Los Dol, Satu-satunya Lagu yang Enak Dinyanyikan Denny Caknan

Artikel

Sofyan Aziz

Tak ada yang meragukan kapasitas Denny Caknan sebagai seorang pencipta lagu. Lewat tangan dinginnya, ia sanggup memanaskan panggung hiburan dangdut koplo. Sayangnya, sebagai seorang penyanyi, ia bukan penyanyi istimewa.

Bahkan ketika gelaran Indonesian Idol kemarin, banyak netizen menyebut Denny Caknan sebagai kambing hitam. Kualitas suaranya tidak bisa diajak kerja sama untuk memenangkan Tiara sebagai sang pemenang di ajang kompetisi menyanyi itu.

Deni Setiawan, begitulah nama aslinya, telah berhasil menciptakan banyak lagu. Lagu Kartonyono Medhot Janji merupakan lagu perdana yang meroketkan namanya. Langsung gas pol, memang kualitas tak pernah ingkar janji.

Setelahnya, Denny Caknan begitu produktif menciptakan lagu demi lagu yang ia nyanyikan sendiri. Sugeng Dalu, Sampek Tuwek, Tanpo Tresnamu, dan Los Dol adalah beberapa lagu ciptaannya yang sanggup menguras air mata para sobat ambyar. Pantaskah ia disebut sebagai titisan sang maestro, Didi Kempot?

Hebatnya, setiap lagu yang diciptakan mengandung daya magnet yang luar biasa, terutama bagi penyanyi spesialis cover lagu. Mereka seakan berebut dan bersaing untuk meng-cover lagu milik lelaki asli Ngawi itu. Menjaring penonton sebanyak mungkin lewat cover-coveran ini.

Mantan petugas penyiram tanaman di Ngawi ini, bahkan membuat Anji sampai terheran-heran. Kenapa ada lagu yang bisa sukses tanpa promosi, bahkan untuk lagu perdana itu dia hanya perlu modal Rp600 ribu untuk membuat video klip, yang sederhana itu.

Denny Caknan adalah anomali dalam industri musik. Tanpa manajemen yang profesional dan suara istimewa, ia berhasil meroket menjadi selebritas. Ibarat seorang model, ia sudah cantik dari asalnya, tanpa banyak bedak dan gincu.

Sebagai penggemar dadakan dunia perkoploan Jawa, tentu saja saya menyukai lagu-lagu ciptaannya. Sayangnya, saya tidak begitu suka jika lagu itu dinyanyikan oleh si Denny Caknan sendiri. Terasa kurang nendang. Maaf saja, ini persoalan selera pribadi saya. Tak boleh dong memaksa selera.

Baca Juga:  Dari Saya yang Sering Patah Hati: Terima Kasih Om Didi Kempot

Tetapi tidak untuk lagu Los Dol ini. Saya paling suka lagu ini dinyanyikan oleh dirinya sendiri. Video klip jenaka yang dilakoni tandem Dodit Mulyanto dan Agus Kotak, mungkin menjadi salah satu faktornya. Tetapi faktor terbesar ya karena suaranya mas Denny Caknan ini nge-blend dengan telinga saya. Menyatu apik dalam harmoni. Seperti lubang telinga yang digelitiki bulu ayam, geli-geli nikmat.

Bagaimana sebuah lagu bisa diterima masyarakat, terkadang bisa sebuah misteri. Tak ada rumusan pasti. Nyatanya sebuah lagu dengan lirik nyastra, atau kombinasi nada tingkat tinggi, atau juga penyanyi good looking bukan jaminan lagu itu akan diterima. Memang kadang hal yang sederhana dan nggak neko-neko malah lebih bisa diterima. Seperti lagu Los Dol ini.

Manunggaling penyanyi dan pencipta lagu terjadi di lagu ini. Dengan pembawaan, pitch control, intonasi, dan diksi yang sempurna. Membuat siapa pun yang meng-­cover lagu ini akan tertinggal jauh di belakang. Hanya sanggup mencium kepulan abab si Denny Caknan ini.

Mungkin juga karena lagu Los Dol ini bercerita tentang keikhlasan tingkat tinggi seseorang terhadap kelakuan culas kekasihnya. Bukan cuek apalagi menyerah, juga bukan mendukung. Apa ya istilahnya, ya sikap ikhlas itu tadi, lah. Sikap bahagia bila melihat kekasihnya bahagia, dan ikut sedih bila kekasihnya sedih.

Di lagu ini juga menceritakan, bahwa walaupun harus membelikan paket data untuk sang kekasih agar bisa chattingan dengan yang lain, tetap ia lakukan. Sebuah tingkatan ikhlas yang hanya bisa dilakoni oleh orang-orang yang punya maqom kelas tinggi.

Denny Caknan bisa begitu pas meracik lagu ini Namun, mengutip percakapan Caknan dengan Anji di kanal Youtubenya si Anji (eneg ya denger nama Anji, jadi maaf lagi-lagi harus menyebut namanya) bahwa di setiap lagu yang ia ciptakan, sama sekali tidak ada ekspektasi lebih apalagi akan meledak.

Baca Juga:  Tantangan Penulis Pemula Melawan Penulis Berprivilese Ketenaran

Lagi-lagi ini berbicara tentang keikhlasan. Pencipta hanya bertugas menciptakan lagu sebaik mungkin, dan menyanyikannya dengan sebaik mungkin pula. Kemudian ketika lagu itu telah dilempar ke khalayak, maka kendali lagu itu berada di masyarakat. Terserah cara masyarakat mengapresiasikannya.

Kata Denny Caknan, Los Dol dibutuhkan sebagai salah satu jalan mencapai keikhlasan. Dan sudah semestinya bahwa hal-hal yang diniatkan dengan ikhlas, tidak akan pernah membuat kecewa.

Dan Caknan telah me-‘Los Dol’-kan lagunya dilempar ke masyarakat. Buktinya hanya dalam tempo sebulan, 47 juta penonton telah ia raup. Memang enak hidup ikhlas itu, walau tidak gampang.

Untuk itu, dengan berat hati saya mesti memproklamirkan bahwa Caknan pantas disebut sebagai seorang penyanyi betulan.

BACA JUGA Sulitnya Menemukan Studio Musik di Masa Sekarang atau tulisan Sofyan Aziz lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

---
24


Komentar

Comments are closed.