Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Macam-macam Alasan Rela Jadi Panitia Makrab HMJ

Riyanto oleh Riyanto
8 Mei 2020
A A
jabatan panitia panitia makrab

Macam-macam Alasan Rela Jadi Panitia Makrab HMJ Jabatan Panitia Makrab HMJ yang Aslinya Nggak Penting-penting Banget

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi mahasiswa yang udah semester empat pasti mulai sibuk ngurusin HMJ. Malahan kalau di jurusan dan kampus yang nggak populer dan mahasiswanya cuma selusin, sudah otomatis seluruh kelas bakal jadi HMJ, bener nggak? Nah, saat tahun ajaran baru dimulai dan maba-maba sudah berkerumun di kampus, waktunya anggota HMJ menyusun program kerja buat malam keakraban yang sebenernya nggak akrab-akrab juga karena ada ketimpangan antara senior dan junior di dalamnya. Pokoknya, makrab itu wajib. Selain karena agenda akademis, juga merupakan “agenda wisata” yang sangat menyenangkan karena nginep bareng-bareng di vila.

Nah, biasanya nih anggota yang mau jadi panitia mendadak banyak. Padahal, di program biasanya semacam seminar, anggotanya cuma sedikit. Namun, saat tiba giliran makrab, seisi kelas langsung auto pengin ikut. Lantas, terjadilah ledakan populasi anggota sehingga banyak jabatan yang sebenarnya nggak penting tiba-tiba harus ada dan diisi orang-orang sekelas.

Sebetulnya, apa sih motif di balik membludaknya populasi anggota ini? Kenapa mendadak ramai-ramai ingin ikut serta dalam kepanitiaan makrab? Hmmm, saya sudah melakukan riset mendalam dan “serius” terkait permasalahan ini dan ditemukan beberapa alasan di baliknya. Berikut adalah macem-macem alasan kenapa mau jadi panitia makrab HMJ.

Satu: Jiwa Akademisnya Mendadak Menggelora

Merasa masa-masa semester awal dihabiskan dengan kuliah nongkrong terus, lalu setelah kesambet demit entah di mana, mendadak jiwa akademisnya bangkit. Atau sebatas karena kebetulan naksir anak HMJ terus biar bisa ndeketin yang ditaksir, akhirnya gabung ke HMJ. Dan merasa bahwa HMJ adalah tempat di mana jiwanya benar-banar layak berada.

Biasanya yang gabung gara-gara alasan ini bakal semangat banget dan kerjain banyak hal mulai dari urusan proposal, keuangan, survey, sosialisasi ke adek-adek maba, bahkan maju nyari bus yang bisa disewa pas hari H. Pokoknya semangat banget, bahkan lebih semangat dari anak-anak HMJ lama yang biasanya udah lemes gara-gara acara yang sudah-sudah.

Biasanya yang jenis ini dikelompokkan ke jabatan Pembantu Umum, karena ya itu… emang seneng bantu-bantu sana sini.

Dua: Pengin Dapat Sertifikat Kepanitiaan

Salah satu syarat untuk mengajukan diri ikut pendadaran skripsi adalah mengumpulkan sertifikat dengan nilai yang beda-beda. Sadar akan hal itu, setelah bosen ikut-ikut seminar yang bikin ngantuk dan monoton, akhirnya banyak yang ingin dapet sertifikat kepanitian makrab. Makanya pada daftar acara makrab ini, lagian kalau makrab kan nggak bikin bosen juga. Palingan capek doang. Tapi toh panitia lain udah urus semuanya, jadi ya tinggal ikut nyumbang dan nggak mikir apa-apa.

Pas acara berlangsung, juga paling banter muncul kalau pembukaan atau pas makan aja. Selebihnya kasur adalah lokasi terbaik untuk ditempati. Bodo amat itu panitia lain mau guling-guling atau teriak-teriak pas ngadain outbond sama dedek-dedek maba. Biasanya nih, jenis beginian masuk seksi konsumsi. Eh.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Lagian acara makrab gitu-gitu mulu, yak. Datang ke vila, pembukaan, suruh bikin regu, bikin yel-yel, terus kegiatan luarnya outbond remeh temeh yang nggak terlalu seru. Setelah itu makan, istirahat, terus malemnya api unggun sama nyanyi-nyanyi.

Tiga: Cuma Pengin Main

Nah, barangkali suntuk atau bosan dengan aktivitas sehari-hari yang kuliah pulang terus, giliran ada acara makrab yang notabennya adalah main, langsung deh daftar. Berasa ada angin segar. Nggak masalah itu nyumbang duit berapa puluh atau ratus ribu, yang penting ikutan naik bus, ikut nginep, ikut outbond, dan makan. Nggak peduli gimana acaranya, yang penting mainnn! Nah biasanya, jenis kayak gini bakal dimasukkin ke seksi keamanan.

Empat: Ikut Temen-temen

Sebenernya sih nggak mau ikut, tapi temen-temen yang lain pada ikut. Masa nggak ikutan? Kan jadi merasa dikucilkan dan nggak bisa ikut nimbrung kalau besoknya pada ngomongin serunya makrab. Jadi, terpaksalah ikut kepanitiaan makrab meski hanya dengan niat setengah-setengah. Ikutin acaranya juga males-malesan dan seadanya aja. Kalau disuruh bantu ya bantu, kalau nggak ya udah balik ke kasur lagi.

Biasanya yang model ginian cocok jadi wakil-wakil ketua bagian. Cocok banget. Kalau ada butuh disuruh-suruh, kalau nggak dibutuhin ya nggak usah ada nggak masalah.

Lima: Nyari Gebetan Adek Maba

Ada ungkapan bahwa makrab itu 10% aktivitas akademis dan 90% mbribik maba. Buener banget. Persetan sama idealisme kampus. Pokoknya kalau lihat ada maba yang bening wajib dikejar sampai mampus. Salah satu caranya ya ikut kepanitiaan makrab biar bisa nampil dan dilihat sama si dedek gemes itu. Pokoknya sebisa mungkin ngeksis dan muncul di mana-mana. Bahkan nggak masalah harus ikut ribet nyusun acara-acara guna memuluskan usahanya mbribik ini. Jadi seksi acara nggak masalah. Jadi MC nggak masalah, malah bisa sekalian godain tuh adik angkatan.

Apalagi yang bisa dilakukan? Jadi pemandu tim. Tipe kampret ini pasti dengan senang hati—malah kalau bisa, harus—jadi pendamping regu yang salah satu anggotanya adalah si dedek gemes inceran. Kan seru tuh pas outbond bisa nyuri-nyuri kesempatan ngobrol, bantuin kalau kesusahan, pokoknya rela ngelakuin apa aja demi si dedek.

Terus, eksekusi akhir adalah di malam api unggun.

Yakinlah bahwa survey membuktikan acara api unggun adalah momen paling tepat buat nembak gebetan. Kalau dari awal maba datang ke kampus udah langsung dipepet habis sama jenis kampret ini, terus ikutan kepanitiaan makrab biar dapet momen yang pas, maka si kampret akan menyusun acara sedemikian rupa buat kegiatan saat api unggun. Bisa ngadain permainan-permainan lucu (baca: njijiki) biar si dedek gemes itu maju ke dekat api unggun. Terus si kampret datang dengan bunga, berlian, emas, saham, mobil, rumah, atau planet-planet di tata surya. Terus berlutut dan mbacot dengan kata-kata romantis.

Kalau diterima sih, seneng banget. Lah kalo ditolak, berasa pengin bakar diri langsung ke api unggunnya pasti.

BACA JUGA Jabatan Panitia Makrab HMJ yang Aslinya Nggak Penting-penting Banget dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2020 oleh

Tags: HMJMahasiswamakrabpanitia
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini Mojok.co

5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini

8 Mei 2024
Mahasiswa PGSD Calon Guru, tapi Banyak Nggak Disiplinnya (Unsplash) jurusan PGSD

3 Hal yang Bikin Calon Mahasiswa yang Nggak Cocok Masuk di Jurusan PGSD

19 Januari 2024
Gap Year Selalu Dipandang Negatif, padahal Manfaatnya Juga Banyak terminal mojok.co

Gap Year Selalu Dipandang Negatif, padahal Manfaatnya Juga Banyak

25 September 2020
Jasa Delivery Makanan Sekitar Kampus: Ide Bisnis Sederhana buat Mahasiswa, Bisa Cuan hingga 2 jutaan

Jasa Delivery Makanan Sekitar Kampus: Ide Bisnis Sederhana buat Mahasiswa, Bisa Cuan hingga 2 Jutaan

1 Februari 2025
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Rahasia Mahasiswa Non-Beasiswa Bertahan Hidup di Jepang

Rahasia Mahasiswa Non-Beasiswa Bertahan Hidup di Jepang

13 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.