru harus diawasi lebih jeli, terutama soal dari siapa uangnya, dipakai untuk apa saja, risikonya apa, dan siapa pihak yang paling diuntungkan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Tips Investasi Aman untuk Pemula agar Nggak Boncos

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2026 oleh

Tags: Investasipatriot bondsurat utang negara
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

25 Januari 2022
investasi kambing mojok.co

3 Alasan Mahasiswa Perlu Mencoba Investasi Kambing

10 Juli 2021
Tanah Makam, Investasi Masa Depan yang Pasti "Untung"

Investasi Tanah Makam Amat Penting, Terutama untuk Warga Perumahan

23 September 2024
Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi terminal mojok.co

Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi

25 Oktober 2020
Lion Star, Tupperware, Lock & Lock, dan Miniso: Mana Botol Minum yang Worth It? terminal mojok.co

Membela Ibu-ibu yang Menimbun Tupperware di Rumah

4 September 2021
5 Hal yang wajib dipertimbangkan sebelum buka tabungan emas terminal mojok

5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Buka Tabungan Emas

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.