Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Ladies, Cowok Tsundere Memang Penuh Pesona, asalkan Fiksi

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
15 Mei 2022
A A
Ladies, Cowok Tsundere Memang Penuh Pesona, asalkan Fiksi Terminal Mojok

Ladies, Cowok Tsundere Memang Penuh Pesona, asalkan Fiksi (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Karakter Inuyasha di anime Inuyasha, Shinichi Chiaki di anime Nodame Cantabile, atau Lee Su Ho di Webtoon The Secret of Angel—yang dikenal juga dengan judul True Beauty—memang ngegemesin, kan?

Cerita pesona cowok tsundere seperti Inuyasha, Lee Su Ho, atau Shinichi Chiaki memang selalu muncul di anime dan Webtoon percintaan para remaja atau dewasa muda. Di dunia anime kita mengenal anime shoujo, anime tentang romance yang biasanya diminati mereka yang berusia remaja dan dewasa muda. Saking ramainya soal tsundere ini, sampai-sampai kalau digoogling, muncul beragam artikel tentang betapa serunya berpasangan dengan cowok tsundere. Yakin banget?

Sebelum bahas pesona cowok tsundere di dunia nyata yang sudah pasti luntur, kita perlu tahu dulu definisi “cowok tsundere” biar sefrekuensi dulu, nih. Tsundere adalah istilah dalam bahasa Jepang (berasal dari dua kata yaitu “tsun” dan “dere) mengenai proses pengembangan karakter. Seseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain perlahan berubah dan menunjukkan sisi hangatnya.

Kuncinya ada di “pengembangan karakter”. Jadi ini perlu proses, butuh waktu, dan nggak selalu berhasil, FYI. Mungkin ada yang sesakti Kagome bisa bilang, “Jatuh!” tiap kali Inuyasha membuatnya jengkel. Mungkin ada yang genius dalam bermusik seperti Nodame, atau yang beruntung di masa kecilnya ketemu cowok seperti Lee Su Ho yang “bersembunyi dari penderitaan” di tempat persewaan komik seperti Lim Ju Kyung. Cowok tsundere punya tagline “syarat dan ketentuan berlaku”. Bahkan seandainya kamu cewek tangguh bermental baja, yakin mau nambah cobaan hidup dengan berpasangan dengan seseorang yang tsundere?

Singkatnya, Ladies, cowok tsundere itu bikin lelah. Setidaknya ada tiga hal yang perlu banget kamu pertimbangkan sebelum memutuskan berpasangan dengan cowok tsundere.

Pertama, memangnya mau punya status berpasangan rasa sendirian? Umumnya seseorang menginginkan punya pasangan karena nggak ingin sendirian lalu kesepian. Nah, berpasangan dengan cowok tsundere bisa jadi nggak akan mengubah hal itu. Tetap saja kamu bisa merasa sendirian dan kesepian.

Merasa sendirian dan kesepian (Shutterstock.com)

Dalam buku How To Be Single and Happy, Jenny Taitz, seorang psikolog klinis, menjelaskan bahwa salah satu penyebab seseorang kesepian adalah nggak berbicara tentang perasaan atau berbagi hal-hal tertentu dalam hidupnya. Idealnya, seorang pasangan berfungsi atau berperan mengisi posisi sebagai pendengar di urusan perasaan dan tempat berbagi hal-hal tertentu (yang tentu saja nggak bisa dibagikan ke sembarang orang).

Berpasangan dengan cowok tsundere bisa membuatmu merasa sendirian dan kesepian karena ia mungkin nggak bisa atau bahkan nggak mau mengambil peran serta fungsi sebagai pasangan tadi. Jangankan menjalankan peran sebagai pendengar, bersikap cuek adalah setting-an default cowok tsundere. Boro-boro mengambil fungsi sebagai tempat berbagi, mengakui perasaannya saja menolak.

Baca Juga:

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

4 Pertanyaan Basa-Basi yang Dibenci Pengantin Baru

Jangan remehkan cobaan hidup yang diakibatkan oleh pasangan yang terlalu cuek. Dalam jangka panjang mungkin menganggu kesehatan fisik dan mental kita.

Kedua, yakin self esteem bakalan tetap aman?

Menerima perlakuan dingin dan kasar dari seseorang yang kita anggap penting itu nggak segampang teori atau isi artikel yang bertebaran di internet. Yang namanya bersabar menghadapi seseorang dari lingkaran terdekat itu intensitasnya berbeda dengan bersabar saat terjebak macet.

Yakin self esteem bakal tetap aman? (Shutterstock.com)

Emosi negatif akibat terlalu sering diabaikan, protes serta keluh kesah nggak didengar, dan disakiti lewat sikap dan kata-kata kasar saat cowok tsundere merasa tak nyaman, jika menumpuk terlalu banyak dalam jangka panjang ada pengaruhnya ke self esteem, lho. Padahal punya self esteem yang rendah itu ada akibatnya ke kualitas hidup kita, juga ke masa depan.

Idealnya sebuah hubungan bisa membuat kita lebih percaya dengan diri sendiri, mencintai diri, menghargai diri, dan menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Berpasangan dengan cowok tsundere bisa sebaliknya.

Self esteem rendah bisa membuat seseorang nggak puas akan dirinya, punya kecenderungan ingin menjadi orang lain atau berada di posisi orang lain, sensitif terhadap pengalaman yang akan merusak harga dirinya, menolak kritikan, lebih emosional, dan pesimis.

Ketiga, siapkah nanti jika apa-apa yang menurutmu ungkapan love language dianggap penyebab “emotional damage” oleh pasanganmu?

Frasa “emotional damage” diperkenalkan pertama kali oleh YouTuber dan komedian Steven He pada September 2021 dan menjadi tren di TikTok. Video di TikTok biasanya diawali dengan percakapan atau tindakan yang bertujuan untuk bikin orang lain down atau malu, kemudian diakhiri dengan ucapan “emotional damage”.

Harus pilih love language yang sesuai sama doi (Shutterstock.com)

Nah, bayangkan jika love language yang kamu lakukan untuk pasanganmu, ia anggap sebagai usaha untuk bikin down atau malu. Niatnya baik, eh, malah jadi ribut karena apa-apa yang menurutmu romantis itu nggak sesuai dengan seleranya. Yah, memang bisa diakali dengan memilih love language yang sesuai. Tapi, entah berapa pertengkaran dan situasi nggak enak yang harus kamu alami sampai akhirnya bisa tahu love language apa yang disukai pasanganmu yang tsundere.

Sebuah pujian dari pasangan saja bisa berujung jadi perkara pelik karena cowok tsundere cenderung nggak nyaman saat dipuji. Sebenarnya, sih, dia malu. Tapi, reaksinya bisa menjadi tak terduga karena ketimbang memikirkan perasaan pasangannya, cowok tsundere malah berusaha menutupi rasa malu tersebut dengan berbagai cara termasuk lewat marah-marah.

***

Untuk memahami salah satu cobaan hidup apa yang bakal dialami mereka yang berpasangan dengan cowok tsundere, pakai ilustrasi saja, deh. Misalkan kamu minta pasanganmu yang tsundere meluangkan waktu untuk yang-yangan seperti umumnya orang berpasangan. Kemudian dia menjawab, “Tunggu aku selesai ngosek kamar mandi, ya.”

Jangan berpikir waktu yang diperlukan untuk menunggu di sini seperti umumnya durasi ngosek kamar mandi, mungkin 15 sampai 20 menit.

Yang-yangan adalah perkara pelik untuk cowok tsundere, ia membutuhkan waktu lebih lama, atau malah berusaha kabur dari situasi tersebut dengan cara membuatmu bosan menunggu. Oleh sebab itu, ia nggak akan berbohong soal ngosek kamar mandi, hanya saja ngoseknya pakai sikat gigi.

Penulis: Aminah Sri Prabasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Jenis Teman Nongkrong yang Sebaiknya Diajak biar Ngumpulmu Nggak Wagu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2022 oleh

Tags: cowokFiksiPasangantsundere
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

sayaka murata gadis minimarket resensi review novela bagus mojok.co

Gadis Minimarket Memandang Kehidupan ‘Normal’ yang Diskriminatif

6 Oktober 2020
fiksi

Bacaan Kok Cuma Fiksi, Pasti Kerjaannya Mengkhayal Mulu!

2 Juli 2019
5 Tokoh Drakor yang Terlalu Sempurna untuk Ada di Dunia Nyata Terminal Mojok

5 Tokoh Drakor yang Terlalu Sempurna untuk Ada di Dunia Nyata

8 Mei 2022
4 Tempat Kencan yang Sering Muncul dalam Drama Korea Terminal Mojok

4 Tempat Kencan yang Sering Muncul dalam Drama Korea

24 Maret 2022
Yang Bisa Dipelajari dari Penulis Novel

Yang Bisa Dipelajari dari Penulis Novel

6 November 2019
5 Pasangan Bromance Terkoplak dalam Semesta Drama Korea terminal mojok

5 Pasangan Bromance Terkoplak dalam Semesta Drama Korea

31 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

4 Mei 2026
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

5 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.