Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Lemon Cake: Mensyukuri Duka, Melanjutkan Hidup, dan Mengapresiasi Diri

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
29 Juli 2022
A A
Lemon Cake Mensyukuri Duka, Melanjutkan Hidup, dan Mengapresiasi Diri Terminal mojok

Lemon Cake Mensyukuri Duka, Melanjutkan Hidup, dan Mengapresiasi Diri (Mojokstore.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Judul: Lemon Cake
Penulis: Inge Agustin
Penerbit: Buku Mojok
Tebal: 204 halaman
Tahun terbit: 2022

Selama lima hari belakangan ini saya menderita flu. Saya nggak begitu paham kenapa saya bisa terserang flu untuk yang kedua kalinya dalam sebulan. Saya menduga bahwa kemungkinan saya sakit karena kecapekan atau memang ketularan orang lain yang saya temui akhir pekan lalu.

Untuk bisa sembuh, saya cuma mengandalkan vitamin C, baik dari jeruk pecel maupun suplemen kesehatan. Rasanya asam sekali. Kalau boleh jujur, saya nggak suka rasa asam, tapi demi bisa mendapatkan kesehatan saya kembali, saya harus hadapi rasa kecut itu.

Mengingat nggak bisa ke mana-mana sewaktu sakit, saya memutuskan untuk membaca buku. Buku yang menemani hari-hari saya bersama sekotak tisu ini berjudul Lemon Cake. Kebetulan sekali buku ini juga memakai judul berupa buah yang berasal dari genus Citrus, sama seperti yang saya konsumsi sehari-hari.

Lemon Cake bukanlah buku berisikan resep mengolah lemon menjadi kue yang lezat, melainkan buku berisikan 31 esai reflektif yang ditulis oleh Inge Agustin. Di usianya yang mulai menginjak kepala tiga, Inge mengalami life changing moment selepas putus dari pacarnya. Momen menyakitkan yang sempat membuatnya hancur berkeping-keping selama hampir dua tahun tersebut lantas diubahnya menjadi proses memahami dan mencintai diri sendiri.

Bagi sebagian orang, putus cinta mungkin dianggap sepele atau kurang relatable. Namun, Inge membuktikan bahwa putus dari pacar juga merupakan suatu duka yang luar biasa. Kehilangan figur yang selama ini selalu menemani, menjadi orang pertama untuk diberi tahu segala hal, dan tempat berbagi apa pun tentu betul-betul menyakitkan.

Keterpurukan yang dialami Inge lantas dicurahkannya ke dalam tulisan yang dapat menjadi petuah bagi siapa saja maupun penghiburan bagi orang yang mengalami hal serupa. Hasil kontemplasi Inge dalam rangkaian kata dalam Lemon Cake membawa saya mengenali pandangan-pandangan baru yang berbeda dari kebanyakan orang. Misalnya ketika Inge membedah soal kebahagiaan di bab Tentang Menjadi Bahagia. Selama ini masyarakat cenderung menanamkan bahwa kebahagiaan harus dicari. Kebahagiaan tak ubahnya sebuah tujuan hidup. Saya pun memiliki pemahaman begitu. Bahkan setiap kali berdoa, saya memohon agar selalu bahagia.

Tulisan Inge menyadarkan saya bahwa hidup merupakan rangkaian masa bahagia dan sedih yang datang silih berganti, seperti aturan terang dan gelap serta siang dan malam. Saat momen kebahagiaan telah usai dan giliran kita merasakan sedih, Inge mengatakan bahwa itu bukan suatu hal yang salah. Sedih juga normal, kok. Kesedihan bukan sesuatu yang harus dijauhi. Dengan begitu, kita nggak perlu khawatir lagi kalau sedang berbahagia selama beberapa saat dan menduga bahwa setelah ini akan ada kemalangan yang muncul. Kita justru akan lebih menghargai dan menikmati momen kebahagiaan dengan sepenuh hati.

Baca Juga:

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

Kabar Buruk Hari Ini: Perjalanan Seorang Mawa Kresna Selama Menjadi Jurnalis

Bagian lain yang terasa sekali nasihat sekaligus kalimat-kalimat heartwarming-nya adalah 31 Pelajaran Hidup. Sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke-31, Inge membagikan pelajaran hidup yang selama ini diperolehnya. Alih-alih merangkai kalimat motivasi yang susah dipahami apalagi digapai, Inge menulis tiap-tiap poinnya berdasarkan hal-hal yang ada di sekitar kita. Sesederhana baca buku, minum air, dan pemahaman bahwa menjadi tua adalah satu-satunya cara untuk lebih mengenal diri sendiri.

Setiap esai yang ditulis secara sistematis dalam Lemon Cake membuat saya seperti ikut menyaksikan proses Inge untuk bangkit. Rasanya kayak melihat pemeran utama film atau drama yang akhirnya menemukan kenyamanan dan kesembuhannya setelah terjatuh. Duka yang sempat Inge alami dapat membuatnya menjadi sosok yang lebih kuat dan ia dapat kembali ke dalam dirinya sendiri.

Selepas merampungkan buku dengan cover imut bernuansa kuning ini, saya agak terkejut. Pasalnya, buku ini jadi penuh dengan tempelan sticky notes. Saya menghabiskan hampir lima puluh sticky notes untuk menandai bagian-bagian yang penting, relatable, atau patut saya catat dan camkan. Setiap bab dari Lemon Cake pasti ada yang saya beri anotasi soalnya buku ini benar-benar bergizi.

Pengalaman Inge dalam menghadapi putus cinta awalnya saya kira nggak akan relate dengan saya. Namun, membaca setiap kata yang ditulis Inge di buku ini rasanya seperti mendapat nasihat dari kakak perempuan agar adiknya nggak jatuh di lubang yang sama. Kesannya nggak menggurui, tapi cenderung lebih dekat dan hangat.

Gaya bahasa yang dipakai Inge pun nggak ndakik-ndakik maupun menggunakan segala macam majas yang perlu dicari setiap kali selesai membaca satu kalimat. Ketika membaca Lemon Cake, saya merasa nyaman karena seperti membaca curhatan teman atau, seperti yang saya bilang tadi, mendapatkan wejangan dari kakak perempuan. Inge juga menggunakan kosakata yang sedang tren dan diketahui oleh banyak orang. Inilah sisi plus yang membuat bacaan menjadi lebih mudah dipahami.

Untuk kalian yang menggemari buku self improvement, Lemon Cake ini sangat saya rekomendasikan. Bacaan yang sangat ringan tapi bergizi dan nggak cringe di waktu yang sama.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sekolah Tanpa Jurusan dan Gugatan pada Sistem Pendidikan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2022 oleh

Tags: Buku MojokInge AgustinLemon Cakereview buku
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, 'Reinventing Your Life' terminal mojok.co

Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, ‘Reinventing Your Life’

10 Januari 2021
Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan Cak Rusdi dan Dedikasinya Terhadap Jurnalisme Terminal Mojok

Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan: Cak Rusdi dan Dedikasinya Terhadap Jurnalisme

11 Mei 2022
Unlock Your Heart oleh Sabrina Maidah: Membuka Hati pada Hubungan Baru

Unlock Your Heart oleh Sabrina Maidah: Panduan Membuka Hati pada Hubungan Baru

9 September 2023
Rezim Kerja Keras dan Apa-apa Saja yang Akan Terjadi di Masa Depan Kita

Rezim Kerja Keras dan Apa-apa Saja yang Akan Terjadi di Masa Depan Kita

17 Juni 2022
Diskusi Buku Lebih Nyaman Bersama Komunitas Baca Bekasi Books Club

Diskusi Buku Lebih Nyaman dan Seru Bersama Komunitas Baca Bekasi Books Club

31 Oktober 2023
Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan Kisah tentang Maut dan Hidup yang Saling Bertaut Terminal Mojok

Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan: Kisah tentang Maut dan Hidup yang Saling Bertaut

20 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.