Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

3 Ormek yang Sering Dianggap Underbow Partai, Meski Sering Deklarasi Independen

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
12 September 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa ormek, sering kali dianggap sebagai underbow partai politik. Padahal, mereka sudah sering deklarasi kalau independen. Kenapa, ya?

Di sini saya hendak mengakui bahwa meski saya telah lulus kuliah, tapi secara konstitusi dua tahun setelah kelulusan saya masih menjadi kader HMI. Walau saya bukan kader terbaik, apalagi kader yang namanya terkenal di mana-mana.

Saya juga terlahir, dibesarkan, bahkan hidup di lingkungan NU. Oleh karena itu, saya bersahabat sangat dekat dengan sahabat-sahabat PMII. Namun, perihal kegiatan diskusi, saya paling sering justru dengan kawan-kawan GMNI. Entah itu dari jurusan sendiri maupun dari kampus lain. Apakah saya krisis identitas? Saya sih, bodo amat soal itu. Bagi saya, seru saja bisa berpetualang menjelajahi berbagai ormek.

Dalam tulisan ini saya bukan hendak memperdebatkan perihal identitas saya yang campur aduk kayak gado-gado. Namun, saya sedikit mempertanyakan tentang keterkaitan antara ormek dengan partai. Ormek tertentu seperti GMNI, HMI, dan PMII pasti sering dianggap underbow partai tertentu.

Padahal, di setiap LK 1, KTD, maupun PKD, sudah sering dikampanyekan perihal independensi dari setiap masing-masing ormek tersebut. Bahkan berbagai ormek tersebut nggak memiliki afiliasi struktural secara tertulis dan jelas terhadap partai mana pun.

Setidaknya, terdapat dua alasan mengapa ormek tertentu sering dianggap menjadi underbow sebuah partai. Pertama, se-idealis apa pun ormek, ideologi mereka tetap memiliki korelasi dengan partai tertentu. Kedua, se-independen apa pun ormek, kalau mau nyalon jadi pejabat negara, ya ujung-ujungnya akan tetap nyemplung ke partai yang didominasi oleh alumninya. Memang, salah satu fungsi ormek untuk membangun relasi.

Langsung saja saya ulas mengenai tiga ormek yang sering mendeklarasikan “independen”, tapi masih sering dianggap menjadi underbow partai tertentu.

#1 GMNI & PDIP

Perlu diketahui bahwa GMNI dan PDIP adalah penganut konservatif garis keras berbagai pemikiran Bung Karno. Terutama ideologi nasionalisme ala Bung Karno dan pemikiran marhaenisme-nya. Mereka berdua mendewakan berbagai pemikiran Bung Karno, apalagi Bu Mega sendiri masih segaris keturunan langsung dengan Bung Karno.

Baca Juga:

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

Nggak sedikit juga alumni-alumni GMNI yang berkiprah di PDIP, seperti Ahmad Basarah, Bambang Wuryanto, dan seterusnya. Dalam kondisi tertentu juga, Pak Ganjar selaku kader PDIP sendiri sering mengisi ruang-ruang diskusi para kader GMNI. Coba bayangin, kenapa nggak Bu Khofifah? Ya, karena belio bukan PDIP.

Meskipun antara GMNI dan PDIP nggak memiliki garis struktural, mereka memiliki keterikatan dalam sepak terjang di ranahnya masing-masing. Kalau GMNI ranah kampus sebagai organisasi mahasiswa, sedangkan PDIP ranah politik pemerintahan sebagai sebuah partai.

Sehingga nggak mengherankan ketika banyak masyarakat menganggap secara sepihak bahwa GMNI underbow-nya PDIP. Apalagi antara logo dan dominasi warnanya juga sama: sama-sama banteng dan didominasi warna merah.

#2 HMI, Masyumi, dan Golkar

Selaku ormek tertua, HMI sering dianggap menjadi underbow banyak partai, mulai dari Masyumi hingga Golkar. Meskipun antara kedua partai tersebut nggak memiliki sama sekali struktural yang tertulis dan jelas mengenai hubungannya dengan HMI.

Di masa orde lama, HMI sering dianggap sebagai underbow dari partai Masyumi. Alasan utamanya dan yang paling sering didengar karena kedua perkumpulan tersebut memiliki asas yang sama yakni asas Islam. Layaknya ormek CGMI yang juga underbow PKI hanya karena memiliki ideologi yang sama yakni komunisme.

Bahkan setelah Masyumi dibubarkan karena dianggap terlibat dengan pemberontakan PRRI, HMI pun juga ikut-ikut didesak untuk dibubarkan, terutama desakan oleh CGMI dan underbow-nya PKI. Namun, Tuhan berkata lain, atas dukungan banyak pihak, HMI hingga saat ini masih eksis dan justru CGMI dan PKI yang malah dibubarkan di masa transisi antara orla dan orba.

Setelah pembubaran Masyumi, bukan berarti HMI kembali ke fitrah independensinya. Justru saat ini ada anggapan bahwa HMI sebagai underbow-nya partai Golkar. Meskipun nggak memiliki kesamaan ideologi, justru saat ini banyak kader HMI yang nyemplung ke partai Golkar, misal yang paling terkenal seperti Pak Akbar Tanjung dan Pak Jusuf Kalla.

#3 PMII & PKB

Kenapa PMII sering dianggap sebagai underbow PKB? Mungkin ini sudah banyak yang tau dan nggak perlu ditanya lagi bahwa antara PMII dan PKB memang kebanyakan berisikan masyarakat dari kalangan NU. Meskipun sebenarnya keduanya nggak memiliki ikatan struktural organisasi yang terkait, blas gadas nggak ada ikatan sama sekali.

Jadi, mulanya pada 1960 hingga 1972, PMII masih menjadi badan otonom dari NU. Namun, setelah itu, PMII melepaskan diri dari banom (badan otonom) NU dan mendeklarasikan diri sebagai organisasi mahasiswa yang independen. Meskipun secara konstitusional ia masih memegang teguh ideologi aswaja ala NU.

Berbeda dengan PMII, untuk PKB lebih totalitas independennya. Selain karena nggak dalam naungan banom NU, PKB juga secara konstitusional nggak bermuatan asas perjuangan aswaja ala NU. Hanya saja para pendiri PKB, kebanyakan berlatar belakang dari kalangan elite-elite NU.

Di sisi lain, nggak sedikit juga sahabat-sahabat PMII yang berkiprah di PKB. Salah satunya seperti Ibu Khofifah yang merupakan alumni PMII dan sekarang berada di PKB. Oleh karena berbagai faktor tersebut, kebanyakan masyarakat mengaitkan antara PMII dan PKB, bahkan menganggap PMII sebagai underbow PKB.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2021 oleh

Tags: GMNIHMIMahasiswaOrmekPMIIUnderbow partai
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Hal-hal Unik di Jatinangor yang Harus Diketahui Maba Unpad terminal mojok.co

Hal-hal Unik di Jatinangor yang Harus Diketahui Maba Unpad

1 September 2020
deadliner

Siapa Sangka Kalau Deadliner adalah Simulasi Underpressure Menuju Dunia Kerja yang Sesungguhnya

21 Agustus 2019
Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

13 Juni 2023
5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu Mojok.co

5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu

18 Mei 2024
dosen killer

Kisah Dosen yang Killer Berdebat dengan Hantu

14 Juni 2019
dosen penguji

Ketahui Tipe Dosen Penguji Skripsi dan Kerja Praktik, Supaya Tidak Dibantai Saat Ujian

4 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.