Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
24 Januari 2022
A A
Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau

Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Matcha Frappe Point Coffee itu kayak senyumanmu, tiada duanya.

Kian hari, makin banyak minuman kekinian bermunculan dengan segala variasinya. Jika ditarik jauh mundur ke belakang, tren minuman ini diawali oleh kemunculan cappucino cincau, ragam boba, es kopi kekinian, thai tea, juga matcha. Semuanya saling bergelut dengan rasa dan ciri khas masing-masing, yang kemudian diberi label signature, tanpa terkecuali. Meski pada akhirnya akan bermuara di frasa: tiap produk punya pangsa pasarnya tersendiri dan menyesuaikan selera masing-masing.

Adalah Point Coffee, nama teranyar yang sampai dengan saat ini masih ramai diperbincangkan di beberapa platform media sosial karena punya satu menu minuman kekinian yang ciamik: Matcha Frappe.

Varian minumannya boleh saja masih sama dengan yang lainnya, yakni matcha. Sekilas memang terkesan nggak ada beda. Namun, sampean perlu tahu bahwa, Matcha Frappe ala Point Coffee betul-betul menawarkan kenikmatan dan cita rasa yang berbeda dari minuman matcha lainnya, tanpa perlu tambahan topping seperti boba, jelly, dan sejenisnya.

Sejauh saya menjajal matcha dengan berbagai nama produknya, rasanya sering kali flop. Kalau nggak kemanisan, hambar, terlalu kuat susunya, atau malah terlalu pahit karena kebanyakan serbuk matcha-nya. Intinya, belum ada rasa matcha yang proporsional. Sampai akhirnya, Matcha Frappe Point Coffee muncul ke permukaan dan mendapat promosi gratisan dari para pengguna media sosial.

Hal tersebut rasanya nggak berlebihan-berlebihan amat. Lantaran, Matcha Frappe Point Coffee memang layak dipuja—dan mendapat promosi cuma-cuma—karena rasanya betul-betul tiada dua. Selain itu, harga satu cup ukuran reguler nggak mahal-mahal amat. Hanya Rp30.000. Sedangkan untuk up-size atau large, tinggal tambah Rp5.000 saja. FYI, ukuran regulernya terbilang cukup besar. Namun, jika kalian pengin lebih puas lagi, saran saya pilih yang large sekalian.

Secara tampilan, Matcha Frappe Point Coffee tergolong Instagram-able dengan tambahan whipped cream dan saus cokelat di atasnya. Belum lagi bentuk cup yang presisi. Cocok betul untuk dibikin konten di Instagram reels, TikTok, atau video singkat lainnya. BTW, untuk saus, ada dua pilihan rasa: cokelat atau karamel. Tidak bisa tidak, dalam hal ini, Matcha Frappe Point Coffee betul-betul memposisikan diri sebagai salah satu minuman premium di kelasnya.

Dari sisi rasa, saya nggak akan ragu dan berpikir lama untuk memberi nilai 99/100 alias nyaris sempurna dan nggak ada celah. Perpaduan antara manis, rasa matcha yang proporsional, menyatu dengan saus cokelat (yang menjadi favorit saya) dan campuran whipped cream di atasnya. Mau dicampur aduk ya monggo. Nggak pun tetap menghasilkan rasa yang paripurna. Bagaimana pun cara kalian menikmatinya, tetap akan ada sensasi creamy yang memanjakan lidah. After taste seperti terlalu manis, terlalu pahit, nggak akan ada atau terasa sama sekali. Ini yang menjadi nilai plus dibanding minuman matcha lainnya.

Baca Juga:

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Cepat atau lambat, rasanya nggak berlebihan jika Matcha Frappe kepunyaan Point Coffee akan menjadi penantang serius di kalangan minuman matcha lainnya. Bahkan, berpotensi menjadi pilihan utama para pencinta minuman kekinian, khususnya para penikmat matcha. Ada beberapa faktor yang patut dipertimbangkan.

Pertama, harganya terjangkau dengan rasa paripurna. Ini yang paling utama, dibanding banyak nama besar lainnya—yang bahkan beberapa di antaranya mematok harga lebih mahal untuk minuman sejenis. Kedua, pelayanan yang bukan hanya ramah, tapi juga antusias. Hal ini membikin saya merasa dapat reward tersendiri ketika datang ke beberapa gerai Point Coffee yang satu lokasi dengan Indomaret itu.

Selain itu, kelebihan lain Matcha Frappe Point Coffee adalah, punya first impression yang baik. Entah dari sisi kemasan, maupun rasa bagi yang pertama kali mencoba. Boleh jadi, ini yang membikin para penikmatnya merasa dengan senang hati melakukan promosi secara cuma-cuma di berbagai platform media sosial.

Kendati demikian, saya juga punya masukan yang barangkali bisa dipertimbangkan. Begini. Agar bisa memperluas pasar, boleh banget lho Point Coffee diperbanyak lagi di beberapa gerai Indomaret. Juga, bisa dipesan secara online melalui beberapa platform. Mungkin, ini terbilang cukup krusial di zaman sekarang. Tujuannya sederhana, biar para (calon) pelanggan punya alternatif yang bisa dijangkau dalam proses pembelian.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: Kulinermatcha frappeminumanpoint coffee
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Tempe Kemul, Bukan Mendoan dan Tempe Tepung. Ini Tempe Aliran 'Keras' terminal mojok.co

Tempe Kemul, Bukan Mendoan dan Tempe Tepung. Ini Tempe Aliran ‘Keras’

1 Maret 2021
5 Alasan Perempuan Suka Makan Bakso (Pixabay)

5 Alasan Perempuan Suka Makan Bakso: Berdasarkan Wawancara dan Pengamatan dari Dekat

2 Februari 2023

Kraca, Kuliner Populer Orang Ngapak Pantura dan Banyumasan Tiap Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal22

23 April 2021
4 Kuliner Solo yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Kuliner Solo yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

26 Desember 2024
Tips Memilih Collagen Drink biar Kulit Makin Cerah dan Uangmu Nggak Terbuang Sia-sia

Tips Memilih Collagen Drink biar Kulit Makin Cerah dan Uangmu Nggak Terbuang Sia-sia

25 Agustus 2023
Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak terminal mojok.co

Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak

7 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.