Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
2 Juli 2026
A A
Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah sejak lama les privat jadi penunjang prestasi belajar anak. Salah satu tulisan di Terminal Mojok bahkan mengatakan kalau les itu bengkel rapor sekolah atau pelarian dari pendidikan formal yang tidak efektif. Pokoknya bimbel jadi opsi alternatif pendidikan anak.

Tidak heran kalau lembaga bimbingan belajar atau bimbel kian menjamur, termasuk di Jogja. Di daerah ini ada banyak palajar dan sebagian besar pelajar mengisi waktu luang dengan ikut les umum maupun les privat. Berharap kegiatan ini bisa bermanfaat memperbaiki prestasi sekolah.

ADVERTISEMENT

Tidak semua lembaga bimbel punya gedung yang megah dan banyak karyawan. Beberapa lembaga bimbel, hanya dijalankan oleh satu hingga dua orang di tempat yang sedrhana, bahkan tidak ada kantornya. Namun, saya tetap menyebutkan dengan lembaga karena begitulah mereka menyebut usaha mereka sendiri.

Mengingat latar belakang saya di bidang pendidikan, saya pernah iseng mendaftar sebagai guru les privat di salah satu lembaga bimbel.

Saya mendaftar sebagai guru les di sebuah lembaga bimbingan belajar. Dan, setelah setahun menjadi guru les, ada banyak hal yang membuat saya merasa bahwa lembaga bimbel terkadang tidak manusiawi.

Sudah menerima murid les, tetapi belum ada gurunya

Hal yang unik dari beberapa bimbel, mereka baru mencari guru les privat setelah mendapatkan murid. Biasanya, lembaga bimbel akan mencari guru yang diikuti spesifikasi sesuai siswa. Misal, sedang butuh guru untuk les fisika dengan area alamat tertentu dan honor sekian.

Bagi saya, ini lucu karena belum ada guru les kok bisa-bisanya menerima siswa. 

Guru dan pemilik bimbel tidak pernah bertemu sama sekali

Meskipun sudah setahun lebih saya menjadi guru les privat, saya belum pernah melihat muka pemilik lembaganya. Dalam artian, saya tidak tahu wajah orang yang menggaji saya. Terlihat aneh, tapi ini memang terjadi.

Baca Juga:

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

Dear Orang Tua, Stop Paksa Anak Les Bidang yang Tidak Ia Suka, Anak Bukan Pemuas Ego Kalian!

Semua itu terjadi karena lembaga les tidak memiliki kantor. Alias hanya beroperasi secara online. Dari mulai mencari murid, registrasi, sampai pembayaran dilakukan secara online.

Mungkin saya kalau berpapasan di jalan dengan pemilik lembaga les juga tidak akan sadar, saking tidak pernah bertemu.

Honor untuk guru les sering tidak manusiawi

Hal yang kurang saya senangi dari mitra dengan lembaga les privat adalah honornya yang terkadang tidak manusiawi. Saya pernah iseng bertanya kepada murid les saya mengenai biaya yang dia bayar kepada lembaga. Dan, setelah mendengarnya, saya terkejut. Lembaga ternyata memotong honor per pertemuan sebanyak 30%. Saya merasa bahwa potongan ini terlalu besar.

Saya juga pernah bertanya pada teman saya yang punya lembaga bimbel. Ternyata dia hanya memotong biaya dari wali murid sebesar 14%. Teman saya juga kaget saat saya cerita bahwa honor saya dipotong 30%.

Sebagai guru les privat yang mengajar, tentu saya membutuhkan bensin untuk datang ke rumah siswa dan banyak hal lain. Selain bensin saya juga meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar.

Sedangkan lembaga les? Apakah dia mengajar? 

Tidak ada kompensasi apapun dan kebanyakan peraturan

Suatu ketika saat sudah sampai di rumah siswa saya pernah batal les karena tidak dibukakan pintu rumah. Entah karena murid ketiduran atau capek saya tidak tahu.

Dan, saat setelah menjelaskan kepada lembaga bahwa murid tidak jadi les hari itu, saya tidak dapat kompensasi apapun. Padahal saya sudah datang ke tempat les, yang tentu pasti menggunakan bahan bakar.

Selain tidak ada kompensasinya, lembaga les juga sering kebanyakan peraturan. Yang peraturannya juga kadang aneh-aneh. Bukannya saya malas taat peraturan, tapi kalau ngasih honor belum manusiawi sebaiknya jangan berlebihan.

Itulah beberapa hal yang saya rasakah sebagai guru les privat dari sebuah lembaga les. Tentu tidak semua punya penglaman seperti saya, hanya saja, semoga pengalaman ini bisa jadi pembelajaran bersama.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

Tags: guru les privatlesles privatupahupah layak
Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar Mojok.co

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar 

13 November 2023
Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

9 September 2023
3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis (mojok.co)

3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis

5 Mei 2024
Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout Mojok.co

Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout

6 Juli 2025
Upah Layak, Tanah Murah, atau Lapangan Pekerjaan: Mana yang Lebih Worth It bagi Pekerja Jogja? Terminal Mojok

Upah Layak, Tanah Murah, atau Lapangan Pekerjaan: Mana yang Lebih Worth It bagi Pekerja Jogja?

1 Desember 2020
Betapa Menyebalkannya Guru yang Buka Les Privat, Pilih Kasihnya Terang-terangan Banget

Betapa Menyebalkannya Guru yang Buka Les Privat, Pilih Kasihnya Terang-terangan Banget

7 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  Terminal

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

29 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.